Bara JP 5 Tahun: Akan Terus Mendorong Perubahan

Presiden Jokowi sudah mengunjungi wilayah paling barat yaitu ke Pulau Weh (Aceh), paling utara ke Miangas (Sulut), paling timur ke Merauke (Papua). Untuk melengkapi empat mata angin Bara JP mengundang Presiden Jokowi ke acara Bara JP di Rote (NTT) pulau paling selatan yang berbatasan dengan Australia (Foto:Dok Bara JP)

Jakarta, Baranews.co – Hari ini, 15 Juni 2018, Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) genap 5 (lima) tahun. Bara JP jadi istimewa karena independen dan merupakan kelompok relawan (volunteers) pertama di Indonesia yang tidak berafiliasi dengan ormas dan partai. Bara JP mendukung Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla dala Pelpres 2014 dengan hasil kemenangan yang gemilang.

Bertolak dari keperihatinan kondisi Indonesia yang selalu berada di alam status quo sejak reformasi, sekelompok ‘anak bangsa’ yang merindukan dan mendambakan perubahan di seantero Nusantara bergabung membentuk kelompok relawan. Tujuan utama adalah mendukung calon presiden yang bisa membawa perubahan bagi kemajuan bangsa.

Lompatan Kedepan

Yang jadi patokan Bara JP, seperti selalu dikatakan oleh Sihol Manullang, Ketua Umum Bara JP, calon presiden yang didukung bukan hanya merakyat, jujur, dan bersih, tapi yang lebih penting adalah: “Yang kita dukung jadi calon presiden adalah orang yang bisa membawa perubahan.”

Dengan berbagai pertimbangan yang dipilih adalah Joko Widodo yang lebih dikenal sebagai Jokowi yang waktu itu menjabat Walikota Solo dan kemudian terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada DKI 2012 melalui dua putaran yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Harapan Bara JP terwujud yaitu perubahan yang sangat mendasar dalam menjalankan roda pemerintahan. Dalam kurun waktu 3,5 tahun Presiden Jokowi membawa perubahan yang sangat besar bagaikan lompatan yang jauh ke depan. Sebut saja tol laut yang menghubungkan banyak pelabuhan dengan jaringan kapal laut reguler tanpa harus menunggu muatan penuh.

Selain itu pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, yang kini menghubungkan Merak (Banten) sampai Surabaya (Jawa Timur) yang akan diteruskan sampai Banyuwangi di ujung timur Pulau Jawa dengan panjang hampir 1.000 km.

Pemudik yang tahun-tahun sebelumnya dihantui kemacetan luar biasa, mudik Lebaran 2018 ‘lancar jaya’. Bukan hanya di Pulau Jawa di Pulau Sumatera juga pemudik sudah menikmatai perjalanan di jalan tol walaupun belum seluruhnya tersambung. Warga di Kalimantan dan Sulawesi juga akan menikmati perjalanan lewat jalan tol. Jokowi membandingkan panjang jalan tol di beberapa negara ternyata panjang jalan tol di Indonesia belum mencapai 780 km, sedangkan di Cina 280.000 km.

Sebagai infrastruktur jalan tol jadi penting untuk mendorong pembangunan dengan mengundang investor dalam dan luar negeri mengembangkan potensi pertanian dan pertanbangan nasional untuk keperluan di dalam negeri dan ekspor. Dengan infrastruktur ini menguntungkan daya saing Indonesia di kancah dunia.

Warga Pulau Sulawesi segera menimkati perjalanan dengan kereta api (KA). Rel yang terpasang dari Makassar ke Parepare sepanjang 145 km yang akan diteruskan sampai ke ujung utara Pulau Sulawesi. Selanjutnya di Papua dari Barat ke Timur, dan warga Kalimantan pun akan menikmati perjalanan dengan KA yang sudah mulai dibangun dari Kaltim.

Ratusan kilometer jalan perbatasan dengan negara lain diperbaiki. Pos-pos perbatasan juga dipercantik karena berperan sebagai ‘teras negeri’. Jalan raya pun sudah menembus belantara Papua yang selama ini hanya bagiakan mimpi bagi saudara kita di Papua.

Swasembada Pangan

Presiden Jokowi juga memutus mata rantai pembelian minyak mentah untuk Pertamina dengan menutup Petral yang jadi agen bagi Pertamina. Banyak yang bertaruh apakah Presiden Jokowi berani menutup Petral. Bahkan ada yang sesumbar akan menggunduli kepala jika Jokowi berani menutup Petral, tapi sampai sekarang kader partai itu tidak juga menggundili kepalanya.

Upaya untuk swasembada pangan yang dijanjikan Jokowi empat tahun setelah dia dilantik mulai menunjukkan hasil setelah dibangun beberapa bendungan. Hal ini disampaikan Jokowi dalam acara ramah tanah di Rumah Transisi tanggal 29 September 2014

(Baca juga: Jokowi: Empat Tahun Kita Swasembada Pangan).

Swasembada pangan, khususnya beras, hanya bisa tercapai jika sawah dialiri dengan pengairan teknis dengan sumber air dari bendungan, waduk dan dam. Beberapa waduk besar segera beroperasi sehingga ratusan ribu hektar sawah akan dialiri aliran air teknis.

Itu hanya sebagian perubahan yang sangat mendasar yang dilakukan Presiden Jokowi yang benar-benar sampai ke masyarakat. Bahkan, pembangunan di desa digenjot dengan program padat karya yang melibatkan warga secara langsung. Yang jelas pilihan Bara JP tidak meleset.

Jokowi sendiri tiga kali berkunjung ke Markas Bara JP di bilangan Cawang Baru, Jatinegara, Jakarta Timur, yaitu: pada tanggal 10 April 2014 setelah Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI-P mengusung Jokowi sebagai calon presiden. Bara JP yakin Jokowi akan membawa Bangsa Indonesia menuju “Indonesia Baru” melalui perubahan.

Setiap kunjungan Jokowi ke Markas Bara JP warga di sekitar antusias menyambut Jokowi dengan teriakan berupa dukungan kepada Jokowi sebagai capres. Ada yang berusaha bersalaman dan selfie. Jokowi melayani warga dalam perjalanan dari markas ke mobil sekitar 50 meter yang penuh sesak dengan warga yang nyaris histeris.

Sebelum keputusan PDI-P itu Bara JP mengumpulkan “Sejuta Tanda Tangan” setiap hari Minggu pada car free day (CFD) di Bundaran HI, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Selain itu ‘mendesak’ Bu Mega agar mencapreskan Jokowi yang ketika itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Bara JP ‘mencegat’ Bu Mega di Ancol, waktu itu ada kongres PDI-P, mendesak agar PDI-P mencapreskan Jokowi.

Sejalan dengan dukungan Bara JP untuk Jokowi/JK, daerah-daerah pun mendeklarasikan Bara JP dengan membangun posko-posko pemenangan Jokowi/JK. Mereka membentuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Ada yang memakai semboyan ‘1 Juta Posko’ untuk mendukung Jokowi. Ada pula DPD yang melakukan kampanye door to door.

Terbentuk pula Srikandi Jokowi yang merupakan wadah khusus bagi relawan perempuan sebagai bentuk dukungan nyata. Begitu pula dengan di luar negeri yang dimotori oleh tenaga kerja migran atau TKI/TKW, pelajar, mahasiswa dan mahsiswi serta WNI berdiri pula perwakilan Bara JP di luar negeri yaitu Badan Perwaklan Luar Negeri (BPLN) dengan kegiatan untuk mendukung Jokowi sebagai presiden.

Kunjungan kedua ke Markas Bara JP pada tanggal 26 April 2014 bertepatan dengan kegiatan Rakornas Bara JP. Relawan dari berbagai daerah hadir. Kesempatan emas bertemu dengan Capres Jokowi dimanfaatkan relawan.

Elemen Bangsa

Yang paling berkesan bagi relawan yang tergabung di Bara JP adalah ketika Jokowi dan Ibu Iriana datang ke Markas pada tangga 9 Juni 2014 sesaat setelah beliau dan Ibu mencoblos di TPS dekat kediaman di rumah dinas Gubernur DKI di Menteng, Jakarta Pusat. Tinta di jari Jokowi dan Ibu Iriana seperti belum kering. “Ini benar-benar di luar dugaan saya,” kata seorang relawan sambil mengucap syukur.

Setelah Jokowi terpilih jadi Presiden dengan Jusuf Kalla sebagai wakil presiden tapi belum dilantik beliau juga menyempatkan diri menghadiri Kongres Bara JP di Wisma Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, tanggal 13 Agustus 2014. Ratusan relawan Bara JP dari seluruh Indonesia dan luar negeri bergantian foto bareng Presiden Jokowi. “Ini kenang-kenangan yang tidak akan terjadi dua kali,” kata seorang relawan dari Sumatera sambil menunjukkan foto bersama dengan Jokowi.

Seperti dikatakan oleh Utje Gustaf Patti, Sekjen Bara JP, Jokowi meminta Bara JP tetap hadir sebagai mata dan telinga baginya. Artinya, biar pun Bara JP sudah berhasil membawa Jokowi/JK ke tampuk pimpinan di Indonesia Jokowi berharap agar Bara JP tetap hadir sebagai elemen bangsa yang mengawal proses demokrasi di Indonesia, terutama melalui pemilu dan pilkada.

Menghadapi Pilkada dan Pemilu Bara JP membentuk barisan relawan pemantau pilkada dan pemilu curang sebagai bagian dari sikap Bara JP yang mendorong perubahan. Relawan dilatih untuk memantau kecurangan mulai dari pendaftaran pemilih, daftar pemilih sampai ke bilik suara dan penghitungan suara.

Dalam kunjungan Presiden Jokowi ke daerah, Bara JP setempat selalu meminta waktu agar bisa bertemu dengan presiden untuk menyampaikan berbagai hal yang terkait dengan pembangunan daerah. Begitu juga kalau Presiden Jokowi kunjungan kerja ke luar negeri, relawan yang tergabung dalam BPLN Bara JP di negara yang dikunjungi presiden akan bertemu dengan Jokowi. Kesempatan dimanfaatkan untuk silaturrahmi dan foto selfie.

Seperti dikatakan Presiden Jokowi dalam sambutan untuk ulang tahun kelima Bara JP melalui tayangan video: “Di usianya yang ke 5 Bara JP telah mampu menjadi benteng yang tangguh menyuarakan kebenaran di Indonesia, sekaligus mencerminkan dirinya sebagai elemen bangsa yang mampu mendorong dan mengawal Pemilu dan Pilkada yang bermartabat.”

Lihat video Ucapan Selamat Ulang Tahun Bara JP klik di sini: 5 Tahun Bara JP

Satu hal yang dipegang teguh oleh Bara JP, seperti selalu diingatkan oleh Sihol, Bara JP tidak akan pernah mencampuri siapa yang akan dipilih Jokowi sebagai wakilnya dan kelak juga pejabat di kementerian dan lembaga. “Kita percaya Pak Jokowi akan memlih orang-orang yang sejalan dengan irama kerjanya,” kata Sihol dengan nada yakin.

Bara JP dibentuk pada Kongres Relawan Jokowi Sedunia di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 15 Juni 2013. Tempat ini dipilih, menurut Sihol, karena di gedung itulah Bapak Bangsa Soekarno membacakan pledoi “Indonesia Menggugat” pada tahun 1930.

Setelah resmi berdiri sebagai wadah Relawan Jokosi Sedunia, Bara JP pun mengembangkan saya ke daerah dengan membentuk DPD (Dewan Pengurus Daerah) di 34 provinsi dan pengurus cabang di banyak kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. BPLN ada di 67 negara. (swh) *

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*