Sekjen PDIP lepas rombongan mudik gratis di Stasiun Senen

"Tradisi mudik ini telah dijalankan sejak tahun 2003. Mudik hari ini diikuti oleh 8.104 orang dengan menggunakan armada bus dan sebanyak 725 orang melalui Kereta Api yang diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen secara bertahap,"

Baranews.co – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengadakan acara pelepasan mudik gratis menggunakan kereta api di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/6). Rombongan pemudik itu dilepas oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

“Tradisi mudik ini telah dijalankan sejak tahun 2003. Mudik hari ini diikuti oleh 8.104 orang dengan menggunakan armada bus dan sebanyak 725 orang melalui Kereta Api yang diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen secara bertahap,” kata Hasto di Lokasi, Selasa (12/6).

Hasto mengatakan, acara mudik ini menjadi ajang dukungan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam penggunaan transportasi massal. Kata dia, Jokowi sudah gencar membangun moda transportasi yang baik dan aman.

“Pak Jokowi juga membangun infrastruktur dimana-mana yang tolak ukurnya bisa kita lihat sekarang. Bagaimana rakyat menikmati mudik dengan aman dan yang terpenting adalah korban jiwa bisa ditekan,” ungkapnya.

Menurutnya, mudik terdahulu banyak menelan korban jiwa. Permasalahan itu yang selalu dicoba untuk diatasi oleh Jokowi.

“Di masa lalu setiap tahun kita menyaksikan rakyat menjadi korban karena sistem transportasi yang begitu buruk tetapi selama tiga tahun terakhir secara konsisten upaya perbaikan dilakukan oleh Pak Jokowi,” ujarnya.

“Karena itulah kami memberikan apresiasi pada pemerintahan Bapak Jokowi dengan seluruh jajaran yang telah berkerja keras menyiapkan mudik ini dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Melalui acara ini, PDIP, kata Hasto berharap para pemudik bisa mengedepakan semangat kekeluargaan untuk bisa saling memaafkan dihari Idul Fitri.

“Kami berharap dapat mengedepankan semangan kekeluargaan itu dan menjadikan momentum lebaran ini sebagaimana kata Bung Karno momentum untuk saling memaafkan untuk saling bergandengan tangan sebagai sesama anak bangsa,” ucapnya. (merdeka.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*