Pandangan Masyarakat soal Menyeberang ke Lampung Malam Hari Harus Diubah

Sejumlah pemudik memadati Terminal Kalideres, Jakarta, Kamis (11/6/2018). Puncak arus mudik di Terminal Kalideres diperkirakan jatuh pada 13 Juni 2018 atau H-2 Idul Fitri. (Sumber: KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Jakarta, Baranews.co – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, pandangan masyarakat tentang mudik ke Lampung harus diubah.

Selama ini, banyak masyarakat yang takut melakukan penyeberangan ke Lampung pada malam hari.

Tentu saja alasannya karena aspek keamanan. Menyeberang ke Lampung pada malam hari dinilai rawan terjadi tindakan kriminal.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Budi Setyadi menyatakan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku masih ada stereotipe lama masyarakat di Jabodetabek yang akan pulang ke Lampung. Menurut mereka, Lampung adalah daerah yang tidak aman.

“Mereka masih menggunakan pola seperti itu,” kata Budi di Posko Nasional Angkutan Mudik Lebaran di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta (11/6/2018).

Menurut Budi, Kapolda Lampung telah menjamin keamanan penyeberangan selama arus mudik dan arus balik Lebaran. Jaminan keamanan tersebut harus disampaikan kepada masyarakat.

Dengan demikian, akan terjadi perubahan perilaku masyarakat. Kalau tidak, maka masyarakat akan terus-menerus takut untuk melakukan penyeberangan pada malam hari yang akibatnya terjadi antrean panjang.

“Kalau sudah menjamin, sampaikan di media sehingga masyarakat berubah perilakunya,” tutur

Budi. Budi pun menyatakan, layanan transportasi darat di Lampung untuk masyarakat yang menyeberang di malam hari pun sudah dipastikan. Terkait hal ini, sudah dilakukan imbauan kepada Kadishub setempat.

Secara terpisah, Tito menyatakan telah menginstruksikan seluruh kepala polres di Provinsi Lampung untuk memberantas begal yang meresahkan warga dan para pemudik yang melintasi wilayah Lampung.

“Saya minta seluruh Kapolres dapat mengatasi kasus pembegalan ini, kalau tidak bisa atasi begal, maka kapolresnya yang saya begal. Paham kan maksud saya?” ujar Tito saat ditemui usai kunjungan ke areal Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.

Tito lalu meminta para kapolres dan jajarannya membuat tim khusus untuk mewujudkan hal tersebut.

“Kapolres semua harus buat tim khusus, tangkapin dulu mereka, kalau tidak tempel mereka, kalau masih belum bisa juga, silakan minta bantuan Kapolda untuk menurunkan anggotanya yang bersenjata guna atasi begal ini,” tambahnya. (Sakina Rakhma Diah Setiawan/kompas.com/bh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*