PERTEMUAN PUNCAK AS-KORUT: Singapura Deportasi Dua Awak Media Korsel

Seorang polisi berjaga-jaga di pintu gerbang menuju pusat media (media center) Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Amerika Serikat-Korea Utara di Singapura, Minggu (10/6/2018). (Sumber: KOMPAS/AP PHOTO/WONG MAYE-E)/

Singapura, Baranews.co – Pemerintah Singapura bertindak tegas untuk memastikan pengamanan dan keamanan Pertemuan Puncak Amerika Serikat-Korea Utara di Singapura. Sedikitnya empat orang ditolak masuk ke Singapura. Selain itu, dua orang yang diduga sebagai pekerja media asal Korea Selatan dideportasi dari Singapura ke negara mereka.

Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura, K Shanmugam, menyatakan bahwa pihaknya menolak seorang pria untuk masuk ke wilayah Singapura pada Sabtu (9/6/2018). Ia menolak menyebutkan asal pria itu, namun disebutkan bahwa asalnya adalah salah satu negara di Asia Tenggara. Petugas bandara menemukan bahwa si pria berperilaku gugup.

“Dia gagal menjawab sejumlah pertanyaan yang ditanyakan petugas,” kata Shanmugam seraya mengungkapkan bahwa pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa pria itu mengunjungi sejumlah situs tentang aksi bom bunuh diri. Petugas pun memutuskan untuk melarang si pria untuk memasuki wilayah Singapura dan mengembalikannya ke negara yang bersangkutan.

Meski tidak tampak menggelar pengamanan yang sangat ketat di Bandar Udara Changi, cek secara random digelar di bandara itu. Hal itu tampak ketika Kompas tiba di bandara itu pada Minggu siang. Puluhan orang dipisahkan oleh sejumlah petugas setibanya mereka di loket imigrasi. Dokumen-dokumen perjalanan mereka diperiksa sebelum diputuskan bisa atau tidaknya memasuki wilayah Singapura.

Secara terpisah, kantor berita AFP memberitakan, dua staf media Korea Selatan telah dideportasi dari Singapura. Keduanya ditangkap aparat keamanan setempat karena secara ilegal memasuki kediaman duta besar Korea Utara di Singapura. Demikian pernyataan kepolisian Singapura, Minggu.

KOMPAS/BENNY DWI KOESTANTO

Suasana media center Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Amerika Serikat-Korea Utara menjelang pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di F1 Pit Stop Building, Singapura, Minggu (10/6/2018).

Singapura terkenal karena ketatnya penegakan hukum dan ketertiban, sementara media Korea Selatan dikenal karena kegigihan mereka. Dua pria berusia 42 dan 45 yang keduanya bekerja untuk Korea Broadcasting System (KBS) News, dituduh melakukan pelanggaran pidana.

Mereka diberi “peringatan keras” sebelum diusir pada Sabtu, kata polisi dalam sebuah pernyataan segera setelah pemimpin Korut, Kim Jong Un, mendarat di Singapura, Minggu siang. Dua orang lainnya bersama mereka, yakni staf KBS lain dan seorang penerjemah untuk media mereka, dinyatakan tidak melakukan pelanggaran apa pun. (BENNY DWI KOESTANTO (DARI SINGAPURA)/Harian KOMPAS).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*