Kenapa Maladewa Hadapi Indonesia Berebut Kursi di Dewan Keamanan PBB?

Sumber: dw.com

Maladewa ingin memperluas pengaruhnya di DK PBB untuk melawan kenaikan permukaan air laut. Negeri kepulauan yang nyaris tenggelam ini bersaing dengan Indonesia merebut kursi anggota tidak tetap dari kawasan Asia Pasifik.

New York, Baranews.co – Dengan tinggi daratan yang tidak melebihi 3 meter dan hampir 80% wilayahnya berada di kisaran 1 meter di atas permukaan laut, Maladewa adalah negeri yang paling terancam oleh pemanasan global. Sebab itu pula pemerintah di Malé berniat menggusur Indonesia sebagai calon anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020.

“Kami sedang membangun benteng pertahanan pesisir untuk memitigasi ancaman, tapi kami membutuhkan lebih banyak dukungan,” kata Ahmad Sareer, Menteri Luar Negeri Maladewa kepada kantor berita IPS.

Dalam proses pemilihan yang dilangsungkan (8/6), Maladewa akan banyak bergantung pada dukungan negara anggota Asosiasi Kerja Sama Regional Asia Selatan (SAARC). India juga dikabarkan telah menjanjikan suara bagi keanggotaan Maladewa di DK PBB. Adapun Indonesia diyakini sudah mengantongi dukungan ASEAN.

Maladewa mencalonkan diri pada 2016 dengan dalih keterwakilan yang rendah negara-negara kecil di DK PBB. Negeri yang berpopulasi beberapa ratus ribu penduduk itu juga pernah melamar keanggotaan tidak tetap pada 2008, kendati mengundurkan diri hanya beberapa pekan kemudian.

“Sepuluh tahun lalu Maladewa mencalonkan diri sebelum negara lain. Indonesia baru melamar dua tahun kemudian. Negara-negara lain tentu akan ikut mempertimbangkan hal ini,” kata Menteri Perikananan Mohamed Shainee kepada harian Maldives Independent. “Jadi meski kami terkadang berpikir kami terlalu kecil, semua negara berhak mendapat kesempatan,” imbuhnya.

Sebaliknya Indonesia sempat tiga kali menjabat anggota tidak tetap di DK PBB. Sejak tahun lalu Kementerian Luar Negeri sudah aktif menggalang dukungan negara anggota tetap dan di berbagai forum internasional, antara lain lewat Gerakan Non-Blok.

Dewan Keamanan PBB beranggotakan 15 negara, yaitu lima anggota tetap dan sepuluh anggota tidak tetap. Setiap tahun lima anggota tidak tetap dipilih ulang, sebagaimana untuk periode 2019-2020. [rzn/ap (IPS, Maldives Independent, CNN Indonesia, Kompas, Times of India)/dw.com/swh].

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*