Bom yang Akan Digunakan Teroris Riau Sama dengan di Surabaya

Empat bom aktif yang diamankan dari penangkapan tiga terduga teroris yang ditangkap di gelanggang mahasiswa Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (fisip) Universitas Riau pada Sabtu (2/6) sore, memiliki daya ledak yang cukup kuat, (high explosive).

Baranews.co – Empat bom aktif yang diamankan dari penangkapan tiga terduga teroris yang ditangkap di gelanggang mahasiswa Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (fisip) Universitas Riau pada Sabtu (2/6) sore, memiliki daya ledak yang cukup kuat, (high explosive).

Kapolda Riau Irjen Pol Nandang mengatakan empat bom yang telah dirakit itu rencananya akan dipakai terduga pelaku di gedung DPR RI dan DPRD Riau. Bom-bom itu memiliki daya leak sama dengan bom yang meneror Surabaya, Jawa Timur pada bulan lalul.

“Daya ledak persis sama yang ada [teror bom] di Surabaya karena bahan bakunya sama, sangat sensitif,”  ujar Kapolda Riau Irjen Pol Nandang dalam jumpa pers, Sabtu (2/6) malam.

Tiga terduga teroris masing-masing berinisial Z, D, dan K ditangkap tim gabungan di Gedung Gelanggang Mahasiswa, FISIP, Universitas Riau, pada sore harinya. Nandang menyatakan tiga terduga tersebut merupakan alumni dari kampus tersebut.

Terduga teroris berinisial Z alumni Pariwisata tahun 2005, D alumni Administrasi Negara tahun 2002 dan K alumni Ilmu Komunikasi tahun 2004, ini ternyata sudah terlacak tim Densus 88 sejak dua minggu yang lalu.

“Semula akan dilakukan penangkapan Jumat, tapi karena tidak dimungkinkan sehingga dilakukan hari Sabtu,” Jelas Nandang.

Dari tangan ketiganya, selain menyita empat unit bom rakitan siap pakai, polisi juga menyita sejumlah serbuk-serbuk bahan pembuat bom dari gelanggang mahasiswa FISIP Unri. Nandang menjelaskan ketiga terduga teroris itu sengaja menggunakan kampus untuk menutupi jejak mereka, terutama dalam merakit bom.

Pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah ketiga terduga teroris yang diamankan ini terlibat dengan jaringan yang sebelumnya seperti jaringan yang melakukan aksi penyerangan di Mapolda Riau (16/5) lalu.

“Kita masih melakukan pemeriksaan dan kita akan dalami apakah mereka ini terlibat dengan jaringan sebelumnya atau tidak,” kata Nandang.


Sementara itu, dikutip dari Antara, Rektor Unri Prof. Dr Aras Mulyadi menyatakan pihaknya tidak menduga adanya tindakan terkait teror di kampus universitas negeri di Kota Pekanbaru, Riau itu.

“Universitas Riau sangat menyayangkan karena tidak ada hal-hal yang mencurigakan selama ini. Apalagi kejadian yang mengarah ke teror ini,” kata Aras pada jumpa pers di Mapolda Riau, Pekanbaru, Sabtu malam.

Ia mengatakan pihak universitas tidak pernah mendukung tindakan yang berkaitan dengan terorisme di kampus tersebut.

“Karena itu, kami seluruh civitas academica sangat mengutuk tindakan yang menjurus ke teror ini,” kata Aras seraya memuji Polri yang telah mengungkap jaringan teroris di Kampus Unri. (cnnindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*