Tiga Skenario Jasa Marga Jika Terjadi Kemacetan Tol Palikanci Saat Mudik Lebaran

Sejumlah kendaraan pemudik memadati gerbang tol Cipali-Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (21/6). Memasuki H-4 lebaran, arus mudik di tol Cipali terpantau padat. (Sumber: kontan.co.id/ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Solo, Baranews.co – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) terus melakukan persiapan menyambut angkutan mudik lebaran di Tol Palimanan-Kanci (Palikanci). Volume lalu lintas Jalan tol sepanjang 24 kilometer (km) diperkirakan akan mengalami peningkatan 14% pada saat puncak arus mudik Lebaran 2018 dan tumbuh 24% pada saat arus balik.

Dalam mengantisipasi kemacetan panjang di jalan tol Palikanci ini pada saar arus mudik dan arus balik, Jasa Marga telah menyiapkan tiga skenario untuk mengurainya.

Adapun rata-rata volume lalu lintas harian jalan tol Palikanci pada kondisi normal tersebut mencapai 49.000 kendaraaan. Sehingga jumlah kendaraan yang akan melintas di tol ini saat puncak arus mudik pada H-6 diprediksi mencapai 57.000 kendaraan.

Sedangkan pada puncak arus balik yang diperkirakan pada H+3, jumlah kendaraan yang akan melintas diprediksi mencapai 61.000.

Reza Febriano, General Manager Jasa Marga Cabang Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) dan Palimanan -Kanci (Palikanci) mengatakan, berbagi macam rekayasa akan dilakukan perusahaan agar arus mudik dan balik lebaran tahun ini berjalan dengan baik. Secara umum ada empat layanan yang dipersiapkan yaitu transaksi, lalu lintas, konsumsi, dan rest area.

“Khusus untuk layanan lalu lintas , sudah kami koordinasikan dengan Kepolisian Jawa Barat untuk mengantisipasi bilamana terjadi kejadian khusus selama arus mudik dan balik Lebaran,” kata Reza, Jumat (31/5).

Bila lalu lintas kendaraan ke arah Kanci-Pejagan mengalami antrean panjang maka skenario pertama yang akan dilakukan adalah mengalihkan kendaraan keluar di akses Kanci.

Namun, jika pengalihan tersebut belum juga berhasil mengurai kepadatan maka kendaraan akan dikeluarkan lagi di Gerbang Tol Ciperna Barat ke jalan arteri melalui Kuningan.

Sementara skenario ketiga adalah kendaraan akan dikeluarkan dari Gerbang Tol Prumbon 2 melalui jalan kota Cirebon apabila antrean sudah mencapai sudah capai ke arah GT Ciperna Barat ini melalui pantura Cirebon menuju Jawa.

Sedangkan antisipasi puncak arus balik H+3, apabila di GT Palimanan terjadi atrian lebih dari 5 km maka akan dilakukan skenario lalu lintas.

Pertama, kendaraan akan kita keluarkan di GT Palimanan 1. Jadi pengalihan lalu lintas yang ingi keluar Jakarta bisa melaui jalan arteri Palimanan.

Jika antrean tetap bertambah panjang dan kendaraan yang dikeluarkan di GT Palimanan tidak bisa mengurai kemacetan maka kendaraan akan dikeluarkan lagi di GT Prumbon 1. Jadi pengalihan arus ke Jakarta melalui jalan arteri Prumbon Palimanan.

Bila kedua skenario itu juga tidak bisa mengurai kemacetan maka kendaraan yang mengarah ke Jakarta akan dikeluarkan melalui GT Ciperna Timur dan pengalihan kendaraan dilakukan melalui jalan arteri Jenderal Sudirman melalui bypass. (Dina Mirayanti Hutauruk/kontan.co.id/if).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*