‘Sukarno: Sistem Khilafah adalah Kemunduran Zaman’

Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Neng Dara Affiah mengatakan bahwa jauh-jauh hari Presiden ke-1 RI Sukarno telah berpandangan tentang baik dan buruknya penerapan sistem pemerintahan khilafah di masa modern.

Baranews.co – Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Neng Dara Affiah mengatakan bahwa jauh-jauh hari Presiden ke-1 RI Sukarno telah berpandangan tentang baik dan buruknya penerapan sistem pemerintahan khilafah di masa modern.

Dalam pandangan Sukarno, kata Dara, mencoba menerapkan sistem khilafah di masa modern merupakan suatu bentuk kemunduran.

“Sistem pemerintahan khilafah yang didengungkan Sukarno merupakan pemikiran mundur karena berilusi mengembalikan kejayaan di masa lalu untuk dihadirkan lagi di masa kini,” tutur Dara saat diskusi di Megawati Institute, Jakarta, Rabu (30/5).


Menurut Dara, sistem pemerintahan khilafah merupakan produk politik yang diterapkan di masa lalu. Dahulu, sistem khilafah memang cocok karena sesuai dengan jiwa zaman dan kondisi masyarakat. Sistem khilafah meraih kejayaan di zaman keemasannya.

Namun, merujuk dari pemikiran Sukarno sistem khilafah belum tentu bisa mencapai kejayaannya jika diterapkan di masa modern. Tidak semua yang cocok diaplikasikan di masa lalu dapat kembali diterapkan di masa kini. Tentu karena setiap masa memiliki jiwa zaman yang berbeda.

“Masa lalu punya cara dan logikanya sendiri sebagaimana masa sekarang dan masa depan mesti mempunyai cara dan logikanya tersendiri pula untuk menyongsong kemajuannya,” ucapnya.

Sukarno, lanjut Dara, berpandangan bahwa umat Islam mesti memiliki orientasi pada kemajuan. Kemajuan yang dimaksud yakni berupaya untuk memproduksi ilmu pengetahuan dan menciptakan pelbagai teknologi modern.

Dara juga mengatakan Sukarno ingin umat Islam di masa modern memiliki kewajiban untuk menyongsong ketertinggalannya. Tentu demi masa depan yang lebih baik bagi umat Islam itu sendiri.

“Menjadi muslim tidak hanya berasik-masyuk dengan pelbagai ritual keagamaan, tetapi sama pentingnya juga membangun kemajuan peradaban umat manusia,” katanya.

Dara mengatakan Sukarno pernah berujar bahwa umat Islam harus berani mengejar zaman. Itu merupakan satu-satunya langkah yang perlu ditempuh jika umat Islam ingin mengembalikan kejayaan di masa lalu. Bukan malah menerapkan kembali apa yang pernah diaplikasikan di masa lalu.

“Bukan kembali pada Islam yang dulu, bukan kembali pada ‘zaman khalifah, tetapi lari ke muka, lari mengejar zaman,” tutur Dara menirukan apa yang diucapkan Sukarno.

Dalam rangka memperingati hari kelahiran Sukarno, yakni pada 6 Juni, Megawati Institute menghelat rangkaian diskusi mengenai pemikiran Sukarno dalam aspek Islam. Rangkaian acara yang digagas Megawati Institute yakni Bung Karno dan Islam. Sejumlah akademisi turut serta dalam rangkaian acara diskusi.

Pada Kamis (24/5) lalu, Megawati Institute menghelat diskusi bertajuk Negara versus Khilafah dalam Pandangan Bung Karno. Kemudian pada Rabu (30/5), Megawati Institute kembali menghelat diskusi bertajuk Bung Karno Memandang Islam dan Ilmu Pengetahuan.

Megawati Institute akan menggelar puncak rangkaian acara bertepatan pada hari lahir Sukarno, yakni 6 Juni mendatang. (cnnindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*