Malaysia Berubah Dari Diktator ke Demokrasi yang Hidup

Anwar Ibrahim melambaikan tangan kepada massa setelah dibebaskan dari penjara (sumber: abc.net.au/AP: Andy Wong)

ANALISA -Oleh: Koresponden Asia Tenggara Adam Harvey

Ini adalah momen yang luar biasa.

Baranews.co – Seminggu lalu, kita tidak menduga bahwa Koalisi Pakatan Harapan akan memenangkan pemilu, apalagi bahwa Anwar Ibrahim akan dibebaskan, dan bahkan kemungkinan dua tahun lagi akan menjadi Perdana Menteri Malaysia berikutnya.

Setelah pembebasannya yang hingar bingar di Kuala Lumpur, Anwar sedang dalam perjalanan ke Istana untuk bertemu dengan Yang Dipertuan Agong Malaysia.

Dia akan memberikan jumpa pers kemudian dimana di akan menjelaskan apa yang ada dalam benaknya saat ini.

Hari Rabu malam akan ada pawai bagi para pendukungnya, sementara Perdana Menteri Mahathir Mohamad akan menggantikan para birokrat yang berasal dari rezim lama.

Ada perbedaan di Malaysia setelah pemilu dibandingkan sebelum pemilu dan warga lebih terbuka berbicara dengan media, dan media tiba-tiba bebas.

Banyak artikel sudah ditulis mengenai kehidupan politik dari kedua sisi.

Sebelumnya media dikuasai oleh pemerintah, dan sekarang tidak lagi, sekarang ada demokrasi yang hidup.

Saya kira Malaysia belum pernah merasakan hal tersebut sebelumnya.

Sebelumnya sudah berlangsung 61 tahun kekuasaan satu partai dan kediktaroran di bawah partai yang pernah dipimpin oleh Dr Mahathir sendiri, UMNO.

Semua itu sekarang sudah tidak ada lagi.

Negara ini sekarang tampaknya betul-betul menjadi negara demokratis, dan ini sangat mengesankan.

Banyak warga yang terbuka membicarakannya.

“Angin segar” demikian banyak orang berulang kali mengatakannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*