AKTIVITAS PRESIDEN: Presiden Jokowi Makan Siang Bersama Tokoh Lintas Agama

Presiden Joko Widodo mengundang para tokoh lintas agama untuk makan siang bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/5/2018). (Sumber: KOMPAS/ANITA YOSSIHARA).

Jakarta, Baranews.co –  Saat situasi dan kondisi keamanan masih belum pulih pascateror bom yang terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur, Presiden Joko Widodo mendadak mengumpulkan para tokoh bangsa dan lintas agama. Presiden mengajak para tokoh bangsa dan lintas agama untuk makan siang bersama di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta (16/5/2018).

Para tokoh bangsa dan lintas agama hadir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta sekitar pukul 12.30, di antaranya mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) beserta para anggota Dewan Pengarah lain, yakni Sudhamek dan Wisnu Baya Tenawa. Hadir pula Kepala BPIP Yudi Latif, penasihat BPIP Benny Susetyo, dan jajaran pengurus BPIP lainnya.

Sementara tokoh agama yang hadir di antaranya Imam Besar Masjid Istiqlal Nasarudin Umar dan Abdullah Syam (Islam), Ketua  PGI Henriette Hutabarat, Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo, Ketua Umum Asosiasi FKUB Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, Ketua Bidang Ideologi dan Kesatuan Bangsa PHDI Nyoman Udayana Sanggih, Kepala Sangha Theravada Indonesia Bhikku Pannavaro Mahathera, dan lainnya.

Para tokoh lintas agama itu sebelumnya menghadiri Silaturahmi Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila di Masjid Istiqlal Jakarta. ”Setelah pertemuan di Istiqlal berkenan menjamu kami makan siang di Istana,” kata Nasarudin seusai jamuan makan siang.

Dalam pertemuan tertutup selama satu jam itu, Presiden dan para tokoh lintas agama salah satunya membicarakan persoalan-persoalan bangsa terkini, termasuk terorisme. Para tokoh agama mendoakan agar pemerintah dan bangsa Indonesia segera keluar dari berbagai persoalan.

Pada kesempatan itu, menurut Nazarudin, Presiden juga meminta para tokoh agama untuk memberikan wawasan keagamaan yang lebih baik lagi kepada umat masing-masing. Sebab, semakin dalam pemahaman terhadap ajaran agama, umat akan semakin arif dan bijaksana.

Dalam pertemuan itu, Presiden didampingi sejumlah menteri, di antaranya Menko Polhukam Wiranto, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo. (ANITA YOSSIHARA/Harian KOMPAS).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*