Bara JP Kutuk Aksi Teror Surabaya

Ilustrasi (Sumber: dreamstime.com)

Jakarta, Baranews.co – Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) mengutuk keras aksi teror dengan bom yang menelan korban manusia di tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur, 13/5-2018.

Teroris meledakkan tiga bom beruntun dalam waktu yang berdekatan di Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya pada pukul 06.30 WIB, kemudian di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.30 WIB, dan di Gereja Pantekosta Jalan Arjuno Pukul 07.53 WIB.

Tindakan terorisme yang menewaskan 13 orang yaitu jemaat, warga, anak-anak dan anggota kepolisian merupakan perbuatan biadab yang tidak berperikemanusiaan. “Teror adalah kejahatan kemanusiaan yang harus dilawan,” kata Yayong Waryono, Sekjen Bara JP.

Sebagai kejahatan luar biasa, menurut Yayong, Indonesia bukan tempat bagi pelaku teror karena negeri ini adalah negara berdaulat yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Sedangkan teroris adalah orang-orang yang menghancurkan harkat dan martabat manusia.

Untuk itulah Yayong mendesak DPR dan Pemerintah agar segera merampungkan revisi UU No 15 Tahun 2013 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. “Kita terperangkap dalam lubang HAM, tapi mengabaikan nyawa warga negara yang jadi korban sia-sia akibat ulah teroris,” kata Yayong.

Pembahasan revisi UU Antiterorisme berlarut-larut sementara aksi-aksi teror terus menghantui masyarakat. “Kita perlu berkaca ke Malaysia dan Singapura yang menerapkan undang-undang secara keras terhadap aksi-aksi teror,” ujar Yayong. Malaysia menerapkan ISA (Internal Secutity Act) yaitu Akta Keselamatan Dalam Negeri yang diberlakukan sejak tahun 1960 yang memberikan kewenangan kepada pihak keamanan menahan terduga teroris tanpa peradilan.

Jika pelaku, penyandang dana dan ‘otak’ teroris tidak dijerat dengan hukum yang berat maka kejadian teror seperti di Markas Brimob dan terakhir di Kota Surabaya akan terus terulang. “Hanya hukum yang bisa menghentikan aksi-aksi teror,” kata Yayong mengingatkan (if)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*