Mi Instan untuk Sahur? Boleh Asal Jangan Pakai Bumbunya

Ketika sahur, kita biasanya ingin memakan makanan yang cepat disajikan untuk menghemat waktu. Oleh karena itu, mi instan selalu jadi menu andalan untuk makan sahur karena praktis. Tapi kalau terlalu sering dimakan selama Ramadan bisa berbahayakah?

Baranews.co – Ketika sahur, kita biasanya ingin memakan makanan yang cepat disajikan untuk menghemat waktu. Oleh karena itu, mi instan selalu jadi menu andalan untuk makan sahur karena praktis. Tapi kalau terlalu sering dimakan selama Ramadan bisa berbahayakah?

Makanan ini memang jadi andalan banyak orang dari berbagai kalangan. Mulai dari anak kost, keluarga, atau seorang pekerja yang tengah lembur. Mereka memanfaatkan mi instan untuk makan sahur.

Mi instan jelas sangat nikmat disantap dan menggugah nafsu makan seseorang. Terlebih kalau Anda terlambat bangun untuk makan sahur, sangat pas sekali mengolah mi instan. Karena metode masaknya cepat, yang cuma butuh waktu tiga menit saja.

Berdiri Sejak 1948, Ini Salah Satu Pabrik Mie Tertua di Surabaya

Nah, jika dikonsumsi terlalu sering, adakah dampak mi instan bagi kesehatan? Ketua Pergizi Pangan Profesor Hardinsyah menjelaskannya. Menurut dia, tak ada salahnya jika seseorang memilih makan mi instan. Namun syaratnya, mi instan harus dimasak dengan cara yang tepat dan ditambahkan asupan nutrisi lainnya yang bergizi.

“Boleh saja makan sahur dengan mi instan. Tapi dimasak dan dimakannya dengan cara sehat,” ujarnya saat dihubungi Okezone.

Lebih lanjut dia menerangkan, siasat yang benar saat Anda ingin makan mi instan dengan cara yang sehat. Setiap kali masak menu lezat ini, kombinasikan dengan bahan lainnya.

Misalnya, Anda makan mi instan harus ditambah sayuran hijau, wortel, sawi putih, kol, kembang kol dan sebagainya. Agar lebih nikmat dan dapat sumber protein, menyantap mi instan juga dapat ditambahkan telur atau irisan daging ayam atau sapi.

Berdiri Sejak 1948, Ini Salah Satu Pabrik Mie Tertua di Surabaya

Terlebih, Anda memanfaatkan kuah kaldu daging yang nikmat disantap dan tampak menggiurkan. Daripada menambahkan bumbu instan ke dalam mangkuk saji, yang bisa memicu bahaya bagi sistem pencernaan.

“Ya standar kan makan mi instan enak banget kalau ditambah telur, daging-dagingan, terus pakai sayuran sesuai selera. Kalau bisa bumbu mi dalam kemasan jangan digunakan karena rentan punya efek samping bagi kesehatan,” bebernya.

https: img.okeinfo.net content 2013 04 29 299 799247 ZZL9yitsGb.jpg

(Foto: Indomieseleraku)

Profesor Hardinsyah menegaskan, ketika sahur ingin menyantap mi instan, tentu ada jedanya. Batasi paling tidak satu minggu sekali konsumsi mi instan untuk menu sahur.

Jarak makan mi instan dalam satu minggu atau satu bulan, janganlah terlalu pendek. Tanpa sadar, beragam risiko bagi kesehatan akan menghampiri jika Anda keseringan makan mi instan tersebut. (okezone.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*