ASIAN GAMES 2018: Promosi Asian Games 2018 Dilakukan Secara Nasional

Ketua Inasgoc Erick Thohir (kiri) dan Deputi II Inasgoc Bidang Administrasi Pertandingan Francis Wanandi (tengah) ketika memberikan persentasi mengenai optimalisasi peran sponsor untuk promosi Asian Games 2018 di Jakarta, Kamis (3/5/2018). Inasgoc mengaku anggaran terbatas sehingga mereka harus berstrategi dengan memangkas anggaran promosi. Sebagai gantinya, mereka meminta sponsor turut membantu upaya promosi Asian Games 2018. Salah satu sponsor yang bersedia adalah Pocari Sweat yang melakukan promosi dengan menggelar kegiatan lari tingkat SMA di Palembang dan Jakarta, serta berjanji akan memeriahkan kegiatan arak obor Asian Games 2018 di 12 kota dari 54 kota yang dilewati obor tersebut. (Sumber: KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAH)

Jakarta, Baranews.co – Ruang lingkup muatan promosi Asian Games 2018 masih terlalu sempit. Promosi hanya terfokus pada keterlibatan dua kota penyelenggara, Jakarta dan Palembang. Untuk itu, jelang hitung mundur 100 hari pembukaan, strategi promosi akan diubah dengan lebih menonjolkan unsur Indonesia.

“Sekarang kami ingin memulai promosi Asian Games yang lebih nasional. Karena, sebelumnya kan kami hanya berkonsentrasi pada kota tempat bertanding, Jakarta dan Palembang,” ucap Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia (Inasgoc) Erick Thohir, Sabtu (5/5), di Jakarta.

Rencana itu merupakan strategi untuk menyebarluaskan semangat Asian Games ke seluruh pelosok Indonesia. Dengan lebih menyertakan embel-embel Indonesia, ajang itu dipercaya dapat lebih dirasakan seluruh masyarakat.

Menurut Erick, nasionalisasi dalam promosi itu dilakukan sesuai permintaan Presiden Joko Widodo. Presiden meminta hal tersebut dalam rapat terbatas, sehari sebelumnya, di Kantor Presiden, Jakarta.

Pengubahan itu akan diaplikasikan pada slogan dan bentuk desain yang terdapat dalam setiap promosi. Contohnya, poster ataupun iklan pada media akan menonjolkan warna merah dan putih. Sebelumnya, warna yang mendominasi adalah hijau, merah muda, ungu, kuning, dan jingga.

“Merah dan putih menjadi pertimbangan juga karena pembukaan Asian Games pada 18 Agustus 2018, berdekatan dengan perayaan kemerdekaan pada 17 Agustus nanti,” ucap Erick.

Meski demikian, pengubahan slogan dan desain tidak diaplikasikan pada logo. Sesuai peraturan Dewan Olimpiade Asia (OCA), ajang multicabang olahraga Asia itu harus menyertakan kota penyelenggara, bukan sebuah negara.

Strategi baru mulai digunakan pada penayangan iklan pada media cetak dan televisi mulai 10 Mei 2018. Erick mengatakan, penayangan iklan pada tanggal itu masih belum masif.

“Setelah piala dunia nanti baru iklannya dengan skala lebih besar. Karena kan biasa masyarakat Indonesia akan lupa kalau promosinya jauh-jauh hari. Mereka lebih ingat bila sudah mendekati ajangnya,” kata Erick.

Lewat lagu

Di sisi lain, Inasgoc akan gencar mempromosikan Asian Games melalui lagu. Pada 100 hari menjelang penyelenggaraan, Inasgoc akan mengeluarkan satu lagu. Setelah itu, pada 50 hari hitung mundur, akan dikeluarkan satu lagu lagi. Lagu-lagu itu akan dikumpulkan menjadi satu album yang rencananya dirilis jelang pembukaan.

Selain Inasgoc, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga mencoba membantu promosi Asian Games lewat lagu. Hal itu disampaikan Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto, pada rilis lagu “Bola Bola Bola” yang dibawakan trio Mic 3, Rabu (2/5), di Gedung Kemenpora.

Menurut Gatot, musik akan menjadi salah satu untuk menyebarluaskan Asian Games. “Untuk mendorong promosi. Hanya musik, yang dapat mempersatukan semua pihak,” katanya.

Gatot berharap, lagu yang dipromosikannya dapat meningkatkan animo terhadap suatu ajang. Seperti lagu “Waka Waka (This Time for Africa)” pada Piala Dunia Afrika Selatan 2010 lalu.

“Nanti lagu itu kan akan diputar ke 100 stasiun radio. Selain itu, akan kami putar juga di setiap nonton bareng Piala Dunia bersama Kemenpora. Harapannya lagu ini dapat menjadi alternatif promosi. Karena sebelumnya Presiden Joko Widodo belum puas dengan promosi Asian Games,” ucap Gatot. (KEL)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*