Perang Melawan Nelayan Ilegal Pulihkan Laut Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (Sumber: dw.com).

Upaya pemerintah mengusir nelayan ilegal berhasil memulihkan kondisi laut Indonesia dan memperbaiki daya saing nelayan domestik. Temuan tersebut sekaligus mematahkan kritik terhadap Menteri Susi Pudjiastuti.

Baranews.co – Kebijakan dramatis Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam memberantas pencurian ikan di laut Indonesia ternyata membuahkan hasil. Sebuah studi yang dirilis di jurnal ilmiah Nature Ecology & Evolution menunjukkan aktivitas nelayan asing di Indonesia menyusut sebanyak 90% dan aktivitas penangkapan ikan menurun 25% sejak 2014.

Akibatnya posisi Indonesia dalam daftar kawasan laut yang paling rentan oleh penangkapan ikan berlebihan membaik dari peringkat 15 pada 2013 silam menjadi 86 dari 95 negara pada 2016.

“Kebijakan anti penangkapan ikan ilegal milik Indonesia mencuri perhatian media dan spekulasi terkait dampaknya, tapi hingga kini tidak seorangpun mengevaluasi kebijakan tersebut,” tutur peneliti University of California, Reniel Cabral, kepada Mongabay.

Sejak 2014 pemerintah menenggelamkan 300 kapal nelayan. Kebijakan dramatis tersebut sempat dikritik lantaran dinilai hanya bersifat pertunjukan tanpa esensi. Namun studi yang dibuat Cabral dkk. membuktikan sebaliknya.

Menurut temuan peneliti, tanpa kebijakan tersebut nelayan ikan tuna misalnya akan kehilangan 59% tangkapan dan 64% keuntungan pada 2035. Namun berkat pengawasan ketat terhadap aktivitas penangkapan ikan, nelayan lokal akan menikmati peningkatan hasil tangkapan sebesar 14% dan keuntungan sebesar 12% pada 2035.

Kepada DW, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengakui kebijakan kementeriannya berhasil memperbaiki industri perikanan nasional. “Sejak kita perang melawan penangkapan ikan ilegal, ekspor kita naik terus. PDB (produk domestik bruto) Perikanan Indonesia dari tadinya nomor buncit sekarang nomor satu di Asia Tenggara. Ekspor kita naik. Impornya turun. Nilai tukar usaha perikanan juga naik menjadi 120 persen,” tuturnya.

Pemerintah saat ini sedang aktif mendorong nelayan domestik untuk melakukan ekspansi, antara lain dengan menyediakan 3.300 kapal baru dan mendistrubusikan 13.800 jaring ikan hingga 2019. Kapal-kapal tersebut sengaja didesain berukuran lebih kecil ketimbang kapal nelayan asing untuk mencegah penangkapan berlebih. [rzn/ap (mongabay, kompas, detik)/dw.com/swh].

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*