Tol Batang-Semarang Tersambung Jembatan Ikonik Senilai Rp 200 M

Sumber: detiknews/Dok. Jasa Marga

Jakarta, Baranews.co – Jembatan ikonik Kali Kuto yang akan menghubungkan jalan tol Batang-Semarang dirakit di tiga tempat, yakni Serang, Tangerang, dan Pasuruan. Jembatan ini mirip seperti jembatan Holtekamp di Papua.

“Kami perakitan di tiga tempat, Serang, Tangerang, dan Pasuruan,” ucap Direktur Utama PT Jasamarga Semarang-Batang Arie Irianto di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta Timur (17/4/2018).

Arie memaparkan jembatan tersebut dirakit di tiga tempat guna mempercepat waktu perakitannya. Sebab pihaknya menargetkan jembatan tersebut juga sudah bisa digunakan saat Lebaran nanti.

“Kita percepat lagi kita bagi tiga tempat unt perakitannya. Insyallah kita upayakan (digunakan saat Lebaran),” sambungnya.

Sementara itu, nilai pembangunan jembatan tersebut naik menjadi sekitar Rp 200 miliar dari sebelumnya hanya sekitar Rp 46 miliar.

“Kali Kuto itu jembatan khusus ikonik memang desain awal itu pakai besi biasa kalau nggak salah sekitar Rp 46 miliar. Kemudian ada perubahan dari BPJT untuk membuat suatu jembatan yang ikonik biayanya naik sekitar empat sampai lima kali,” tutupnya.

Material Jembatan Didatangkan dari Prancis

Jalan tol Semarang-Batang akan dihubungkan dengan jembatan Kali Kuto. Rencanannya, bahan material jembatan tersebut akan berasal dari Prancis.

Kerangka baja jembatan tersebut berasal dari Prancis. Namun, pihaknya juga akan menggunakan bahan lokal untuk pembangunan jembatan tersebut.

“Jembatan pelengkung baja dari Prancis. Bahan baku bajanya, selainnya lokal,” ungkap Arie.

Lebih lanjut, Arie mengatakan saat ini kerangka baja tersebut telah berada di Indonesia. Namun masih ada beberapa material yang masih dalam tahap pengiriman.

“Material (kerangka besi) sudah ada. Tapi ada kabel, hanger pelengkung ada hangernya masih dalam perjalanan karena ordernya dari bulan Januari,” imbuhnya.

Sementara itu, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perdagangan untuk memperlancar arus impor bahan material tersebut.

“Terkait impor materialnya kemarin kami sudah bersurat, berkoordinasi sama Kementerian PUPR, Kementerian Perdagangan, Pak dirjen bina marga juga sudah membuat surat ke Pak dirjen perdagangan luar negeri. Artinya jangan sampai masalah-masalah di customs atau cukai menghambat itu. Sekarang kita monitor perjalanan dari Eropa ke pelabuhan Tanjung Priok,” tutupnya. (ara/eds)/Puti Aini Yasmin – detikFinance/bh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*