LIGA INGGRIS: Tonggak ”Dinasti” Manchester City

Para pendukung City merayakan kemenangan klub setelah United kalah atas West Brom. (Sumber: BBC Indonesia/ANTHONY DEVLIN/PA).

Manchester, Baranews.co – Tidak ada sukacita atau perayaan berlebih dari Manchester City setelah dipastikan menjuarai Liga Inggris, menyusul kekalahan mengejutkan rivalnya, Manchester United, dari West Bromwich Albion, Senin (16/4/2018) dini hari WIB. City fokus menatap ke depan, yaitu membangun ”dinasti” kejayaan ala Pep Guardiola.

City meraih trofi Liga Inggris kelima dengan penuh gaya. Tidak ada tim lainnya, selain MU asuhan Sir Alex Ferguson di musim 2000-2001, yang mampu meraih trofi Liga Inggris secepat City di era modern. Padahal, kompetisi terglamor di dunia itu masih menyisakan lima laga.

Shaun Goater, mantan striker City, menilai skuad juara asuhan Guardiola itu adalah tim terbaik City yang pernah dilihat sepanjang hidupnya. ”City menjadi juara dengan gaya luar biasa. Mereka bermain cantik, sungguh total football sejati,” ujarnya seperti dikutip BBC.

Musim ini, City memberikan standar yang sangat tinggi di Liga Inggris. Mereka mendominasi seluruh komponen statistik kinerja di lapangan, yaitu mulai dari gol terbanyak, serangan paling aktif, kebobolan paling sedikit, hingga penguasaan bola terlama.

Berbagai rekor baru pun mereka ukir, salah satunya kemenangan beruntun di 18 laga Liga Inggris. City bahkan masih berpeluang menorehkan catatan istimewa lainnya sekaligus sejarah baru di lima laga tersisa. Mereka mengejar rekor menjadi tim pertama di Liga Inggris yang mampu mengumpulkan 100 poin.

Mereka hanya butuh tambahan 13 poin untuk meraih target itu sekaligus melewati rekor poin tertinggi milik Chelsea di musim 2004-2005. Saat itu, ”The Blues” yang diasuh Jose Mourinho, kini pelatih MU, tampil dominan serta mengukir 95 poin.

Namun, satu hal perlu dicermati. Liga Inggris dikenal sebagai liga yang sangat dinamis, sengit, dan sulit diterka juaranya. Tidak heran, dalam kurun satu dekade terakhir, tidak ada satu pun klub yang dapat mempertahankan gelar juara. Hanya MU ala dinasti Ferguson yang mampu melakukannya, yaitu terakhir kali pada musim 2006-2007, 2007-2008 dan 2008-2009.

Fenomena itu menjadi fokus perhatian Guardiola dan para pemain City. Diakui Guardiola, kiprah fenomenal City di Liga Inggris musim ini bakal sangat sulit diulangi musim depan. Tim-tim lain, seperti MU, Chelsea, Liverpool, dan Arsenal, bakal berbenah besar-besaran.

Menurut Vincent Kompany, kapten City, timnya tidak boleh mabuk juara. Mereka harus berupaya menjaga dahaga gelar jika ingin membangun dinasti kesuksesan di bawah arahan Guardiola, manajer yang menandai sepuluh tahun kariernya sebagai pelatih.

”Saya ingin melihat reaksi kami musim depan. Mempertahankan gelar bakal menjadi langkah hebat City lainnya. Saya ataupun kami (City) belum pernah bisa melakukannya,” ujar Kompany.

Pengalaman lima musim lalu menjadi bukti kecemasan Kompany. Pada musim 2011-2012, City larut dalam euforia dan pesta juara dengan mengakhiri dominasi panjang MU ala Ferguson. Trofi itu didapat dari persaingan sengit dengan MU hingga menit laga terakhir. Musim berikutnya, MU membalas, City meringis.

Namun, Martin Keown, mantan pemain di era ”the invincibles” Arsenal, meyakini, City memiliki kans besar mematahkan kutukan sejarah dan kembali menjadi juara pada musim depan. ”Guardiola adalah seorang pemenang berseri. Bersama dia, Anda bakal selalu berada di level berbeda. Ia senantiasa melakukan perubahan besar di setiap tim yang dilatihnya,” ujarnya.

Guardiola, pelatih asal Spanyol pertama yang menjadi juara Liga Inggris, memiliki rekor fantastis. Ia memenangi tujuh liga di sembilan musim kompetisi bersama tiga klub berbeda. City pun berharap mengikatnya dalam jangka waktu panjang guna membentuk dinasti emas ”The Citizens”. Kontrak Guardiola akan berakhir pada tahun depan.

City memiliki peluang kembali berjaya musim depan. Berkat serangkaian transfer, rata-rata usia pemain City adalah salah satu yang termuda di Liga Inggris saat ini, yaitu 26,5 tahun. (BBC/AFP/JON)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*