Film ‘Black Panther’ Catat Sejarah di Arab Saudi

Sekelompok pengunjung berpose di depan poster film "Black Panther" pada malam pemutaran perdana di bioskop AMC Magic Johnson Harlem 9 di Manhattan, New York, AS, 15 Februari 2018. (Sumber: VOA Indonesia/Reuters/dok).

Baranews.co – Film “Black Panther” telah memecahkan banyak rekor di dunia sinema. Meski telah dua bulan dirilis, film karya Ryan Coogler ini rupanya masih akan terus menorehkan sejarah.

Arab Saudi untuk pertama kali dalam puluhan tahun akan membuka bioskop yang terbuka untuk umum pada 18 April dan film mengenai jagoan Marvel itu akan menjadi film pertama yang diputar.

Berita ini muncul menyusul pengumuman bahwa bahwa jaringan bioskop AMC telah mendapat izin operasi dari kementerian kebudayaan negara Timur Tengah itu. Ini merupakan izin pertama yang dikeluarkan sejak larangan pendirian bioskop, yang sudah berlaku selama 35 tahun, dicabut Desember lalu.

Adam Aron, CEO dan Pimpinan AMC (kiri) dan Dr. Awwad Al-Awwad, Menteri Informasi dan Kebudayaan Arab Saudi, berpose dengan surat izin membuka dan mengoperasikan bisokop di Arab Saudi, 4 April 2018, di Los Angeles. (Foto: dok).
Adam Aron, CEO dan Pimpinan AMC (kiri) dan Dr. Awwad Al-Awwad, Menteri Informasi dan Kebudayaan Arab Saudi, berpose dengan surat izin membuka dan mengoperasikan bisokop di Arab Saudi, 4 April 2018, di Los Angeles. (Foto: dok).

Menurut rencana, jaringan bioskop terbesar di dunia ini akan memutar “Black Panther” ​di bioskop pertama mereka di Riyadh. Dalam lima tahun mendatang, AMC akan membuka 40 bioskop di 14 kota di Arab Saudi. Sejumlah pejabat pemerintah dan pengamat sinema memperkirakan, menjelang tahun 2030, Arab Saudi akan memiliki sekitar 350 bioskop dan meraup penjualan tiket tahunan sebesar 1 miliar dolar.

Sudah menjadi pengetahun umum bahwa masyarakat Arab Saudi adalah penggemar media dan budaya Barat. Namun, hal seperti itu harus dinikmati secara pribadi di rumah dan bukan di tempat terbuka. Negara itu pernah memiliki sejumlah bioskop pada tahun 1970-an , namun kemudian semuanya ditutup karena tekanan sejumlah ulama. Negara itu secara keras mempraktikan ajaran Islam Sunni dan masih ada dalam komunitas agama di negara itu yang menentang pengaruh film.

Kemungkinan besar, film-film yang akan ditayangkan disensor terlebih dahulu. Namun, tidak seperti kebanyakan tempat umum di Saudi, tidak akan ada pemisahan tempat duduk berdasarkan gender, perubahan besar bagi negara yang baru pada Juni mendatang mengizinkan perempuan berada di balik kemudi mobil.

Banyak pengamat mengatakan, perubahan-perubahan di Arab Saudi ini karena Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang sering menyerukan Islam yang lebih moderat. Ini juga merupakan bagian dari visi perombakan ekonomi negara itu untuk tahun 2030 yang akan mulai mendiversifikasi ekonominya dan mengurangi ketergantungan pada minyak.

Karena berbagai larangan di dalam negeri, warga Saudi yang mampu di masa lalu harus pergi ke luar negeri untuk mendapatkan hiburan. Kini dengan berdirinya bioskop dan tersedianya banyak tempat hiburan lain, uang yang mengalir ke luar negeri bisa ditampung di dalam negeri.

Untuk ukuran jumlah penduduk dan luas wilayah, Arab Saudi memang jauh lebih kecil dibanding China. Namun, sebagai negara yang relatif sangat muda yang haus akan hiburan Barat, kontribusinya untuk box office internasional akan terus berkembang pada tahun-tahun mendatang.

Masyarakat Arab Saudi boleh dibilang ketinggalan dalam menonton “Black Panther” ​. Namun itu tidak akan bertahan lama. Mereka akan bisa menonton T’Challa, Shuri dan tokoh-tokoh favorit mereka dari Wakanda kembali di layar lebar karena “Avengers: Infinity War” mulai dirilis 27 April mendatang. [ab/uh]/Sumber: movies.yahoo.com/cinemablend.com/VOA Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*