Apakah Kredit Pendidikan Setimpal dengan Gelar Sarjana?

Mendapatkan gelar sarjana perlu biaya besar. (Sumber: australiaplus.com/ABC News).

Ribuan mahasiswa di Australia akan merayakan kelulusan mereka bulan ini, banyak dari mereka akan menanggung utang ribuan dolar.

Oleh: Isabel Dayman

Baranews.co – Belum lama ini Presiden Joko Widodo meminta industri perbankan untuk mempertimbangkan kredit pendidikan atau pinjaman uang kuliah agar lebih banyak generasi muda bisa mengakses perguruan tinggi.

Program ini sudah lama diterapkan di negara-negara dimana biaya kuliah sangat mahal seperti Amerika Serikat dan Australia.

Pemerintah Federal Australia sedang meninjau untuk mengurangi batas pembayaran kembali bagi lulusan universitas lebih dari $10 ribu, artinya setiap orang yang berpenghasilan lebih dari $45 ribu setahun harus membayar kontribusi wajib.

Dengan kredit rata-rata di antara $20 ribu – $30 ribu, dan lebih tinggi untuk bidang spesialis seperti hukum atau kedokteran, muncul pertanyaan apakah gelar sarjana setimpal dengan utang ribuan dolar untuk mendapatkannya?

Beberapa indikator biaya-manfaat

The Good Education Group, sebuah layanan informasi pendidikan dan karir independen, mengatakan ada beberapa cara untuk menilai apakah sebuah gelar akan terbayar.

“Banyak mahasiswa berpikir tentang tingkat penerimaan kerja dan median gaji awal lulusan universitas sebagai alasan pertama untuk masuk universitas,” kata Kepala Data dan Analisis Ross White.

“Data terbaru yang tersedia menunjukkan tingkat pekerjaan lulusan rata-rata secara keseluruhan untuk mahasiswa adalah sekitar sekitar 70 persen – itu di semua universitas.”

“Angka-angka itu tampaknya menunjukkan bahwa pasti ada banyak pilihan bagi mahasiswa dengan gelar.

“Dengan gaji awal… mulai dari $50 ribu di RMIT di Melbourne hingga $61 ribu sebagai gaji awal dari University of Southern Queensland.

“Gaji awal rata-rata nasional adalah $56 ribu.”

Beberapa manfaat, tetapi tidak ada jaminan jangka panjang

White mengatakan tidak mungkin untuk mengatakan apakah gelar sarjana bernilai uang dalam jangka panjang.

Itu semua tergantung pada data yang tersedia di pasar kerja.

“Saat ini, tidak ada data nasional dan publik yang tersedia yang mengatakan, ‘lima tahun, 10 tahun, 15 tahun pasca universitas, ini adalah apa yang telah Anda capai, ini adalah seberapa baik Anda bekerja, ini adalah berapa banyak uang yang Anda hasilkan,'”kata ia.

“Logistik untuk menangkap informasi itu cukup sulit – ini adalah pekerjaan yang sedang berjalan.

“Mampu melihat kembali [dan bertanya] berapa banyak uang yang Anda hasilkan, apakah itu cukup untuk membenarkan berapa banyak yang Anda habiskan di universitas … itu akan sangat berharga.”

Namun Ketua Career Development Association of Australia (CDAA) Wanda Hayes mengatakan ada beberapa manfaat nyata yang dinikmati oleh lulusan universitas.

“Kenyataannya banyak lulusan dari universitas akhirnya masuk ke pekerjaan level awal yang tidak selalu lebih tinggi daripada yang mereka dapatkan tanpa gelar mereka,” katanya.

“Tetapi kita tahu bahwa begitu Anda masuk [beberapa institusi], ada batas atas yang dapat Anda lewati jika memiliki gelar, yang tidak dapat Anda lewati jika tidak memiliki gelar.”

Hayes juga mengatakan mereka dengan gelar umumnya memiliki tingkat pengangguran yang lebih rendah – yang berarti lebih banyak uang.

Lulusan universitas pada wisuda di University of South Australia.
Lulusan universitas pada wisuda di University of South Australia, 10 April 2018. (ABC News: Isabel Dayman).

Pilihan studi lainnya tersedia

Pakar pendidikan dan karier setuju bahwa ada lebih banyak hal di universitas daripada hanya memaksimalkan potensi penghasilan di masa depan.

“Saya pikir ada mitos di masyarakat bahwa gelar adalah tiket otomatis untuk pekerjaan bergaji tinggi, dan itu tidak benar,” kata presiden CDAA Wanda Hayes.

“Gelar sangat jarang membuat Anda menjadi pekerja bergaji tinggi – apa yang membuat Anda mendapatkan pekerjaan dengan kualitas lebih baik dan bergaji tinggi adalah pengalaman, dan jenis sikap dan kualitas pribadi yang tepat.”

“Mungkin ada risiko dalam beberapa kasus untuk mengambil gelar tanpa ide nyata tentang apa yang ingin Anda lakukan dengan itu – yang selalu akan menjadi risiko finansial.

“Bagi orang muda yang tidak yakin, mungkin lebih layak melakukan sesuatu yang lain sebelum mereka mulai kuliah.

“Lebih mahal untuk mendapatkan gelar daripada mendapatkan pengalaman kerja.”

Beberapa orang sarjana baru pada perayaan wisuda
Mahasiswa University of South Australia pada perayaan wisuda, 10 April 2018. (ABC News: Isabel Dayman).

Jadi, apakah gelar sarjana setimpal dengan utang?

Ross White mengatakan iya – jika Anda melakukan sesuatu yang Anda sukai.

“Saya pikir itu adalah pertanyaan mahasiswa yang menimbang apa yang mereka inginkan dari karir lebih dari apapun, gaji awal dan tingkat kerja lulusan universitas bukan segalanya dan penentu semuanya,” katanya.

“Jika mahasiswa berkomitmen dengan apa yang ingin mereka lakukan dan mereka memilih jurusan yang tepat dengan universitas yang tepat, maka itu sangat berharga.”

“Jika Anda masuk universitas karena Ibu dan Ayah, kakak Anda, teman-teman masuk, Anda tidak punya alasan untuk masuk. Lalu pikirkan tentang pilihan Anda yang lain karena ada banyak jurusan kejuruan yang bagus di luar sana.”

Michael, seorang lulusan jurusan bisnis dan properti mengatakan dia yakin gelarnya akan sangat bernilai.

“Untuk menjadi penilai properti berlisensi, saya harus punya gelar,” jelasnya.

“Itu salah satu utang termurah yang bisa kita miliki sepanjang hidup … jadi itu tidak terlalu membebani.”

Natalie, seorang lulusan akuntansi berpikir lain.
“Sejujurnya, saya pikir tidak banyak yang kita lakukan di universitas adalah apa yang kita lakukan di dunia kerja,” katanya.

“Saya tidak berpikir [gelar] sangat berharga, tapi saya tidak tahu, kita harus lihat apa yang terjadi setelah ini.” australiaplus.com/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*