Pergeseran Usia Penderita Diabetes karena Gaya Hidup

Pergeseran usia penderita diabetes yang kini makin banyak dialami oleh orang muda dikarenakan gaya hidup tidak sehat. Faktor lain yang memengaruhi ialah adanya genetika yang diwariskan dari orang tua kepada anaknya.

“Kembali ke pola lingkungan yang mendorong faktor gen muncul jadi lebih cepat,” kata ahli endokrin metabolisme dan diabetes dr Em Yunir SpPD-KEMD di Jakarta, Jumat (13/4).

Em Yunir yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Perkumpulan Endokrinologi Indonesia menjelaskan seorang anak berisiko lebih besar diwariskan penyakit diabetes kalau mempunyai kedua orang tua dengan penyakit diabetes. Apalagi, dia menambahkan, anak tersebut juga memiliki kakek dan nenek yang juga menderita diabetes.

Sementara gaya hidup seseorang memengaruhi kapan seorang dengan risiko keturunan diabetes tinggi bisa mengidap penyakit tingginya gula darah tersebut. “Kalau gen sudah ada, kalau lifestyle-nya jelek, diabetesnya akan muncul usia 30, kalau umpamanya lifestyle-nya bagus, gen itu akan memunculkan diabetes mundur bisa sampai 40 tahun,” kata dia.

Yurin menjelaskan seseorang dengan risiko diabetes besar dari keturunannya harus melakukan upaya lebih dalam pencegahan munculnya diabetes. Dia menyampaikan bahwa penyakit diabetes akibat genetika tidak bisa dihindari karena merupakan warisan.

Dia mengatakan diabetes termasuk penyakit metabolik yang memerlukan aktivitas fisik untuk membantu penyembuhan. Yurin menyebut separuh dari pengobatan penyakit diabetes ialah dengan olahraga.

Idealnya, seseorang melakukan aktivitas fisik sebanyak 150 menit dalam satu minggu yang terbagi menjadi tiga atau empat kali.

Sumber : Antara

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*