Segera ke Dokter! Ini 5 Gejala dan Tanda Usus Buntu Pecah

Penyakit usus buntu atau apendisitis adalah suatu kondisi yang menyebabkan peradangan pada usus buntu. Jika tidak diobati, bisa jadi usus buntu akan pecah, yang dapat mengancam jiwa dan menyebabkan kematian. Meski tidak semua kasus usus buntu menyebabkan usus buntu pecah, semakin lama kondisinya tidak terkendali, semakin besar risikonya. Berikut adalah beberapa gejala atau tanda dari usus buntu pecah.

Baranews.co – Penyakit usus buntu atau apendisitis adalah suatu kondisi yang menyebabkan peradangan pada usus buntu. Jika tidak diobati, bisa jadi usus buntu akan pecah, yang dapat mengancam jiwa dan menyebabkan kematian. Meski tidak semua kasus usus buntu menyebabkan usus buntu pecah, semakin lama kondisinya tidak terkendali, semakin besar risikonya. Berikut adalah beberapa gejala atau tanda dari usus buntu pecah.

Gejala dan tanda usus buntu pecah

 1. Sakit perut yang tak tertahankan

Usus buntu biasanya menyebabkan rasa sakit parah yang membentang dari pusar ke sisi kanan bawah perut. Meskipun ini tidak selalu berarti usus buntu pecah, Anda mungkin perlu melakukan tes pencitraan, seperti CT scan untuk memastikannya. Orang dengan usus buntu pecah akan mengalami sakit perut yang semakin parah. Terlebih saat Anda melakukan hal-hal seperti berjalan, batuk, atau melewati polisi tidur di dalam mobil, seluruh dinding perut Anda bisa meradang. Jika ini gejala yang Anda rasakan, usus buntu mungkin akan hampir pecah atau mungkin sudah pecah.

2. Demam

Gejala demam umum terjadi pada orang yang buntunya pecah. Ini karena demam merupakan respon kekebalan tubuh yang normal terjadi saat melawan infeksi dan sedang berusaha mengurangi jumlah bakteri yang menyerang tubuh. Gejala demam dapat berupa suhu tubuh yang mencapai lebih dari 38,3 derajat Celsius, menggigil, dan adanya peningkatan denyut jantung pada pasien.

3. Mual, muntah, dan tidak nafsu makan

Radang usus buntu terkadang berdampak pada saluran pencernaan dan sistem saraf yang menyebabkan mual dan muntah. Anda juga tentu jadi tidak nafsu makan ketika sistem pencernaan tidak beres.

4. Sering buang air kecil

Letak usus buntu lebih rendah di panggul, sehingga posisinya cukup dekat dengan kandung kemih. Ketika kandung kemih bersinggungan dengan usus buntu yang meradang, kandung kemih juga akan meradang. Akibatnya, Anda akan lebih sering buang air kecil dan mungkin terasa menyakitkan.

5. Linglung atau gelisah

Jika Anda bingung atau mengalami disorientasi (linglung) yang disertai dengan gejala usus buntu lainnya, ini mungkin pertanda infeksi usus buntu semakin memburuk. Bakteri yang menginfeksi usus buntu Anda kemungkinan sudah masuk ke peredaran darah yang dapat menyebabkan sepsis atau keracunan darah.

Sepsis terjadi karena zat kimia dari sistem imun tubuh yang masuk ke dalam pembuluh darah untuk melawan infeksi memicu respon peradangan di dalam tubuh. Hal ini bisa berakibat fatal. Infeksi bisa semakin memburuk dan menghabiskan banyak oksigen, sehingga otak tidak mampu dan tidak dapat berfungsi dengan normal.

Berapa lama usus buntu akhirnya akan pecah?

Pecahnya usus buntu biasanya terjadi setelah 24 jam pertama setelah gejala-gejala awal usus buntu muncul. Namun, risiko akan semakin meningkat terutama pada 48-72 jam setelah gejala.

Tanda pertama biasanya adalah rasa sakit yang samar di sekitar pusar. Saat peradangan berkembang, rasa sakit bergerak ke arah sisi kanan tubuh, biasanya ke arah pinggul. Gejala lain yang berkembang selama 24 jam berikutnya mungkin termasuk mual, muntah, dan demam. Dalam beberapa kasus pasien juga mungkin mengalami perut bengkak, sakit punggung, atau bahkan sembelit.

 

(okezone.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*