KORUPSI KTP ELEKTRONIK: Nama Minuman Jadi Kode Pembagian Uang

KPK Tahan Keponakan Setya Novanto – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi, usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/3).Sebelumnya Irvanto yang merupakan keponakan Setya Novanto, menjalani pemeriksaan perdana selama empat jam sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik. Irvanto saat ini di tahan di RuangTahan KPK Guntur, Jakarta. (Sumber: KOMPAS/ALIF ICHWAN).

Oleh: RIANA AFIFAH

Jakarta, Baranews.co – Sebagian uang berputar lintas negara melalui jasa penukaran uang dari pemilik PT Biomorf Mauritius Johannes Marliem ke keponakan Novanto, yang kini berstatus tersangka dalam perkara korupsi kartu tanda penduduk elektronik, yaitu Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. Nama minuman keras pun menjadi kode untuk menyamarkan tujuan pembagian uang dari Irvanto.

Di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (12/3), jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan kembali Manajer Pemasaran PT Inti Valuta Riswan alias Iwan Barala untuk dikonfrontasi dengan anak buah Irvanto, yaitu Ahmad. Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Yanto, Ahmad mengakui mengambil uang dari Iwan atas perintah Irvanto.

Pernyataan tersebut mengonfirmasi kesaksian Iwan saat Senin (5/3), sekaligus mementahkan ucapan Irvanto pada kesempatan yang sama. ”Saya ditelepon Pak Irvanto, katanya, ada orang mau kirim barang ke Menara Imperium (kantor PT Murakabi Sejahtera). Lalu ada orangnya Pak Iwan kasih amplop coklat dan tanda terima,” kata Ahmad.

Penerimaan tersebut, lanjut Ahmad, terjadi sebanyak tiga kali. Total yang diterimanya diperkirakan sekitar 2 juta dollar AS. Pada penerimaan ketiga, Irvanto memberi tahu Ahmad, uang tersebut untuk politisi Senayan.

”Yang ketiga bagaimana prosesnya?” tanya jaksa KPK, Ahmad Burhanuddin.

”Jadi, ada sisa uang kurang 1 juta dollar AS. Malam hari, saya kirim ke Pak Irvanto dan dibilang untuk Senayan. Beliau juga bilang ada kode merah, kuning, dan biru yang ada di amplop dan harus diganti dengan nama minuman, Pak. Untuk merah itu Mc Guire. Kuning, Chivas Regal,” jawab Ahmad.

”Ada yang black label?” tanya Burhanuddin, yang dijawab lupa oleh Ahmad.

Penukaran valas

Iwan membenarkan, tetapi tak mengetahui adanya perubahan kode tersebut. Namun, uang tersebut berjumlah 3,5 juta dollar AS. Uang diperoleh melalui penukaran valuta asing dengan modus berbisnis antar-perusahaan.

Mengenai perputaran uang tersebut, mantan Ketua Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, yang dihadirkan jaksa sebagai saksi ahli, menjelaskan, modus perputaran uang melalui valuta asing ini bisa masuk kategori pencucian uang. Ada tiga unsur dalam tindak pidana pencucian uang, yaitu placement, layering, dan integration.

”Perputaran uang lintas negara seperti ini memang menjadi modus cuci uang. Ada yang disebut memanfaatkan perusahaan seolah berbisnis tanpa perusahaannya tahu dimanfaatkan,” kata Yunus. Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*