Go-jek, Grab, dan Uber Menghentikan Rekrutmen Driver

Pengemudi ojek online beroperasi di Jakarta, Kamis (25/1). GrabPay milik Grab akhirnya mengantongi izin Bank Indonesia sebagai platform pembayaran. Di antara teknologi finansial (tekfin) ancaman terbesar bagi transaksi ritel perbankan bukan dari usaha rintisan tekfin, melainkan perusahaan digital yang sudah mapan kemudian membangun tekfin seperti Grab. Contoh lain perusahaan mapan yang sudah membangun tekfin adalah Go-Jek melalui GoPay. (Sumber: KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Jakarta, Baranews.co – Pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara atau moratorium rekrutmen pengemudi transportasi online. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi tentang angkutan berbasis aplikasi di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemhub Budi Setiyadi mengatakan, keputusan pembatasan jumlah pengemudi transportasi online dilakukan karena saat ini pertumbuhan jumlah pengemudinya sangat cepat. Data yang dimiliki Kemhub menunjukkan, jumlah pengemudi yang dimiliki satu perusahaan penyedia aplikasi mencapai 175.000 orang, meningkat 9.000 orang dalam 3 minggu,

Angka ini juga jauh melampaui kuota 36.510 pengemudi yang ditetapkan Kemhub beberapa waktu lalu. “Karena cepatnya pertumbuhan itu, tadi rapat memutuskan menghentikan sementara waktu penerimaan pengemudi baru,” katanya (12/3).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, keputusan penghentian akan dilakukan di seluruh daerah. Langkah itu diambil demi menyelamatkan pengemudi taksi online yang sudah ada.

Maklum saja, jumlah pengemudi taksi online yang tidak dibatasi bisa memicu persaingan ketat antar pengemudi. Bahkan, dengan kondisi tersebut, sopir bisa saja tidak mendapatkan order sama sekali. “Jadi kasihan, karena jumlah pengemudi terlalu banyak, kompetisi menjadi ketat, mendapatkan order juga akan semakin sulit, kalau itu terjadi, mereka mau dapat apa,” katanya.

Budi berharap, keputusan penghentian untuk sementara waktu perekrutan sopir taksi online tersebut bisa dipatuhi oleh para penyedia layanan taksi online. “Soal sampai kapan pemberlakuannya, tunggu ketetapan selanjutnya,” katanya. (Tane Hadiyantono/kontan.co.id/bh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*