AS ROMA VS SHAKHTAR DONETSK: ”Serigala Roma” Ajak Shakhtar Bermain Cepat

Bek sayap AS Roma, Alessandro Florenzi, menghadiri konferensi pers di Roma, Senin (12/3), menjelang laga kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Shakhtar Donetsk di Stadion Olimpico, Roma, Rabu dini hari WIB. (Sumber: KOMPAS/AP PHOTO/ANSA/ANGELO CARCONI).

Roma, Baranews.co – AS Roma tidak mau mengulang kesalahan saat melawan Shakhtar Donetsk pada laga kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (14/3) dini hari WIB, di Stadion Olimpico, Roma. ”Serigala Roma” bertekad akan mengajak tamunya dari Ukraina itu untuk bermain dengan tempo tinggi.

”Kami harus menunjukkan gaya bermain kami yang cepat. Tempo permainan harus ditingkatkan,” kata bek sayap Roma, Alessandro Florenzi, seperti dilansir laman UEFA, Senin (12/3).

Jika Roma bisa mencetak gol lebih dahulu, Florenzi tetap tidak ingin timnya merasa cepat puas dan lantas mengendurkan tempo permainan.

Agresivitas selama 90 menit inilah yang menjadi kunci bagi Roma untuk membungkam Shakhtar. Hal itu tidak dimiliki Roma pada laga pertama, tiga pekan lalu, di Stadion OSK Metalist, Kharkiv. Pada laga itu, Roma kalah 1-2 karena kehilangan konsentrasi pada babak kedua dan kebobolan dua gol.

Begitulah karakter Shakhtar yang diperkuat sejumlah pemain berbakat asal Brasil. Jika lengah sedikit saja, para pemain Shakhtar akan mengambil alih kendali permainan. Untuk berjaga-jaga, Roma ingin memasukkan gol sebanyak-banyaknya ke kandang Shakhtar. Sebetulnya, Roma hanya butuh kemenangan 1-0 untuk bisa melaju ke perempat final. Namun, sangat riskan jika hanya mengandalkan keunggulan satu gol.

Artinya, para penyerang Roma dituntut bekerja keras dan memiliki ketajaman ekstra untuk mendongkrak produktivitas gol. Roma bisa sedikit lega karena penampilan mereka di Serie A dalam dua laga terakhir cukup meyakinkan. Mereka bisa menumbangkan Napoli, 4-2, dan membantai Torino, 3-0.

Mereka sudah punya bintang baru asal Turki, Cengiz Under, yang tampil impresif dan konsisten dalam beberapa laga terakhir. Selain itu, ketajaman striker Edin Dzeko mulai pulih.

Namun, sosok vital yang bakal menjadi senjata utama Roma adalah gelandang Radja Nainggolan. Pemain asal Belgia ini berkontribusi dalam tiga gol Roma pada dua laga terakhir. Nainggolan sangat lihai memancing pemain lawan untuk mengejarnya. Jika lawan sudah terpancing meninggalkan posisinya, Roma akan memiliki ruang untuk dieksploitasi.

Menurut Pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco, mempertahankan tren positif saat menghadapi Shakhtar bisa mudah dilakukan asal skuad Serigala Roma mendapat dukungan penuh dari para penonton. Mereka beruntung bisa bermain di Stadion Olimpico pada laga kedua ini.

”Kontribusi fans Roma sangat krusial untuk laga besok. Saya harap mereka bisa menjadi pemain ke-12 kami,” kata Di Francesco.

Suporter diharapkan terus memberikan semangat, terutama ketika pemain Roma melakukan kesalahan. Dukungan itu sangat diharapkan karena Roma ingin menuntaskan dendam mereka terhadap Shakhtar. Pada tahun 2011, kedua tim pernah bertemu di babak 16 besar Liga Champions, dan Shakhtar yang melaju ke perempat final.

Peran Marlos

Jika Roma memiliki Nainggolan, maka Shakhtar memiliki Marlos yang mampu menjadi arsitek di lini tengah. Marlos merupakan sosok penting yang mampu membuat Shakhtar bisa melangkah sejauh ini di Liga Champions.

Di mata Pelatih Shakhtar Paulo Fonseca, Marlos memiliki sentuhan ajaib. Gelandang serang kelahiran Brasil yang kini berkewarganegaraan Ukraina itu sudah mengoleksi dua gol dan dua asis di Liga Champions musim ini.

Di Liga Ukraina, Marlos baru saja meraih penghargaan sebagai pemain terbaik bulan Februari setelah mencetak empat gol dan melakukan tiga asis dalam tiga laga. ”Namun, pencapaian tim lebih penting bagi saya,” ujar pemain berusia 29 tahun itu.

Di Olimpico nanti, Marlos bisa saja kembali mengancam gawang Roma yang dijaga Alisson seperti pada laga pertama lalu. Namun, akan lebih berbahaya lagi jika Marlos dengan leluasa bisa memberi umpan kepada striker Facundo Ferreyra atau gelandang asal Brasil lainnya, Fred. Mereka akan menjadi momok bagi pertahanan Serigala Roma yang dikomandoi Federico Fazio. (AP/AFP/DEN)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*