Agar Hubungan Bebas dari Perselingkuhan

Dari sekian faktor langgengnya sebuah hubungan, kesetiaan dan kepercayaan memang terbilang penting, apalagi hubungan suami istri. Namun godaan untuk tak setia memang tak jarang ada atau biasa disebut dengan selingkuh.

Baranews.co – Dari sekian faktor langgengnya sebuah hubungan, kesetiaan dan kepercayaan memang terbilang penting, apalagi hubungan suami istri. Namun godaan untuk tak setia memang tak jarang ada atau biasa disebut dengan selingkuh.

Sebelum terjadi, orang patut melakukan berbagai cara agar pasangan tak terjerumus dalam perselingkuhan. Menurut psikolog Mira Amir, perselingkuhan bisa dicegah dengan bersikap waspada.

“Perselingkuhan dapat dicegah, yaitu dengan tetap waspada,” kata Mira saat dihubungi CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Mira menjelaskan bahwa kewaspadaan iyang dimaksud ialah tak memberikan celah pada perbuatan yang menjurus ke perselingkuhan. Ia memberikan contoh antara lain kualitas komunikasi yang kurang atau memburuk, penyelesaian konflik yang tidak efektif, serta kualitas afeksi yang kian hambar akibat keletihan atau kejenuhan.

Sikap waspada bukan berarti terus mengawasi dengan siapa pasangan menjalin komunikasi atau ke mana ia pergi. Orang sebaiknya konsisten mengkomunikasikan berbagai hal, tak hanya hal-hal buruk tapi juga yang baik.

“Selain itu, masing-masing pasangan harus sadar untuk tidak ‘take it for granted’ terhadap pasangannya,” tambahnya.

Belajar dari mereka yang sudah berpengalaman atau menjalin relasi lebih lama memang ada baiknya. Namun, kata Mira, kadang orang tidak memahami tipe pasangan dan menyamakan dengan pasangan lain sehingga hubungan bisa renggang.

Ia menuturkan penting bagi para pasangan untuk dapat mengetahui ‘love language’ atau bahasa kasih masing – masing pasangan.

“Kadang pasangan suka memakai ‘kamus’ orang lain untuk menyenangkan pasangannya, padahal belum tentu pasangannya senang dengan perlakuan yang berasal dari ‘kamus orang lain’ tersebut,” jelasnya.

Tak selalu orang ketiga

Akhir-akhir ini media sosial diramaikan dengan berbagai video terkait perselingkuhan. Salah satu video yang cukup ramai ialah seorang istri yang menghujani selingkuhan sang suami dengan uang. Video tersebut cukup mencuri perhatian bahkan orang-orang seakan berlomba membuat versi parodinya.

Fenomena ini mau tidak mau membuat pihak yang disebut ‘orang ketiga’ sebagai biang kerok. Padahal, kata Mira, perselingkuhan tak selalu disebabkan oleh munculnya orang ketiga dalam hubungan.

“Selingkuh itu bentuknya dapat dibilang sebagai orang ketiga, tapi prakteknya, orang ketiga itu bukan hanya orang namun ada hal lain yang tergantikan dari pasangannya itu,” katanya.

Ia menjelaskan, hal lain yang bisa ‘menggeser’ pasangan biasanya pekerjaan atau hobi. Pasangan yang workaholic atau punya hobi yang sulit diterima mengakibatkan berkurangnya interaksi yang intensif antarpasangan. Kurangnya interaksi berdampak pada turunnya kualitas hubungan pernikahan.

Mira menambahkan, faktor lain yang jadi penyebab orang berselingkuh ialah niat berselingkuh, gaya hidup dan gengsi.

“Akibat gengsi juga bisa jadi selingkuh, misalnya takut dibilang sebagai suami yang masuk dalam ikatan suami takut istri, jadi supaya tidak dianggap ‘payah’ jadinya suaminya selingkuh,” tutupnya.

 

(cnnindonesia.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*