Gadis Brisbane Ini Pilih Jadikan Truk Sebagai Rumah

Chrissie Junge telah membuat beberapa modifikasi pada rumah berjalannnya. (Sumber: australiaplus.com/Instagram: brisbanegirlinavan).

Oleh: Patrick Williams

Brisbane, Baranews.co – Tinggal di kota besar tanpa harus mengeluarkan uang untuk menyewa rumah? Terdengar mustahil memang, tapi ternyata mungkin saja jika anda tinggal di dalam sebuah truk.

Chrissie Junge telah mengubah gagasan kepemilikan rumah di dalam pikirannya, sebaliknya dia memilih tinggal di mana saja di kota Brisbane, Queensland di bak belakang truk Mazda T600 tahun 2000 miliknya.

Truk yang dijuluki Harry, mengikuti nama pria darimana dia membeli truk tersebut, menjadi pilihan Chrissie Junge sambil dia mempertahankan pekerjaannya sebagai manajer ritel dengan mengubah kendaraan seharga $ 13.000 (sekitar Rp139 juta) menjadi rumah mobil yang berfungsi penuh, dan lengkap dengan toilet, shower, serta dapur kecil.

“Kemudian saya akan berhenti dari pekerjaan saya dan pergi berkeliling Australia. Saya akan mengambil waktu sebanyak yang saya mau,” kata Chrissie Junge.

“Saya akan menemukan pekerjaan sebagai bartender dan pemetik buah di mana saja, bertemu dengan banyak orang, melihat banyak hal, dan bersenang-senang.”

Dia telah mendokumentasikan perjalanannya sejauh ini di Instagram dan dengan sebuah blog.

Pada saat ini tidak terlalu banyak yang ada di dalam truk itu – hanya ada tempat tidur ganda, beberapa jendela, dan kulkas kecil yang didukung oleh baterai yang kadang tidak dapat diandalkan.

Sampai dia memiliki toilet dan pancuran yang terpasang, Junge menggunakan keanggotaannya di sebuah gym besar untuk menggunakan fasilitas kamar mandi mereka dimanapun dia berada.

Akan menghemat banyak uang

Setelah bekerja setiap hari, Chrissie Junge akan memarkir truknya di salah satu dari sedikit lokasi parkir di sekitar Brisbane.

“Saya mungkin memiliki sekitar empat tempat parkir favorit dan kemudian banyak tempat lain yang akan saya jalani secara acak. Saya akan tinggal di tempat yang dekat dengan pekerjaan saya, jika saya harus memulai bekerja  lebih awal keesokan harinya. Saya hanya menyesuaikannya sesuai dengan tujuan saya. ”

Chrissie Junge didalam truknya di dekat sungai
Chrissie Junge melihat sungai dari truk/rumah mobilnya. (Disertakan: brisbanegirlinavan).

Dia mewaspadai peraturan seputar parkir, dan telah membayar uang parkir di tempat itu sebelumnya.

“Terkadang saya akan parkir di tempat truk-truk besar bisa parkir … atau ada cukup banyak tempat berkemah di sekitar tempat Anda bisa menginap.”

Chrissie Junge mengatakan bahwa truk tersebut akan menjadi mesin penghemat uang begitu telah dapat beroperasi sepenuhnya.

“Saya mendapat pinjaman besar untuk mendapatkan sebuah truk baru. Begitu saya selesai melunasi pinjamannya dan begitu saya selesai membangunnya, saya akan menghemat banyak uang,” katanya.

Dia yang pertama mengakui bahwa gaya hidup ini tidak cocok untuk semua orang.

“Anda harus memiliki sikap tertentu pastinya,” katanya.

Chrissy Junge di truknya
Chrissy Junge telah tinggal di truk sejak membelinya pada bulan Mei 2017. (Disertakan: brisbanegirlinavan).

“Beberapa orang suka memiliki banyak ruang, saya mendapati jika saya memiliki ruang yang lebih kecil, itu akan membuat saya tertarik dengan dunia luar, Jika tidak, Anda mungkin hanya akan duduk di ruang tamu dan menonton TV sepanjang hari.

“Ini sedikit menakutkan tapi sangat berharga.”

‘Terkadang saya merasa sedikit tersesat’

Tinggal di belakang truk tidak sepenuhnya konvensional, dan itu menaikkan sedikit membuat orang mengernyitkan alis.

Chrissy Junge memarkir truknya di tepi sungai
Kamar dengan pemandangan, tergantung di mana Anda memarkirnya. (Instagram: brisbanegirlinavan).

“Saya mendapat reaksi beragam dari orang-orang,” kata Chrisse Junge.

“Beberapa orang berpikir itu keren, dan sebagian berharap mereka juga bisa melakukannya, atau ada juga yang mengatakan bagaimana mereka bisa  melakukannya saat mereka masih muda atau ingin melakukannya saat mereka pensiun.

“Yang lain bertanya apakah sulit, di mana saya mandi, atau apakah saya bisa membeli rumah?”

Ada beberapa hal yang dia rindukan tentang rumah dari batu bata dan semen yang khas.

“Saya sudah mengalami sejumlah malam malam dimana setelah saya selesai bekerja dan saya benar-benar lelah dan otak saya  sudah penat,  saya akan mengendarai mobil saya untuk pulang ke rumah dan tiba-tiba menyadari bahwa saya tidak punya tempat untuk dituju oleh kendaraan saya,” katanya.

“Pada malam-malam seperti itu saya memiliki tempat yang dekat dengan tempat kerja. Terkadang saya merasa sedikit tersesat karena saya belum merencanakan kemana saya akan pergi malam itu.”

Dia memiliki teman baik yang bisa dia andalkan yang membantunya dalam beberapa cara.

“Mereka bilang saya bisa tinggal dengan mereka kapanpun, atau jika saya perlu mencuci saya bisa datang lagi.” australiaplus.com/swh

Chrissie Junge berbaring di bagian belakang truknya
Chrissie Junge memiliki sejumlah tempat favorit untuk memarkir truknya untuk bermalam. (Disertakan: brisbanegirlinavan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*