FC BASEL VS MANCHESTER CITY: Guardiola Berharap Mengulang Memori Indah di Swiss

Pep Guardiola (Sumber: KOPAS/AFP)

BASEL, Baranews.co – Stadion St Jakob Park, markas FC Basel, sangat asing bagi Manchester City. Namun, tidak bagi sang manajer Pep Guardiola. Stadion itu pernah memberikan memori indah, yaitu awal perjalanan sukses meraih tiga gelar semusim, saat Guardiola melatih Barcelona.

Kenangan indah pada musim 2008-2009 itu akan dihadirkan Guardiola saat menapak tilas ke St Jakob Park bersama City di babak 16 besar Liga Champions, Rabu (14/2) dini hari WIB. Hampir satu dekade lalu, ia dan Barca berjaya di tanah Swiss itu.

Barca menang 5-0 pada laga Oktober 2008 di Basel. Kecemerlangan Barca di fase penyisihan grup itu berlanjut hingga ke final. Mereka menjuarai Liga Champions dengan membekap Manchester United, 2-0, pada laga puncak di Roma, Italia.

Sejak itu, Guardiola menjadi pergunjingan dunia. Di musim pertamanya, Guardiola, yang saat itu masih minim pengalaman, langsung membawa Barca menyapu tiga trofi sekaligus. Mereka juga meraih trofi Liga Spanyol dan Piala Raja Spanyol.

Hampir satu dekade berlalu, Guardiola seolah mengalami deja vu. Di Manchester, ia bereuni dengan temannya di Barca, Txiki Begiristain. Direktur sepak bola City itu adalah tokoh yang berjasa mendatangkan barisan pemain bintang seperti Gerard Pique, Dani Alves, David Villa, dan Javier Mascherano ke Barca.

Di City, mereka mencoba membangun kembali ”tim impian” dengan menghadirkan sejumlah bintang seperti Leroy Sane, Raheem Sterling, Gabriel Jesus, Ederson, dan Aymeric Laporte yang menjadi salah satu bek termahal dunia.

Hadirnya para bintang itu kian mendekatkan mimpi bos besar City, Sheikh Mansour, untuk mereplikasi kesuksesan Barca di Inggris. ”The Citizens” kini jauh lebih kuat dan solid ketimbang tahun lalu, musim pertama Guardiola di Inggris.

Keberadaan skuad yang lebih merata dan kaya pilihan pemain membuat Guardiola optimistis bisa sukses atau paling tidak melangkah jauh di Liga Champions. Musim lalu, City menyingkirkan AS Monako di babak 16 besar.

Seperti di Barca sembilan tahun silam, City di bawah asuhan Guardiola kini di jalur menyapu tiga trofi, bahkan empat gelar, dalam semusim. City kini hampir pasti meraih trofi Liga Inggris, lolos ke final Piala Liga, dan masih bersaing di Piala FA.

Lebih matang

Guardiola telah banyak belajar dari kesalahan musim lalu. Sejumlah bintang tim ini seperti Kevin De Bruyne dan bek John Stones kini lebih matang. De Bruyne, misalnya, tidak lagi bernafsu memburu gol. Ia kini jauh lebih kalem dan senang menjalani peran sebagai metronome, pengatur ritme permainan.

De Bruyne membuat 14 asis di Liga Inggris musim ini, mengungguli pemain kreatif lainnya seperti Paul Pogba (Manchester United) dan Mesut Oezil (Arsenal) yang masing-masing membuat sembilan dan tujuh asis.

Hadirnya De Bruyne plus kian tajamnya striker Sergio Aguero bakal sulit dibendung Basel. Penampilan Aguero kini tengah meroket. Ia memborong empat gol saat City menggilas Leicester City, 5-1, dua hari lalu.

Menurut Aguero, gol-golnya itu berkat kegemilangan De Bruyne yang mengemas tiga asis di laga itu. ”Kami beruntung De Bruyne di pihak kami. Saya tinggal menceploskan bola berkat asis-asis dia,” ujarnya.

Guardiola menilai, De Bruyne patut meraih Ballon d’Or. Syaratnya, ia membantu City berjaya di Liga Champions. (AFP/JON)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*