Senat AS Lagi-lagi Bekukan Anggaran Belanja Trump

Presiden AS Donald Trump (Sumber: dw.com)

Anggaran belanja pemerintahan Donald Trump kembali dibekukan. Kesepakatan lintas partai yang menaikkan anggaran pertahanan itu ditolak lantaran menambah defisit negara. Namun rancangan anggaran akhirnya diloloskan,

WASHINGTON DC, Baranews.co – Keran anggaran pemerintah Amerika Serikat kembali ditutup untuk kedua kalinya tahun ini, setelah Rand Paul, seorang senator Partai Republik menunda proses pengambilan suara untuk mengesahkan rancangan anggaran negara untuk dua tahun. Paul adalah penganut rejim keuangan ketat asal Kentucky. Ia berdalih kesepakatan yang baru akan menambah defisit anggaran AS.

“Saya dulu mencalonkan diri (sebagai senator) karena saya sangat kritis terhadap defisit senilai triliyunan US Dollar yang dibangun pemerintahan Barack Obama,” ujarnya. “Sekarang kita menghadapi kader Republik yang bekerjasama dengan partai Demokrat menawari kami defisit anggaran senilai trilyunan Dollar.”

“Saya tidak bisa menutup mata karena partai saya sekarang berkomplot membangun defisit. Siapa yang bersalah? Kedua partai,” tuturnya lagi.

Defisit tanda ketidakpuasan

Meski demikian pembekuan anggaran hanya berlangsung selama beberapa jam. Senat akhirnya meloloskan kesepakatan setebal 600 halaman yang membuka keran anggaran senilai setengah triliun Dollar AS itu untuk disetujui parlemen. Di sana kesepakatan tersebut juga sempat terancam oleh penolakan sayap ultra-konservatif Partai Republik, Tea Party, dan fraksi kiri Partai Demokrat.

Kesepakatan lintas partai yang disusun oleh petinggi Republik dan Demokrat di Senat itu mencantumkan kenaikan anggaran pertahanan sebesar 300 miliar Dollar AS selama dua tahun. Selain itu kedua partai juga sepakat meningkatkan batas atas jumlah utang tambahan pemerintah hingga Maret 2019.

Saat ini AS memiliki utang senilai lebih dari 20 triliun Dollar AS. Rancangan anggaran yang diumumkan Presiden Donald Trump dan Partai Republik Desember silam membidik adanya tambahan utang senilai 1,5 triliun Dollar AS selama 10 tahun mendatang.

Meski disepakati petinggi kedua partai, sejumlah anggota legislatif dari Partai Demokrat, termasuk ketua fraksi Nancy Pelosi, menolak menyetujui rancangan anggaran tersebut. Pelosi dan faksi hispanik Partai Demokrat berdalih, anggaran yang baru tidak mencantumkan perlindungan bagi sekitar 700.000 imigran yang mengikuti program ‘Dreamers’ untuk bisa menjadi warga negara AS. [rzn/as (afp, rtr, ap)/dw.com/swh].

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*