10 Langkah Menjadi Ibu yang Lebih Baik di 2018

Tekanan pola asuh modern mungkin membuat banyak orangtua merasa galau dan bingung bagaimana menerapkan metode parenting yang tepat.

Baranews.co – Tekanan pola asuh modern mungkin membuat banyak orangtua merasa galau dan bingung bagaimana menerapkan metode parenting yang tepat.

Padahal, jika kita mau melihat dengan jernih sebenarnya apa yang dibutuhkan anak dari kita sebagai orangtuanya tidak banyak.

Tak banyak berubah dari ketika Anda masih kecil dan merengek meminta ayah atau ibu Anda menengok mainan balok yang Anda susun, anak-anak kita di era digital ini juga hanya membutuhkan cinta dan waktu dari orangtuanya.

Anda tentu sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk si buah hati. Anda sudah menjadi ibu atau ayah yang baik untuk mereka. Namun, berikut adalah beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memperbaiki diri sebagai orangtua.

1. Batasi memegang gadget saat bersama anak
Setiap keluarga mungkin telah membuat batasan durasi anak menggunakan gadget setiap hari, tetapi kebanyakan orangtua lupa untuk membatasi dirinya sendiri.
Faktanya, anak-anak juga sadar dan merasa bahwa orangtua mereka kurang memberi perhatian utuh saat sedang sibuk dengan gadgetnya. Hindari menggunakan gadget saat Anda sedang bersama anak dan buat interaksi yang nyata dengannya.

2. Hadir untuk anak
Saat sedang bersama anak, hadirlah untuk mereka. Buatlah hubungan yang nyata dengan anak-anak, menikmati waktu bersama dan mendengarkan ceritanya. Momen sederhana yang akan terus terekam sepanjang hidupnya. Anda bisa mengajaknya bermain, membacakan cerita, masak, olahraga bareng, atau ngobrol.

3. Merawat diri
Padatnya aktivitas membuat banyak ibu yang sebenarnya kelelahan. Banyak ibu yang merasa bersalah jika harus meluangkan waktu sendiri, padahal merawat diri sama pentingnya agar kita selalu memiliki energi untuk mengurus orang-orang tercinta. Anda bisa menghabiskan waktu sendiri, misalnya dua jam setiap minggu, untuk ke salon, ngopi dengan sahabat, atau hanya bersantai menonton drama korea setelah anak-anak tidur.

4. Jangan terlalu menyibukkan anak
Banyak orangtua yang mengikutkan anak-anaknya dalam berbagai aktivitas di luar sekolah. Walau kegiatan itu bisa memperkaya pengetahuan dan pengalaman anak, tetapi memberi waktu luang di rumah juga penting.

Bagi anak, waktu luang itu bisa berarti waktu untuk rileks dan mengistirahatkan diri. Ia bisa bermain dengan adik atau kakaknya, menikmati waktu santi di kamar, atau berinteraksi dengan ayah ibunya. Anak pun tidak akan terlalu stres karena terlalu banyak stimulasi dan kegiatan.

Ilustrasi
Ilustrasi(Thinkstockphotos)

5. Mendengarkan anak dengan sungguh
Mendengarkan anak merupakan salah satu cara untuk memahami mereka dan mengetahui apa yang mereka butuhkan. Anda mungkin akan mendapatkan kenyataan yang selama ini belum pernah diketahui tentang si kecil.

Kuncinya adalah berhenti melakukan aktivitas lain dan dengarkan apa yang disampaikan anak. Beri tanggapan yang tidak membuat anak merasa malu karena sudah bercerita.

Jika anak merasa orangtunya mau mendengarkannya, ia akan selalu datang kepada Anda saat senang atau sedih. Ini merupakan fondasi yang berharga untuk mendampingi anak melewati setiap tahap kehidupannya.

6. Berhenti mengejar kesempurnaan
Tidak membandingkan diri kita dengan orangtua lain adalah setengah dari pertempuran dalam modern parenting. Melihat Instagram ibu lain yang sempurna atau ibu di sekolah anak yang selalu terlihat aktif di sekolah anak, bisa membuat kita merasa “kurang” sebagai ibu.

Berhentilah mengejar kesempurnaan. Lagi pula tidak ada “ibu sempurna”. Fokuslah pada apa yang penting bagi Anda, karena yang dibutuhkan anak hanyalah “ada” untuk mereka.

7. Berhenti melakukan semua untuk mereka
Tak sedikit orangtua yang “melakukan terlalu banyak” untuk anak-anak mereka. Pola asuh tersebut tidak membantu anak menjadi mandiri dalam jangka panjang.

Biarkan anak merasa bosan dan mencari cara menghibur diri sendiri. Ajarkan anak bagaimana mengambil sarapannya sendiri di meja makan, jangan langsung membantu mengerjakan peer sekolahnya kecuali ia memang butuh bantuan, serta berikan ia tugas pekerjaan rumah sesuai tingkat usianya.

8. Lakukan aktivitas dengan tiap anak
Aktivitasnya bisa sesuatu yang besar dan direncanakan atau kegiatan sederhana seperti naik sepeda keliling kompleks. Pilih satu kegiatan setiap minggu bersama satu anak, jika anak Anda lebih dari satu. Kegiatan bonding ini akan membuat mereka merasa spesial, berharga, dan mendapat perhatian penuh dari Anda walau waktunya singkat.

9. Bicara jujur tentang topik besar
Bersikaplah transparan untuk topik-topik besar dan tabu sejak anak masih kecil sangatlah penting. Misalnya saja membicarakan tentang seks, politik, kematian, atau bullying.

Bersikap terbuka dan jujur akan menunjukkan pada mereka bahwa membicarakan topik itu adalah hal yang normal, dan yang terpenting mereka akan selalu mencari Anda saat punya pertanyaan tentang sesuatu yang sensitif atau privat.

10. Beri contoh
Sejak hari pertama anak lahir, Anda akan selalu menjadi role model-nya. Salah satu alasan mengapa anak selalu meniru orangtuanya adalah karena mereka ingin menjadi seperti Anda. Berilah contoh yang baik untuk mereka dengan menunjukkan perilaku yang memang Anda harapkan akan mereka miliki. (kompas.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*