Kecelakaan Lalu Lintas Hambat Negara Berkembang

Seorang polisi tengah mengatur arus lalu lintas pada jam sibuk di Bangkok, Thailand, Senin, 10 November 2014. (Sumber: VOA Indonesia/AP).

Baranews.co – Kecelakaan maut lalu lintas bukan sekadar tragedi perorangan, tetapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang, demikian menurut laporan baru Bank Dunia.

Ini adalah satu satu penelitian pertama yang menunjukkan bahwa berinvestasi untuk keselamatan di jalan raya di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah akan meningkatkan pendapatan nasional.

Sembilan puluh persen dari 1,25 juta kematian akibat kecelakaan lalu lintas setiap tahun di seluruh dunia terjadi di negara-negara berkembang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kecelakaan lalu lintas sebagai penyebab utama kematian di seluruh dunia bagi orang-orang berusia antara 15 dan 29 tahun. Ini juga mencakup kecelakaan yang menewaskan para pejalan kaki, pengendara sepeda dan sepeda motor.

Tetapi isu ini tidak mendapat banyak perhatian dari pemerintah, kata pakar transportasi Bank Dunia, Dipan Bose. “Tidak banyak kemauan politik di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk mengambil tindakan tegas guna mengurangi kematian dan cedera akibat kecelakaan di jalan,” ujarnya.

Bose, salah seorang penulis hasil penelitian yang berfokus pada lima negara: China, India, Thailand, Filipina dan Tanzania. Para penulis menggunakan model-model ekonomi untuk memperkirakan apa yang diperoleh masing-masing negara dalam periode selama 24 tahun apabila mengurangi jumlah kematian akibat kecelakaan lalu lintas hingga setengahnya. “Hasilnya cukup mengejutkan,” kata Bose.

Thailand akan mengalami kenaikan 22 persen pendapatan nasional. Angka yang tinggi pada pertumbuhan ekonomi dan kecelakaan lalu lintas di Thailand menunjukkan negara itu yang akan mendapat keuntungan terbesar bila mengurangi tingkat kecelakaan tersebut. Tanzania akan mendapat kenaikan 7 persen dan negara-negara lainnya mendapat kenaikan di antara angka-angka perolehan Thailand dan Tanzania.

Bose mengatakan keuntungan ekonomi itu seharusnya tidak boleh diabaikan pemerintah. Laporan itu juga menunjukkan dari sisi ekonomi pentingnya mengambil tindakan kuat untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya. [uh]/VOA Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*