Sampai Akhir 2017, Pemerintah Sudah Buka 4.158 Km Jalan Trans Papua

Jalan Nasional XVII Papua Barat. (Sumber" detolmews/Pool/BP).

JAKARTA, Baranews.co – Jalan Trans Papua yang dibangun secara besar-besaran di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terus mengalami kemajuan.

Dari total 4.329,5 km panjang jalan Trans Papua, sampai saat ini tercatat sudah 4.158,29 km yang sudah dibuka Kementerian PUPR yang bekerja sama dengan Zeni TNI Angkatan Darat (AD).

Demikian data Kementerian PUPR yang diterima detikFinance, seperti dikutip di Jakarta, Jumat (5/1/2018).

Dari 4.158,29 km tersebut, jalan Trans Papua yang sudah berhasil ditembus untuk Provinsi Papua tercatat sudah 3.087,74 km dari total panjang 3.259,4 km. Sementara untuk jalan Trans Papua yang sudah berhasil ditembus di Provinsi Papua Barat, tercatat sudah tembus seluruhnya sepanjang 1.070,55 km. Hal ini membuat akumulasi jalan Trans Papua yang belum tembus secara keseluruhan menyisakan 171,71 km lagi.

Jika dirinci lagi, dari 4.329,5 km Jalan Trans Papua, sampai saat ini masih ada sekitar 492,9 km lagi jalan yang belum tersambung meski telah ada 4.158,29 km jalan yang sudah berhasil dibuka.

Sejumlah ruas Jalan Trans Papua yang belum tersambung itu di antaranya 13,5 km pada ruas Manokwari-Kambuaya-Sorong, 72 km ruas Nabire-Windesi-Manokwari, 7,1 km ruas Wagete-Timika, 127,2 km ruas Wamena-Mulia-Ilaga-Enarotali, 167 km ruas Kenyam-Dekai, 61,8 km ruas Jayapura-Elelim-Wamena, 3 km ruas Dekai-Oksibil, dan 41,3 km ruas Waropko-Oksibil.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono sebelumnya mengatakan, pemerintah akan menyelesaikan ruas-ruas jalan yang belum tersambung ini sampai tahun 2019 mendatang.

“Tahun 2019 itu targetnya bisa nyambung semua,” katanya pada Rabu (3/1) lalu.

Adapun jalan yang berhasil ditembus ini merupakan hasil kerja sama Kementerian PUPR dengan TNI AD, khususnya Direktorat Zeni. Pasalnya, jalan yang harus dibuka melewati berbagai medan yang cukup menantang, membelah bukit, hutan hingga di tepi laut sehingga butuh tenaga ekstra sekaligus menjaga sisi keamanan. Para prajurit TNI AD diminta pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR untuk membuka akses supaya kontraktor bisa bekerja dengan mudah.

Dibangunnya Jalan Trans Papua pun diharapakan bisa membawa dampak besar bagi aktivitas ekonomi warga. Pasalnya, wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi kini warganya bisa bepergian dengan menggunakan kendaraan roda dua alias lewat jalan darat, sehingga biaya logistik yang biasanya harus ditempuh lewat udara bisa ditekan. (eds/ang)/Eduardo Simorangkir – detikFinance/bh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*