AKTIVITAS PRESIDEN: Kejutan Presiden di Malioboro

Presiden Joko Widodo berfoto bersama warga saat mengunjungi kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, Minggu (31/12). (Sumber: KOMPAS/HARIS FIRDAUS).

Oleh: HARIS FIRDAUS

Presiden Joko Widodo dikenal sebagai kepala negara yang kerap membuat kejutan, misalnya dengan menghadiri acara tak resmi atau mengunjungi suatu tempat secara mendadak.

Kejutan itu pula yang terjadi ketika Presiden tiba-tiba berjalan kaki menyusuri kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, akhir pekan ini.

Sejak Sabtu (30/12) pagi, Presiden Joko Widodo memang berada di Yogyakarta untuk menghadiri resepsi pernikahan putri Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Jogja Expo Center, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seusai menghadiri resepsi tersebut, Presiden dijadwalkan berkunjung ke Pasar Pingit, Yogyakarta, pada Sabtu siang untuk meresmikan pasar yang telah selesai direvitalisasi itu.

Mendapat informasi bahwa Presiden akan mengunjungi Pasar Pingit, sejumlah wartawan yang bertugas di Yogyakarta langsung bergegas menuju ke sana. Sejak pagi, mereka telah berada di Pasar Pingit meski Presiden baru dijadwalkan tiba pukul 13.00.

Namun, sekitar satu jam sebelum acara, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengumumkan bahwa Presiden batal datang. ”Karena kepadatan jadwal beliau, beliau menugaskan dan memerintahkan saya untuk melakukan peninjauan di sini,” kata Enggartiasto.

KOMPAS/HARIS FIRDAUS

Presiden Joko Widodo bersalaman dengan warga saat mengunjungi kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, Minggu (31/12).

Pada Sabtu malam, para wartawan kembali mendapat informasi bahwa Presiden akan berkunjung ke pusat perbelanjaan atau mal di Yogyakarta. Ada dua alternatif mal yang disebut menjadi sasaran kunjungan Presiden.

Beberapa wartawan televisi serta media cetak dan daring kemudian menunggu di salah satu mal di Jalan Adisucipto, Kabupaten Sleman, DIY, yang disebut akan dikunjungi Presiden.

Mulanya, terbit optimisme bahwa Presiden benar-benar akan berkunjung ke sana karena sejumlah petugas keamanan tampak berjaga-jaga di mal tersebut.

Presiden menuju Malioboro dengan berjalan kaki dari Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung yang menjadi tempat peristirahatan selama kunjungan di Yogyakarta.

Namun, di tengah penantian itu, muncul kabar mengejutkan bahwa Presiden ternyata berkunjung ke kawasan wisata Malioboro. Presiden menuju Malioboro dengan berjalan kaki dari Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung yang menjadi tempat peristirahatan selama kunjungan di Yogyakarta.

Lokasi Gedung Agung memang berada di dalam kawasan wisata Malioboro sehingga Presiden tak perlu berjalan jauh apabila ingin menyusuri kawasan tersebut.

”Bersama kedua putranya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep; menantunya, Selvi Ananda; serta cucunya, Jan Ethes Srinarendra; Presiden berjalan-jalan menyusuri kawasan Malioboro,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Negara Bey Machmudin melalui keterangan tertulis.

Kunjungan Presiden di Malioboro pada Sabtu malam hanya berlangsung sekitar 40 menit. Menurut Bey, Presiden yang menggunakan kaus warna merah meninggalkan Gedung Agung pada pukul 19.17.

BIDANG PROTOKOL, PERS, DAN MEDIA SEKRETARIAT PRESIDEN.

Presiden Jokowi berjalan-jalan di Malioboro, Yogyakarta, Sabtu.

Kedatangan Presiden jelas membuat warga dan wisatawan yang berada di Malioboro terkejut sehingga mereka langsung berebut untuk berfoto dan bersalaman.

Setelah puas menyusuri Malioboro, Presiden kembali ke Gedung Agung dengan naik andong atau kereta kedua bersama keluarganya.

BIDANG PROTOKOL, PERS, DAN MEDIA SEKRETARIAT PRESIDEN.

Presiden Joko Widodo

Minggu

Kejutan yang dibuat Presiden Joko Widodo tak berhenti pada Sabtu malam. Pada Minggu pagi, beredar informasi bahwa Presiden akan berkunjung ke Pasar Beringharjo yang juga berada di kawasan wisata Malioboro.

Seperti malam sebelumnya, Presiden disebut-sebut akan berjalan kaki dari Gedung Agung menuju pasar tersebut.

Sejak Minggu pukul 09.00, Kompas dan sejumlah wartawan lain menunggu di depan Gedung Agung. Sejumlah anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) terlihat berjaga-jaga di depan istana kepresidenan itu.

Sekitar pukul 09.30, Presiden yang mengenakan kaus oblong putih, celana panjang hitam, dan sepatu warna merah keluar dari Gedung Agung.

Pagi itu, trotoar di depan Gedung Agung tampak telah disterilkan dan dilarang dilalui wisatawan dan warga.

Sekitar pukul 09.30, Presiden yang mengenakan kaus oblong putih, celana panjang hitam, dan sepatu warna merah tampak keluar dari Gedung Agung.

Pagi itu, Presiden ditemani oleh anak ketiganya, Kaesang Pangarep, yang mengenakan kaos oblong putih, celana pendek hitam, dan sepatu hitam. Keduanya dikawal oleh barisan Paspampres yang bersiaga di sepanjang perjalanan.

KOMPAS/HARIS FIRDAUS

Presiden Joko Widodo meninggalkan Istana Kepresidenan Yogyakarta untuk berjalan kaki menyusuri kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, Minggu (31/12).

Dari Gedung Agung yang terletak di sisi barat kawasan wisata Malioboro, Presiden dan rombongan kemudian menyeberang ke trotoar sisi timur. Saat Presiden menyeberang, jalan raya di kawasan wisata Malioboro tidak steril dari kendaraan bermotor.

Petugas keamanan hanya meminta kendaraan-kendaraan yang melintas di sana untuk berhenti sejenak. Saat menyeberang jalan, Presiden bahkan terlihat harus menyelip di antara bus transjogja dan beberapa becak.

Begitu tiba di trotoar sisi timur Malioboro, Presiden langsung disambut oleh warga dan wisatawan yang tengah memadati Malioboro. Hari itu, kawasan Malioboro memang dipenuhi oleh wisatawan yang tengah berjalan-jalan dan berbelanja.

Ketika Presiden melintas, warga, wisatawan, dan pedagang di Malioboro langsung berebut untuk bersalaman dan berfoto. Sambil berjalan, Presiden kadang menyambut uluran tangan warga dan mereka yang beruntung bahkan bisa berfoto bersama Presiden.

 

KOMPAS/HARIS FIRDAUS

Presiden Joko Widodo menyeberang jalan saat menyusuri kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, Minggu (31/12).

Di tengah kepadatan wisatawan di Malioboro, anggota Paspampres berjajar untuk membuka jalan bagi Presiden dan rombongannya. Sesekali mereka minta masyarakat untuk mundur agar ada cukup ruang bagi Presiden untuk berjalan kaki.

Namun, saat warga meminta untuk berfoto dengan Presiden, para anggota Paspampres tak menghalang-halangi.

Salah seorang wisatawan yang beruntung bisa berfoto bersama Presiden adalah Ata (32). Di tengah padatnya Malioboro dan penjagaan ketat Paspampres, Ata dan sang suami berhasil berfoto dengan Presiden.

Saat warga meminta untuk berfoto dengan Presiden, para anggota Paspampres tak menghalang-halangi.

”Tadi malam kami lihat berita kalau Pak Jokowi ke Malioboro. Makanya, pagi ini kami ke sini siapa tahu bisa bertemu Pak Jokowi. Eh enggak tahunya bener,” kata wisatawan asal Jakarta itu sambil tersenyum lebar.

Kopi jos

Di tengah perjalanan Presiden di Malioboro, muncul kejutan lain. Rencana kunjungan Presiden ke Pasar Beringharjo ternyata batal. Pagi itu, di trotoar sisi timur Malioboro, Presiden terus berjalan ke arah utara melewati pintu masuk Pasar Beringharjo.

Setelah itu, muncul beragam informasi mengenai tujuan akhir Presiden. Ada yang menyebut Presiden akan berkunjung ke Stasiun Tugu yang berada di utara kawasan Malioboro, tetapi ada pula yang bilang Presiden akan mampir ke salah satu mal di kawasan Malioboro.

Saat informasi-informasi itu bermunculan, tiba-tiba Presiden menyeberang ke sisi barat kawasan Malioboro. Para anggota Paspampres pun berlarian untuk membuka jalan bagi Presiden yang berjalan kaki di jalur lambat sisi barat Malioboro.

Namun, proses membuka jalan itu jauh lebih sulit karena jalur lambat itu juga menjadi tempat lalu lalang bagi kereta kuda, becak, dan sepeda.

KOMPAS/HARIS FIRDAUS

Presiden Joko Widodo berfoto bersama warga saat mengunjungi kawasan wisata Malioboro, Kota Yogyakarta, Minggu (31/12).

”Jangan panik, jangan panik,” kata seorang anggota Paspampres menenangkan rekan-rekan mereka yang berlarian untuk membuka jalan bagi Presiden. Beruntung, tak lama kemudian, Presiden kembali menyeberang ke trotoar sisi timur Malioboro.

Presiden ditemani Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti kemudian sempat duduk di salah satu kursi yang ada di trotoar Malioboro, tepatnya di depan Gedung DPRD DIY.

Sementara itu, di halaman Gedung DPRD DIY, sejumlah petugas tengah menyiapkan beberapa kursi dan minuman untuk menyambut Presiden. Tampak pula beberapa orang tengah menyapu daun-daun kering yang berada di halaman gedung tersebut.

Presiden ditemani Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti sempat duduk di salah satu kursi yang ada di trotoar Malioboro, tepatnya di depan Gedung DPRD DIY.

Salah satu minuman yang disiapkan itu adalah kopi jos, minuman khas Yogyakarta yang diracik dengan mencampurkan arang ke dalam kopi.

”Saya diminta menyiapkan 30 gelas. Ada kopi jos, ada es kopi jos, dan es kopi susu jos,” kata Fitra (30), penjual kopi jos yang sehari-hari berjualan di depan Stasiun Tugu.

Namun, saat tempat transit di halaman Gedung DPRD DIY telah siap, tiba-tiba rencana berubah lagi. Dari trotoar di depan Gedung DPRD DIY, Presiden ternyata langsung masuk ke dalam mobil kepresidenan yang telah menunggu.

Perjalanan Presiden di Malioboro pun selesai setelah sekitar dua jam berjalan kaki dan menempuh jarak sekitar 1 kilometer. Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*