LIGA INGGRIS: Badai Cedera Usik Mourinho

Gelandang Manchester United, Henrikh Mkhitaryan (kiri), bersiap melepaskan umpan kepada striker Romelu Lukaku (9) pada laga Liga Inggris di markas Leicester City, Minggu (24/12) waktu Indonesia, yang berakhir 2-2. MU berambisi kembali meraih kemenangan saat menjamu Burnley di Old Trafford, Selasa (26/12) pukul 22.00 WIB. (Sumber: KOMPSDA/AFP/ROLAND HARRISON).

*Pertahanan Burnley Salah Satu yang Terkuat di Liga Inggris

MANCHESTER, Baranews.co – Manchester United dilanda badai cedera menjelang laga Liga Inggris melawan Burnley di Stadion Old Trafford, Selasa (26/12) pukul 22.00 WIB. Kondisi ini berpotensi mempersulit skuad ”Setan Merah” untuk mengejar Manchester City di puncak klasemen Liga Inggris.

Badai cedera menerpa lini belakang dan lini tengah Manchester United (MU). Di lini belakang, Antonio Valencia, Eric Baily, Mateo Darmian, dan Chris Smalling bakal absen. Sementara lini tengah kehilangan Michael Carrick dan Maroaune Fellaini.

Banyaknya bek yang cedera membuat Manajer MU Jose Mourinho berhadapan dengan pilihan sulit. Dia memang masih memiliki Daley Blind, Marcos Rojo, Phil Jones, Luke Shaw, Axel Tuanzebe, dan Victor Lindelof.

Namun, di antara mereka ada catatan yang berisiko. Rojo baru sembilan hari pulih dari cedera kepala sehingga belum terlalu bugar. Lindelof sering melakukan blunder sehingga memudahkan serangan lawan, dan Tuanzebe belum terlalu berpengalaman.

Kondisi semacam itu bakal memusingkan Mourinho karena tidak banyak pilihan bagus setara Smalling yang menjadi andalan lini belakang. Kondisi ini diperkirakan memaksa Mourinho memasang gelandang bertahan pada posisi bek, seperti Ashley Young yang akan dipasang sebagai bek kiri.

Kelemahan di lini belakang membuat MU kalah 1-2 dari Bristol City pada Piala Liga, pekan lalu, dan ditahan 2-2 oleh Leicester City, akhir pekan lalu. Lubang di pertahanan membuat lawan MU selalu dapat membalas gol yang dicetak oleh penyerang Setan Merah. Tanpa perbaikan di sisi pertahanan, MU akan sulit kembali merebut kemenangan dan mengejar Manchester City di puncak klasemen.

”Kami membuat akumulasi kesalahan di zona pertahanan pada laga yang seharusnya dapat dimenangi dengan mudah. Kami tidak boleh mengulanginya lagi pada laga mendatang,” ujar Mourinho seusai MU ditahan Leicester.

Hingga paruh pertama musim ini, MU masih tertahan di posisi kedua klasemen Liga Inggris dengan 42 poin, tertinggal 13 poin dari City. Selisih poin itu bisa membesar jika MU kembali gagal merebut tiga poin dari Burnley.

Sepanjang musim ini, Burnley membuktikan dirinya memiliki pertahanan yang kuat. Dari 19 laga yang dijalani, Burnley menang 9 kali, imbang 5 kali, dan kalah 5 kali. Burnley hanya kebobolan 15 gol atau menjadi yang keempat terbaik dari sisi pertahanan di bawah Manchester City yang kebobolan 12 gol, MU (14 gol), dan Chelsea (14 gol).

Namun, MU dapat sedikit lega karena penyerang andalan Burnley, Chris Wood, diperkirakan absen seusai mengalami benturan pada laga kontra Tottenham Hotspur, akhir pekan lalu. Ashley Barnes akan menjadi andalan lini depan jika Wood absen. Sam Vokes juga akan mendukung Barnes di lini depan Burnley.

Permainan menyerang

Pada lada kandang ini, Setan Merah bakal bermain menyerang dan mendominasi penguasaan bola untuk menutupi kekurangan di lini pertahanan. Mourinho diperkirakan memainkan formasi 4-2-3-1, dengan Romelu Lukaku sebagai ujung tombak.

Lukaku membutuhkan pasokan bola lebih banyak serta bantuan dari lini kedua agar memiliki ruang tembak yang leluasa. Lukaku tidak dapat mencetak gol pada dua laga terakhir karena aliran bola untuk dirinya terhambat.

Selain Lukaku, Jesse Lingard dan Juan Mata juga menjadi andalan MU dalam mencetak gol. Keduanya cerdik dalam menempatkan diri dan mengambil peluang dari lini kedua. Demikian juga Marcus Rashford atau Anthony Martial, yang dapat dimainkan di sisi lebar lini depan. Rashford sering menjadi pemecah kebuntuan lini depan MU.

Sementara itu, Burnley diperkirakan memainkan formasi 4-4-1-1. Pertahanan berlapis bakal menjadi fokus Burnley saat bertandang ke Old Trafford.

Namun, Burnley tidak akan bertahan terlalu dekat di kotak penalti agar dapat langsung menekan pertahanan MU begitu mendapat kesempatan. Serangan balik cepat dengan umpan terobosan akan sering dilakukan Burnley dengan mengandalkan Sam Vokes dan Ashley Barnes.

Jika pertahanan MU lengah dan terlalu longgar, Vokes dan Barnes dapat menjadi mimpi buruk bagi Setan Merah. Keduanya memiliki kecepatan dan akurasi tendangan ke gawang.

”Kami tahu di mana kami saat ini. Semua orang mencoba berbicara mengenai Liga Europa, pekan lalu, tetapi kami harus fokus pada laga paling dekat,” kata Sean Dyche, Manajer Burnley.

Burnley berada di posisi ketujuh dan hanya terpaut dua poin dari Tottenham Hotspur di posisi kelima atau zona Liga Europa. Jika menang atas MU, Burnley berpeluang menembus zona itu. (Reuters/AFP/ECA)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*