LIGA INGGRIS: Saat Mata Dunia ke Old Trafford

Manajer Manchester United Jose Mourinho. (Sumber: KOMPAS/REUTERS/JASON CAIRNDUFF)

Jose Mourinho mengisolasi diri dari keramaian. Dia tidak peduli dengan ingar bingar pendukung menyambut laga terakbar Liga Inggris di pengujung tahun ini. Sang arsitek memilih menenangkan diri di kamp latihan. Sementara satu miliar pasang mata telah menunggu taktik apa yang akan dia siapkan.

Meski mengasingkan diri, manajer Manchester United itu turut memanaskan laga lebih dini. Dia melemparkan tuduhan kepada skuad City yang kerap pura-pura jatuh. ”Ada angin sedikit, pemain mereka akan jatuh,” kata Mourinho, Jumat malam. Tak heran jika duel ini makin dinantikan.

Manchester United dan Manchester City adalah klub satu kota dengan rivalitas terpanas musim ini. Atmosfer laga derbi di Old Trafford pada Minggu (10/12) itu sudah menggaung sebelum bola ditendang di lapangan dan penonton bersorak di stadion. ”Bagi kami, laga ini adalah perebutan tiga poin. Tapi, bagi yang lahir di kota ini serta pendukung klub, ini adalah pertandingan istimewa,” ujar Mourinho.

Manchester City menjadi pemuncak klasemen yang belum merasakan pahitnya kekalahan dalam 15 pertandingan Liga Inggris. Adapun Manchester United kini berada di peringkat kedua dan belum pernah ditaklukkan di kandang selama 40 laga.

Hampir tak ada yang kurang dari derbi Manchester kali ini. Perseteruan dua manajer elite, taburan pemain bintang, dan perebutan takhta puncak klasemen. Di luar pemain yang absen, pertandingan antara dua kesebelasan ini berisi talenta dengan nilai lebih dari 650 juta poundsterling atau setara Rp 11,7 triliun!

Ini adalah laga di liga lokal yang paling menyedot perhatian pencinta sepak bola global. Bagi kapten Manchester City Vincent Kompany, laga klub satu kota kali ini adalah pertandingan terpenting di dunia. Analis sepak bola Steven Griffiths menyebutkan, Old Trafford akan menjadi pusat perhatian seantero jagat pada Minggu (10/12).

Merujuk laman The Telegraph, sebanyak 189 negara di dunia akan menyiarkan laga derbi Manchester kali ini. Hanya empat negara yang diketahui tidak menayangkan, yakni Korea Utara, Kuba, Moldova, serta Saint Kitts-Nevis. Sekitar satu miliar pasang mata diperkirakan tertuju ke Old Trafford.

Sebanyak 189 negara di dunia akan menyiarkan laga derbi Manchester kali ini. Hanya empat negara yang diketahui tidak menayangkan, yakni Korea Utara, Kuba, Moldova, serta Saint Kitts-Nevis.

Di Inggris, Sky Sports memprediksi laga MU versus City kali ini akan memecahkan rekor derbi serupa pada April 2012 yang ditonton lebih dari 4 juta orang, atau yang terbanyak sepanjang sejarah Liga Primer Inggris. Demam Manchester pada Minggu nanti kemungkinan bakal menjangkiti fans klub lain.

Mata-mata pencinta sepak bola di berbagai belahan dunia akan terpatri di depan televisi, komputer, atau gawai. Adapun di kota Manchester, manusia berbaju merah dan biru muda mungkin tidak hanya berada di Old Trafford, tetapi juga membanjiri jalanan atau kafe-kafe yang menayangkan siaran langsung laga ini.

AP PHOTO/EFREM LUKATSKY

Pemain Manchester City Leroy Sane (kiri) berebut bola dengan pemain Shakhtar Donetsk, Bernard, dalam pertandingan Grup F Liga Champions antara Shakhtar Donetsk dan Manchester City di Stadion Metalist, Kharkiv, Ukraina, Kamis (7/12) dini hari WIB. Manchester City kalah 1-2 dari klub Ukraina, Shaktar Donetsk.

Peta kekuatan

Laju City nyaris tak terbendung musim ini. Dari 15 laga di liga, ”The Citizens” menang 14 kali dan sekali ditahan imbang. Di Liga Champions, City juga menjadi penguasa grup dan nyaris meraih poin sempurna sebelum akhirnya takluk 2-1 dari Shakhtar Donetsk saat laga tandang.

Meskipun tak memiliki sejarah panjang dalam perebutan gelar juara liga, City menjadi salah satu klub yang paling diperhitungkan satu dekade terakhir, sejak dimiliki pengusaha asal Uni Emirat Arab, Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Dua tahun belakangan, City kian gemilang di bawah besutan Josep Pep Guardiola.

Dalam artikelnya di BBC, mantan pemain bertahan MU, Phillip Neville, menilai Manchester City di bawah asuhan Guardiola mirip dengan MU saat ditangani Sir Alex Ferguson pada rentang 1996-2003. Saat itu, MU mampu bermain atraktif hingga laga berakhir, termasuk memiliki keahlian mencetak gol menjelang peluit wasit dibunyikan. Persis dengan permainan City musim ini.

Racikan Manajer Pep Guardiola musim ini tidak hanya telah membentuk tim yang solid, tetapi juga karakter dan kesatuan pemain yang tak dimiliki tim lain. ”Kondisi ini menjadi kekhawatiran tim mana pun di Liga Primer,” tulis Neville.

Dari 174 kali pertandingan derbi dengan City, MU menang 72 kali, kalah 50 kali, dan sisanya imbang. Pasukan ’Setan Merah’ juga unggul jauh dalam koleksi trofi Liga Inggris dengan 20 kali juara liga dibandingkan City yang baru empat kali juara.

Adapun sejarah berpihak pada MU. Dari 174 kali pertandingan derbi dengan City, MU menang 72 kali, kalah 50 kali, dan sisanya imbang. Pasukan ”Setan Merah” juga unggul jauh dalam koleksi trofi Liga Inggris dengan 20 kali juara liga dibandingkan City yang baru empat kali juara.

Masa kejayaan MU berada di bawah kepemimpinan Sir Alex Ferguson pada rentang 1986-2013 dengan raihan 38 trofi di seluruh kompetisi, termasuk 13 kali juara liga. Seusai ditangani Ferguson, MU sempat diasuh David Moyes, Louis van Gaal, dan kini Jose Mourinho.

Reputasi Mourinho sebagai manajer spesialis juara telah ditunjukkan saat menangani Chelsea, Real Madrid, dan Inter Milan. Manajer berjuluk ”Si Spesial” ini akan menggunakan taktik apa pun untuk menang, termasuk menerapkan gaya pertahanan dengan sistem parkir bus.

Pola permainan negatif ini menuai kritik saat menahan imbang Liverpool di Anfield, tetapi efektif saat membungkam Arsenal, 3-1, di Emirates, pekan lalu. Mourinho mengombinasikan pertahanan rapat dengan serangan balik cepat yang mematikan. Kondisi ini perlu diwaspadai City, terlebih jika kiper David De Gea kembali bermain gemilang. ”Mereka sangat berbahaya dalam serangan balik dan kami harus siap mengatasi itu,” kata gelandang City, Yaya Toure.

Butuh poin

Tertinggal delapan poin di belakang City, MU membutuhkan kemenangan untuk tetap di jalur perebutan gelar juara musim ini. Beban Mourinho untuk meraih tiga poin bertambah berat karena tingginya ekspektasi pendukung di kandang. ”MU harus bermain nyaris sempurna untuk mengalahkan City saat ini,” kata mantan gelandang City, Dietmar Hamann, kepada Sky Sports.

REUTERS/EDDIE KEOGH

Pemain Manchester United, Antonio Valencia, mencetak gol pertama MU ke gawang Arsenal, 2 Desember 2017, di Stadion Emirates, London, Inggris. Manchester United unggul 3-1 atas Arsenal.

Penulis senior ESPN, Mark Ogden, menilai, klub yang meraih kemenangan di Old Trafford pada Minggu nanti akan memegang kendali kekuatan untuk menapak lebih jauh dalam tonggak persaingan di Manchester dan Liga Inggris. Jika MU menang, hasil itu dapat mematahkan kepercayaan diri pemain City dan membuka peluang bagi mereka untuk meraih juara liga pertama kali pasca-era Ferguson.

Dalam pertandingan kali ini, City tidak akan diperkuat bek Benjamin Mendy dan John Stones karena masih dibekap cedera. Adapun MU kehilangan Paul Pogba yang terkena larangan bermain akibat terkena kartu merah saat bertandang melawan Arsenal pekan lalu dan Eric Bailly yang cedera.

Baik Guardiola maupun Mourinho tidak mau sesumbar menyambut laga itu meskipun mereka sama-sama berambisi mengakhiri musim ini dengan titel juara.

Baik Guardiola maupun Mourinho tidak mau sesumbar menyambut laga itu meskipun mereka sama-sama berambisi mengakhiri musim ini dengan titel juara. ”Mereka menginginkan trofi, kami juga. Dalam hal ini, saya dan dia (Mourinho) kembar (memiliki harapan yang sama),” kata Guardiola, Jumat (8/12) malam.

Guardiola tidak ingin terbuai dengan selisih poin antara City dan MU yang cukup lebar. Manajer asal Spanyol ini ingin fokus untuk mempertahankan gaya bermain anak asuhnya. ”Tantangan terbesar adalah bermain bagus. Fokus kami adalah tetap rileks dan menyadari bahwa ini bukan pertandingan antar-individu. Kami akan berusaha mencari cara terbaik untuk bermain bagus dan memenangkan pertandingan,” ujar Guardiola.

Pada debut derbi mereka sebagai manajer klub satu kota musim lalu, MU dibungkam City, 2-1, di Old Trafford. Namun, Mourinho menilai MU sudah bertransformasi menjadi tim yang lebih baik sehingga hasil apa pun bisa terjadi. ”Kami adalah tim yang lebih dari musim lalu meskipun City juga lebih baik,” tutur manajer asal Portugal ini. (AFP/AP/Reuters)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*