Sidang Perdana Novanto di Pengadilan Tipikor Digelar pada 13 Desember 2017

Kepala Humas Pengadilan Tipikor Jakarta, Ibnu Basuki di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/12/2017).(Sumber: KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

JAKARTA, Baranews.co – Sidang perdana kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) dengan terdakwa Setya Novanto akan digelar pada Rabu 13 Desember 2017.

Sidang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

“Sidang pembacaan dakwaan akan dimulai Rabu pekan depan,” ujar Kepala Hubungan Masyarakat Pengadilan Tipikor Jakarta, Ibnu Basuki, saat ditemui di Pengadilan Tipikor, Kamis (7/12/2017).

Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai menjalani pemeriksaan di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017). Kedatangan Setya Novanto ke KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP.
Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai menjalani pemeriksaan di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017). Kedatangan Setya Novanto ke KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Sebelumnya, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan kepada Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Dalam sampul berkas tertulis bahwa Setya Novanto melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Menurut Ibnu, jadwal persidangan telah ditandatangani oleh Ketua Pengadilan Tipikor. Jadwal tersebut juga telah diberitahukan kepada para pihak, termasuk KPK.

Setya Novanto kembali ditetapkan menjadi tersangka kasus korupsi proyek e-KTP pada 10 November 2017.

Dalam kasus ini, Novanto diduga bersama sejumlah pihak lain telah merugikan negara Rp 2,3 triliun dalam proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut. (Abba Gabrillin/kompas.com/bh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*