Pukul Anaknya, Seorang Ibu Dihukum Kerja Sosial

Hakim magistrasi ACT mengatakan memukul anak adalah penyerangan yang signifikan terhadap anak. (Sumber: australiaplus.com/mercatornet.com).

Seorang wanita di Canberra telah dijatuhi hukuman 200 jam melakukan pelayanan masyarakat karena memukul putrinya yang berusia tujuh tahun.

CANBERRA, Baranews.co – Pengadilan Magistrat di ACT (Wilayah Ibukota Australia) mendengar keterangan bahwa anak perempuan itu telah menghubungi nomor panggilan darurat 000 sebanyak 3 kali untuk meminta bantuan pada bulan Desember 2016.

Anak itu kemudian mengatakan kepada polisi bahwa ibunya telah memukulnya sekali di bahu dan dua kali di bagian belakang tubuhnya saat dia keluar dari kamarnya untuk pergi ke toilet.

Pengadilan juga mendengar keterangan yang mengatakan wanita tersebut sempat berdebat dengan polisi bahwa dia berhak mendisiplinkan anaknya.

“Saya bisa memukul anak-anak saya, jika saya mau,” katanya kepada polisi.

“Saya bisa memukul anak-anak saya selama tanda bekas pukulan itu tidak bertahan 24 jam.”

Pernyataan korban mengenai dampak yang dialaminya yang diungkapkan sendiri oleh gadis tersebut, yang sekarang tinggal bersama kakek dan neneknya, dibacakan di persidangan.

“Saya takut padanya, saya tidak ingin kembali,” bunyi pernyataan itu.

“Saya senang sekarang … dan takut pada ibu dan ayah di rumah.”

Berlebihan

Dalam pernyataan terpisah, nenek dari korban mengatakan bahwa gadis tersebut mengalami banyak masalah seputar perilaku dan pembelajaran, namun kondisinya meningkat pesat sejak meninggalkan rumah orangtuanya.

Sementara pengacara ibu anak itu menggambarkan kasus ini sebagai hukuman yang terlalu berlebihan, dan mengatakan kliennya sekarang menyesali tindakannya.

Pengadilan mengungkapkan ibu berusia 30 tahun itu meninggalkan rumah pada usia muda, dan tinggal dengan mantan pasangan yang kejam sebelum bertemu dengan ayah dari anak-anaknya.

Pengadilan juga mengungkap ibu tersebut telah memperbaiki perilakunya sejak kejadian yang berlangsung akhir tahun lalu itu.

Mengkhawatirkan

Hakim Bernadette Boss mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan hal serius, dan mendapat tanggapan dari pengadilan.

“Ini adalah serangan yang signifikan terhadap anak kecil,” katanya.

“Itu pelanggaran kepercayaan yang sangat signifikan.”

“Anak-anak adalah bagian paling rentan dari komunitas kita dan setiap orang memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak.”

Hakim Boss berbicara dengan wanita itu secara langsung, dan mengatakan bahwa tindakan pendisiplinan anak tidak termasuk perlakuan semacam itu.

“Sangat meresahkan mendengar pikiran anda bahwa anda memiliki hak menyerang anak anda sendiri,” katanya.

“Sangat meresahkan mendengar pikiran anda bahwa anda bisa melakukannya selama bekas penyerangan itu hanya bertahan selama 24 jam.”

Wanita itu juga diperintahkan untuk mematuhi perintah berkelakuan baik selama dua tahun. (Elizabeth Byrne/australiaplus.com/bh)>

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*