Jokowi: Jangan Sampai Ada Korban Letusan Gunung Agung

Warga Bali menjalankan ritual doa di depan saat terjadi erupsi Gunung Agung di Desa Muntig, Kubu, Karangasem, Bali, 26 November 2017. Gunung Agung terus menyemburkan asap dan abu vulkanik dengan ketinggian yang terus meningkat, mencapai ketinggian 3.000 meter dari puncak. Letusan juga disertai dentuman yang terdengar sampai radius 12 kilometer.(Sumber: kompas.com/AFP PHOTO/SONNY TUMBELAKA)

JAKARTA, Baranews.co – Presiden Joko Widodo memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI, Polri, Basarnas, dan kementerian terkait lainnya memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka penanganan pengungsi akibat erupsi Gunung Agung.

“Semua harus dibantu. Saya minta jangan sampai ada korban karena terkena letusan,” kata Jokowi kepada wartawan seusai menghadiri Kompas 100 CEO Forum di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Jokowi mengimbau bagi mereka yang berada di radius 8 sampai 10 kilometer agar mengungsi demi keselamatan.

Erupsi Gunung Agung terlihat dari Kubu, Karangasem, Bali, 26 November 2017. Gunung Agung terus menyemburkan asap dan abu vulkanik dengan ketinggian yang terus meningkat, mencapai ketinggian 3.000 meter dari puncak. Letusan juga disertai dentuman yang terdengar sampai radius 12 kilometer.
Erupsi Gunung Agung terlihat dari Kubu, Karangasem, Bali, 26 November 2017. Gunung Agung terus menyemburkan asap dan abu vulkanik dengan ketinggian yang terus meningkat, mencapai ketinggian 3.000 meter dari puncak. Letusan juga disertai dentuman yang terdengar sampai radius 12 kilometer. (Sumber: kompas.com.AFP PHOTO/SONNY TUMBELAKA)

Presiden juga meminta masyarakat, terutama di sekitar Gunung Agung, agar tetap tenang mengikuti saran dan imbauan dari pemerintah pusat dan daerah.

“Saya terus memonitor perkembangan yang ada di Bali,” ucap Jokowi.

Kepala Bidang Mitigasi Bencana Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika sebelumnya mengatakan, letusan besar Gunung Agung diperkirakan akan terjadi dalam hitungan jam.

Hal itu menyusul terjadinya gempa tremor overscale yang terjadi secara terus-menerus pada Selasa (28/11/2017). Karena itu, peluang terjadinya letusan besar tinggal menunggu waktu.

“Sekarang sudah erupsi, gempa tremor terus-menerus ini indikasi ke letusan besar, bisa beberapa jam ke depan,” kata Suantika. (Ihsanuddin/kompas.com/bh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*