Dokter-dokter Setya Novanto Diperiksa, Fredrich Yunadi Tuding IDI ‘Bertindak Politis’

Usai mengalami kecelakaan lalu lintas, Setya Novanto sempat dirawat di RS Medika Permata Hijau. (Sumber: BBC Indonesia/AFP)..

Oleh: 

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akan memeriksa dokter-dokter yang menangani tersangka korupsi e-KTP Setya Novanto karena mereka itulah yang menyatakan Novanto sakit sehingga tidak bisa menghadiri pemeriksaan KPK.

“Kami akan memanggil dokternya. Kami sudah ada data-data (medis) hasil pemeriksaan di sana,” kata Ketua Umum IDI, Ilham Oetama Marsis, di kantor PB IDI, Selasa (28/11).

Ilham merujuk pada penanganan RS Premiere Jatinegara, Jakarta Timur, dan RS Medika Permata Hijau, Jakarta Selatan. Di kedua rumah sakit itulah, Setya pernah dirawat inap dan dinyatakan sakit.

Setya Novanto, KPK RAHMAT KASUBA
Setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Setya Novanto khirnya ditahan KPK dengan status tersangka yang kedua kalinya.

Namun pihak Setya Novanto mempertanyakan langkah IDI tersebut. “Itu cari sensasi saja,” kata Fredrich Yunadi, pengacara Setya melalui sambungan telepon.

Setya sempat dua kali dirawat inap di rumah sakit dalam kurun waktu yang pendek.

Pertama kali ketika ditetapkan tersangka oleh KPK dalam korupsi e-KTP. Selain mengaku sakit dan dirawat di RS Premiere Jatinegara, status tersangka itu juga ditanggapi Setya Novano dengan mengajukan praperadilan.

Dan Setya seketika sembuh setelah memenangkan gugatan praperadilan pada 29 September 2017.

IDI, Ilham Oetama Marsis, dokter DETIK.COM
Ketua Umum IDI, Ilham Oetama Marsis, mengatakan sudah memiliki data-data (medis) hasil pemeriksaan di dua rumah sakit.

Lalu pada 31 Oktober 2017, Setya kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK namun ketika hendak dijemput paksa oleh KPK pada 15 November 2017, dia tidak ditemukan di dalam rumahnya.

Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar itu sempat menghilang karena keluarga, pengacara, maupun rekan-rekannya tidak mengetahui keberadaannya.

____________________________________________________________________

Beberapa komentar yang masuk ke Facebook BBC Indonesia

  • Andriy Tulle: “Lah! Memang harus diselidik sama IDI. Kan malu, ada anggotanya pake jarum infus bayi untuk orang dewasa (!) Profesionalitas bisa saja diragukan.”
  • Richard Sirait: “Ada urusan apa Fredrik Yunadi mencampuri kompetensi IDI dlm membina anggotanya? Fredrick boleh bersilat lidah utk mempermainkan kode etik pengacara yg ribut sepanjang masa , tetapi jangan mencampuri IDI dgn kode etiknya.”
Facebook FACEBOOK
Beberapa komentar masuk ke Facebook BBC Indonesia terkait penyelidikan IDI atas dokter yang merawat Setya Novanto.
  • Agus Prabowo: “Semoga langkah IDI membuat kepercayaan masyarakat thd pelayanan kesehatan di Indonesia semakin mantab.”
  • Benedictus Widodo: “Perlukah kita meragukan kualitas dokter Indonesia kalau ternyata hasilnya demikian?”
  • Gibran Gifhary: “Lho demi tegaknya Good Government kok politis..bukannya itu urusan elemen bangsa.”

____________________________________________________________________

Sehari berselang setelah tidak diketahui keberadaannya, Setya Novanto muncul sebagai korban kecelakaan tunggal dan harus dirawat inap di RS Medika Permata Hijau, karena -menurut pengacaranya- kepalanya benjol sebesar bakpao.

Drama itu kemudian berakhir ketika KPK meminta bantuan IDI untuk memastikan kondisi Setya dan IDI menilai Setya tak perlu rawat inap sehingga langsung dijebloskan ke tahanan KPK.

IDI, lanjut Ilham, ingin memeriksa dokter yang saat itu menyatakan bahwa Setya layak rawat inap mengingat kasus tersebut menjadi perhatian publik dan banyak pula meme yang mempertanyakan dokter dan rumah sakit terakit masalah itu.

Setya Novanto ketika dipindah dari RS Permata Hijau REUTERS
Setya Novanto ketika dipindahkan dari RS Medika Permata Hijau ke RS Cipto Mangunkusumo.

“IDI perlu memastikan penyimpangan tersebut benar dilakukan oleh dokter atau ada pihak lain di fasilitas kesehatan yang melakukan hal itu kepada pasien,” ujar Ilham.

Pemeriksaan dokter yang menangani Setya akan dilakukan melalui Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). “Pelanggaran yang dibuktikan melalui persidangan akan dijatuhi sanksi etik,” kata dia.

IDI dituding politis

Kubu Setya sendiri menuding IDI mencari sensasi dengan memanfaatkan keriuhan kasus korupsi e-KTP yang diperkirakan jaksa KPK merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun dari nilai total proyek sebesar Rp5,9 triliun.

Penasehat hukumnya Fredrich Yunadi menduga ada dua alasan IDI menempuh langkah pemeriksaan, “Pasti ada titipan. Atau pingin dikenal orang. Hanya itu saja.

Fredrich Yunadi, kuasa hukum Setya Novanto DETIK.COM
Fredrich Yunadi menuduh motif IDI adalah ‘pingin dikenal orang’.

Ia mempertanyakan wewenang IDI menelusuri perawatan Setya di rumah sakit. “Kalau pelanggaran etik, harusnya ada yang melaporkan. Kerugiannya apa. Dan sebagainya,” kata dia.

“Semua ini politik. Tanyakan saja, siapa di belakang semua ini,” tambah Fredrich, seraya enggan menjelaskan lebih jauh.

Secara terpisah, Wakil Ketua Umum IDI, Daeng Mohammad Faqih, membantah bahwa IDI bertindak politis dalam kasus Setya Novanto. “Domain IDI tidak di persoalan politik,” kata Faqih kepada BBC Indonesia.

KPK menggeledah rumah Setya Novanto DETIK.COM
KPK menggeledah rumah Setya Novanto pada 16 November 2017 namun tidak menemukannya.

Menurut Faqih, IDI bisa bergerak memeriksa dokter atas dugaan pelanggaran etik dari dua sumber, baik itu berupa pengaduan atau laporan langsung dan juga dari pemberitaan di media.

“IDI akan melakukan klarifikasi kepada dokter yang bersangkutan. Kami tetap memegang asas praduga tak bersalah,” tegas Faqih.***

Anda bisa memberikan komentar atas berita ini di Facebook BBC Indonesia, namun mohon kiranya menggunakan kata-kata santun, saling menghormati pendapa, dan tidak menyinggung SARA (Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan). BBC Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*