Kasus Pengaturan Skor Laga Basket, Apa Kata Manajemen Klub Siliwangi?

Perbasi menjatuhkan sanksi kepada delapan pemain dan satu orang ofisial klub tersebut yang dinyatakan terlibat pengaturan skor pertandingan basket. (Sumber: BBC Indonesia/Reuters).

BANDUNG,  Baranews.co – Manajemen klub basket Siliwangi Bandung mengklaim tak tahu menahu soal kasus pengaturan skor pertandingan musim 2016.

Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) sudah menjatuhkan sanksi kepada delapan pemain dan satu orang ofisial klub tersebut yang dinyatakan terlibat match fixing atau pengaturan skor pertandingan.

Kesembilan kru klub basket ini diberi hukuman skorsing bervariasi dari dua tahun hingga lima tahun.

Namun Direktur Utama PT Bandung Utama Raya -perusahaan yang menjalankan Siliwangi- Dennis Depriadie membantah mengetahui kasus ini.

“Itu di luar sepengetahuan kami. (Yang terlibat) para pemain saja,” kata Dennis kepada wartawan di Bandung, Julia Alazka, melalui telepon (24/11).

Dennis mengatakan berdasarkan informasi yang ia terima, kedelapan pemain dan satu ofisial tim itu dinyatakan terbukti melakukan pengaturan skor dengan bukti-bukti yang kuat.

“Sangat kecewa dengan kejadian ini karena ini dampaknya sangat kompleks, sehingga loss of business (ada kerugian bisnis) buat kami. Sponsor kami hilang, karena kami harusnya lolos play off, kami tidak lolos dan lain segala macam,” katanya.

Kabar yang beredar menyebutkan pengaturan hasil pertandingan ini dilakukan karena ‘manajeman klub lalai membayarkan gaji pemain setiap bulan’, tapi klaim ini dibantah oleh pihak manajemen.

Keterangan yang dikeluarkan kuasa hukum klub, Martinus dan Bobby H. Siregar, menyatakan, “Hal tersebut adalah tidak benar. Kami ingin menegaskan bahwa gaji seluruh pemain hingga akhir musim kompetisi IBL 2016-2017 saat itu telah dibayarkan setiap bulannya.”

Reaksi pemain

Rilis juga menyebutkan, manajemen Siliwangi Bandung mendukung surat yang telah dikeluarkan PP Perbasi terkait sanksi untuk pemain dan ofisial.

Mereka yang dikenai sanksi adalah Gian Gumilar, Tri Wilopo, Ferdinand Damanik, Haritsa Harlusdityo, Fredy, Vinton Nolan Surawi, Untung Gendro Mayono, Robertus Riza Raharjo, dan ofisial tim, Zulhilmi Fatturohman.

Sanksi mulai berlaku 31 Oktober 2017.

Ferdinand Damanik, pemain yang dinyatakan terlibat pengaturan skor, mengatakan kaget dengan sanksi yang dikeluarkan Perbasi.

“Saya tidak tahu (kasusnya). Saya juga kaget melihat beritanya. Tolong tanya saja ke Perbasi,” kata Ferdinand.

Manajer Siliwangi Bandung musim 2017, Romy Tanaka Pattipeilohy, mengatakan, kedelapan pemain yang terlibat pengaturan skor saat ini tidak lagi tercatat sebagai pemain di klubnya.

Romy mengungkapkan, manajemen Siliwangi Bandung, yang kini telah berpindah tangan dari dari PT Bandung Utama Raya ke Neosport Maung Internasional, merombak seluruh pemain akibat kasus tersebut.

“Sebenarnya dari delapan pemain itu ada beberapa pemain yang mau dipakai lagi. Tapi karena mereka terkait kasus itu, tidak dipakai lagi,” katanya. BBC Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*