Perang Laut Pan Asian Hadir di Game “World of Warships”

Doi. Wargaming
  • Kapal perang Gadjah Mada Indonesia akan diluncurkan dalam game angkatan laut global

JAKARTA, Baranews.co – Game MMO action gratis (free-to-play) bertema angkatan laut, World of Warships, meluncurkan jaringan teknologi unik yang pertama yaitu dengan meluncurkan kapal perang Pan Asian dari Indonesia, Thailand, Cina, Taiwan, dan Korea Selatan.

World of Warships adalah game gratis dengan muatan sejarah yang merupakan game pertarungan online dari Wargaming. “Kami memilih Kapal Perang ‘Gadjah Mada’ bertepatan dengan Hari Pahlawan di Indonesia,” kata Hisashi Yaginuma, APAC Publishing Producer dari World of Warship, dalam acara konprensi pers di Jakarta (10/11-2017). Hisashi mengaku bangga dengan kapal “Gadjah Mada” sebagai kapal pembawa bendara “Merah Putih”.

Dok: wargaming

World of Warships, bisa membawa pemain ke dalam dunia pertempuran laut terdahsyat di abad ke-20, dengan memberi para pemain beberapa jenis kapal tempur yang bisa mereka kendalikan. Kapal-kapal tsb. yaitu kapal induk, kapal perang yang kuat, kapal perang serbaguna dan kapal perusak yang ringan dan lincah. Setiap kapal perang memiliki kombinasi unik antara senjata, kecepatan, armor dan daya tahan.

Hisashi mengatakan bahwa kapal perang Pan Asian adalah kapal Inggris, Soviet, Amerika dan Jepang dalam satu jaringan teknologi, dengan tiga kapal yang dikepalai oleh Inggris terutama untuk Pan-Asia.

Kapal penghancur Pan Asian akan diluncurkan dengan fitur ‘tabir asap’ yang memiliki waktu isi ulang yang jauh lebih singkat, sehingga kapal dapat mengambil alih kontrol area dengan lebih efisien dan juga bisa mundur dengan mudah,. Cocok dipakai jika baku tembak tidak berhasil. Pemain akan terkesan dengan jumlah muatan dan waktu isi ulang yang singkat.

“Kapal perang akan dilengkapi dengan torpedo bawah air yang dalam bisa menghantam kelas kapal perang lainnya di dalam game,” kata Hisashi. Torpedo ini akan menguntungkan pemain dalam serangan jarak jauh dan tersembunyi. Selain itu kapal perang dengan tier lebih tinggi bisa menukar asap dengan radar.

Kapal perang Indonesia, “Gadjah Mada”, direncanakan akan menjadi salah satu dari sepuluh kapal perusak Pan Asian tahun ini yang masuk game. Kapal “Gadjah Mada” semula ditugaskan sebagai kapal penghancur di Angkatan Laut Belanda dengan nama “Tjerk Hiddes” pada tahun 1942. Belakangan kapal penghancur tier 7 ini diakuisisi oleh Indonesia pada tahun 1951.

Kapal-kapal perang Pan Asian lain yang akan bergabung dengan “Gadjah Mada” adalah:

  1. “Fushun” Cina, China’s Fushun, kapal perusak kelas project 7 bekas milik Soviet.
  2. “Phra Thailand” , semula dikenal sebagai HMS “Radiant” dan kemudian dipindahkan ke Angkatan Laut Kerajaan Thailand.
  3. “Chung Mu” Korea Selatan, sebelumnya kapal perusak kelas Fletcher USS Erben dan diperkenalkan sebagai DD pertama Korea Selatan dan mencapai prestasi militer sampai tahun 1983.
  4. “Namikaze Shenyang” Taiwan, bekas kapal perusak kelas Gleaves AS USS “Macomb” yang berganti nama menjadi “Hsienyang”, kapal perusak USS Brush Allen M. Sumner-class; Yueyang; Longjiang, Jianwei;
  5. Kapal jenis bertahan Chengan tipe D №40 dari Angkatan Laut Kekaisaran Jepang.

Game ini sudah diluncurkan di beberapa negara di dunia dan kini giliran Indonesia. “Kami punya pemain lebih dari 180 juta,” kata Eileen Lorenzo, PR Director APAC. Lorenzo yakin pemain di Indonesia akan tertarik dengan game kapal perang yang menampilkan “Gadjah Mada”.

Hisashi Yaginuma (kiri) dan Eileen Lorenzo (tengah) pada konferensi pers (10/11-2017) (Foto: baranews.co/Syaiful W Harahap)

Game online gratis ini mengajak pemain untuk mengendalikan armada angkatan laut raksasa yang menampilkan beberapa kapal perang paling terkenal dalam sejarah. World of Warships membawa para pemain ke permainan strategi yang tak terbatas, gameplay taktis dan pertarungan yang membuat jantung berdebar kencang. Dengan modul teknologi yang terus ditingkatkan oleh Wargaming, Lorenzo mengajak pemain di Indonesia untuk menguasai samudra dalam World of Warships. (Syaiful W Harahap-baranews.co).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*