Buruh KSPI Geruduk Jakarta Tolak Upah Murah

Longmarch ini, kata dia, merupakan ikhtiar para buruh karena melakukan dialog sosial dan berkomunikasi dengan Pemerintah tidak mendapatkan respon yang baik.

Baranews.co – Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pimpinan Said Iqbal kembali menggeruduk Istana Negara dan Balai Kota Jakarta, Jumat (10/11). Mereka menuntut penolakan upah berdasarkan Peraturan Permerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015. Aksi ini juga mengusung isu mencabut mandat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, serta turunkan harga sembako, listrik, dan lain sebagainya.

“Kami akan melakukan longmarch menuju Istana Negara dan Balai Kota menolak upah murah,” ujar Pangkormas Garda Metal KSPI, Baris Silitonga, Jumat (10/11).

Dia mengatakan, mengerahkan sekitar 5.000 pasukan elite Garda Metal, yang berada di barisan paling depan.

Longmarch ini, kata dia, merupakan ikhtiar para buruh karena melakukan dialog sosial dan berkomunikasi dengan Pemerintah tidak mendapatkan respon yang baik.

Dengan konvoi berjalan kaki ini, agar diketahui masyarakat luas yang sedang diperjuangkan kaum buruh. Dia menjelaskan, ada tiga kelompok buruh yang melakukan longmarch dari tiga titik berbeda.

Titik pertama adalah peserta longmarch yang berangkat dari Bandung. Diikuti oleh para buruh dari Bandung, Cianjur, Subang, Cirebon, Purwakarta, Kerawang, dan Bekasi-Jakarta.

Para buruh yang berangkat dari Bandung ini berjumlah kurang lebih 100 orang dan disebut sebagai Laskar Marsinah.

Sedangkan kelompok kedua berangkat dari Bogor, yang diikuti para buruh dari Sukabumi, Bogor, dan Depok. Kelompok ini disebut sebagai Laskar Sebastian.

Sedangkam kelompok ketiga disebut sebagai Laskar Suryo Pranoto. Kelompok ini merupakan perwakilan buruh yang berasal dari Cilegon, Serang, dan Tanggerang. Sama seperti Laskar Sebastian, Laskar Suryo Pranoto ini berangkat hari Kamis, 9 November 2017.

“Peserta longmarch akan bergabung dengan puluhan ribu buruh yang melakukan aksi bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2017,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, pada tanggal 10 November 2017 sekitar 20 ribu buruh akan melakukan aksi unjuk rasa di Istana Negara dan Balai Kota DKI Jakarta.

‎Sementara itu, Koordinator Lapangan, Rohman, mengatakan wilayah yang ikut aksi buruh hari ini mencapai 10.000 orang. “Kemungkinan bisa lebih mengingat antusias anggota yang ikut aksi,” kata Rohman.
Sumber: Suara Pembaruan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*