Para Jenderal yang Pernah Ditolak Masuk Amerika

Ilustrasi (Sumber: Citi FM)

JAKARTA, Baranews.co – Rencana lawatan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat sempat tertahan pada Sabtu (21/10) kemarin. Sesaat sebelum naik ke maskapai Emirates pada Sabtu pukul 17.50 WIB, ada pemberitahuan dari Custom and Border Protection yang memberitahu bahwa Jenderal Gatot tak boleh memasuki wilayah Amerika Serikat.

Duta Besar Amerika Serikat untuk RI Joseph Donovan meminta maaf atas insiden tersebut. Namun, bagi pemerintah Indonesia, maaf saja tidak cukup.

Bukan kali ini saja Amerika Serikat mempersulit kunjungan pejabat Indonesia. Pada 2014 lalu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengungkap ada beberapa jenderal yang ditolak Amerika. Dia menyebut ketujuh jenderal yang ditolak Amerika itu adalah: Prabowo Subianto, Sjafrie Sjamsuddin, Wiranto, dan Pramono Edhie Wibowo.

Nama Prabowo Subianto ditolak masuk ke Amerika pada tahun 2000. Menurut New York Times, pada tahun 2000 lalu, Departemen Luar Negeri AS menolak visa Prabowo. Ketika itu Prabowo hendak berkunjung ke AS untuk menghadiri upacara kelulusan putranya di sebuah universitas di Boston.

Namun saat itu tidak disebutkan alasan penolakan tersebut. Sedangkan kepada Reuters pada tahun 2012 lalu, Prabowo mengaku dirinya masih ditolak masuk ke AS. Dilansir Reuters, Rabu (21/5/2014), Prabowo dituding terlibat penculikan, pelanggaran HAM dan percobaan kudeta setelah lengsernya Soeharto tahun 1998 lalu. Atas tudingan tersebut, Prabowo berulang kali membantah keterlibatannya.

Penolakan Amerika terhadap Sjafrie Sjamsoeddin terjadi pada 2009 lalu. Padahal ketika itu Sjafrie yang menjabat Wakil Menteri Pertahanan tengah mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan G-20. Visa Sjafrie ditolak Amerika Serikat.

Pemerintah Indonesia pun bereaksi keras atas penolakan tersebut. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro pasang badan membela Sjafrie. Menurut dia kedatangan Sjafrie ke AS kala itu salah satunya berurusan dengan pembelian alat utama sistem persenjataan (Alutsista). Bila ditolak bisa beralih ke negara lain atau dalam negeri

“Alutsista tidak hanya dari AS. Ada juga dari negara lain, ada juga dari dalam negeri,” kata Purnomo dalam jumpa pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (6/1/2009).

Lima tahun sebelumnya, tepatnya 16 Januari 2004, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS) menetapkan enam warga Indonesia dilarang masuk ke negara tersebut. Satu dari orang tersebut seperti dilansir dari harian Washington Post edisi 16 Januari 2004 adalah Jenderal (purn) Wiranto.

Kabar bahwa Wiranto ditolak berkunjung ke Amerika Serikat muncul lagi pada 2014. Saat itu Wiranto meminta bukti ada penolakan dari AS atas dirinya.

“Saya belum dengar dari dia langsung, saya minta buktinya dan saya kira saya tidak perlu menanggapi begitu itu,” kata Wiranto di Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2014).

Sementara Jenderal (Purn) TNI Pramono Edhie Wibowo membantah dirinya ditolak masuk ke Amerika Serikat. Ia mengatakan pada tahun 2012 lalu sempat mengunjungi AS dan tak ada penolakan.

“Saya tidak ditolak. Saya November 2012 baru dari Hawai dan masuk ke Los Angeles,” kata Pramono di Mabes TNI AD, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2014).

Menurut Pramono, informasi bahwa dia dilarang masuk Amerika Serikat itu kurang dilengkapi data yang akurat.

Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno meminta para jenderal tak perlu gusar kalau hanya ditolak oleh Amerika Serikat. Jika ditolak ke Amerika, bisa datang ke negara lain.

“Ditolak kok takut, saya ditolak siapapun persetan. Kalau ditolak kita bisa datang ke negara yang lain,” kata Try Sutrisno di sela acara ulang tahun PKPI, di Hotel Oasis, Senen, Jakpus, Jumat (14/2/2014).

“Kita bangsa yang besar jangan hirau kalau ditolak atau tidak. Di dunia bukan cuma dia (Amerika). Kalau ditolak ke A masih bisa ke B,” imbuhnya geram. (erd/jat)/Erwin Dariyanto – detikNews/bh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*