NASIONALISME: Hari Santri Nasional Kembali Digelar

Seorang santri melihat pameran lukisan kartun sejarah Islam saat peringatan Hari Santri Nasional di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (21/10). (Sumber: KOMPAS/KARINA ISNA IRAWAN).

Oleh: KARINA ISNA IRAWAN

SEMARANG, Baranews.co – Hari santri nasional kembali gelar untuk ketiga kalinya dan tahun ini dipusatkan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (21/10). Peringatan pada tahun ini mengangkat tema wajah pesantren wajah Indonesia.

Sekitar 1.000 peserta peringatan Hari Santri Nasional memadati Lapangan Simpang Lima Kota Semarang, Sabtu malam. Mereka didominasi kaum muda yang datang dari berbagai daerah baik dalam atau luar Jawa Tengah.

KOMPAS/KARINA ISNA IRAWAN

Suasana peringatan Hari Santri Nasional ketiga di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (21/10) malam.

Peringatan Hari Santri Nasional ini terdiri dari dua rangkaian acara, yaitu pemecahan rekor gambar kartun terpanjang dan pelaksanaan kirab santri melalui shalawat kebangsaan.

Sebanyak 31 kartunis dari berbagai provinsi di Indonesia melukis sejarah Islam mulai dari abad ke-7 di Makkah hingga era kepemimpinan Joko Widodo di Indonesia. Lukisan kartu itu dibuat di kain sepanjang 300 meter. Sedangkan, kirab santri menghadirkan pejabat daerah dan pemangku agama.

“Peringatan Hari Santri Nasional ini jadi wujud penghargaan dan pengakuan dari pemerintah. Selain itu, sebagai penegasan dan peneguhan tanggung jawab santri terhadap masa depan bangsa Indonesia,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menghadiri peringatan Hari Santri di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (21/10) malam.

Menurut Lukman, santri berperan penting dalam pembentukan bangsa Indonesia. Mereka punya rasa cinta tanah air dan saling menghormati sesama. Namun, peran santri bukan sekadar saat masa pembentukan, tetapi juga masa depan. Kaum mudah memiliki peran strategis dalam perkembangan bidang ilmu agama, sosial, dan alam.

KOMPAS/KARINA ISNA IRAWAN

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ikut melukis salah satu bagian cerita sejarah Islam zaman Nabi Muhammad SAW saat peringatan Hari Santri Nasional di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (21/10).

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, tantangan yang akan dihadapi para santri semakin besar. Mereka tidak boleh melupakan sejarah keislaman dan kebangsaan untuk hadapi masa depan. Tantangan itu, misalnya, di bidang teknologi. Saat ini peningkatan transaksi online mengakibatkan beberapa mall di Eropa dan Amerika Serikat nyaris bangkrut.

“Tantangan kian cerdas terutama di bidang Ekonomi. Santri bisa berkontribusi apa?,” ujar Ganjar. Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*