Mengenang 50 Tahun Kematian Che Guevara

Sumber: dw.com

Dengan pandangan tajam dan topi baret berlambang bintang, potret pemuda Argentina itu jadi ikon yang dipasang pada saat demonstrasi bahkan konser musik. 50 tahun lalu Che Guevara tewas saat bergerilya di hutan Bolivia.

Sahabat dan Musuh

Juan Martin Guevara memegang poster peringatan 50 tahun kematian saudaranya. Ernesto Guevara de la Serna, demikian nama asli pria yang lahir 14 Juni 1928 di Rosario, Argentina itu. Sebenarnya ia seorang dokter, namun perjalanan keliling Amerika Latin mengubah haluan hidupnya. Di mata pengagumnya ia adalah pejuang yang kerap dipanggil “Che” atau sahabat, namun bagi musuh ia dianggap pembunuh.

Che Guevara/Foto - Che Guevara/Photo/1965 - Guevara Serna, Ernesto, dit Che Guevara (picture-alliance/akg-images)

Dokter Angkat Senjata

Kisah dokter muda dari keluarga kaya ini berubah ketika ia mengelilingi 5 negara di Amerika Latin dengan menggunakan sepeda motor bersama sahabatnya, Alberto Granado, tahun 1952. Ia menyaksikan dampak korupsi dan kemiskinan. Ini fakta yang mengguncang perasaannya. Ia pun berkesimpulan hanya ada satu jalan untuk mengatasi penderitaan rakyat, yakni perjuangan bersenjata. Jalan revolusioner.

Kuba Fidel Castro historische Aufnahmen (picture-alliance/dpa/UPI)

Revolusi di Sisi Fidel Castro

Misi revolusi membawa Che Guevara bertemu Fidel Castro. Ia bergabung dalam gerilya untuk menjatuhkan diktator dukungan AS, Flugencio Batista. Revolusi mereka sukses. Batista terguling tahun 1959. Castro jadi penguasa Kuba, dan Guevara, kendati orang Argentina, menjadi kepala Bank Sentral, lalu Menteri Perindustrian tahun 1961. Ia melakukan nasionalisasi properti dan mendorong pendidikan pedesaan.

Ernesto Che Guevara (1961) (picture-alliance/dpa/UPI)

Pahlawan Rakyat Kecil

Meski telah menduduki posisi Menteri Perindustrian, Guevara masih turun langsung bekerja di lapangan. Di awal tahun 1961 seperti terlihat dalam foto ini, Guevara ikut serta menjadi pekerja bangunan di Havana. Sehari penuh ia bekerja membangun rumah tinggal bagi rakyat. Terkadang ia juga bekerja sebagai dokter di pusat perawatan penyakit Lepra.

Kuba Innenminister Ernesto Guevara trinkt Coca-Cola (picture-alliance/dpa)

Anti-Amerika Penyuka Hobi ‘Barat’

Che Guevara juga dikenal sebagai tokoh anti-Amerika. Meski demikian, terkadang tokoh revolusioner itu juga memperlihatkan sisi berbeda seperti saat minum sebotol Coca-Cola di Kongres Ekonomi dan Sosial di Uruguay, Agustus 1961. Ia juga dikenal sebagai pemain catur yang ulung.

Selbstportrait von Che Guevara von 1965 (Studienzentrum Che Guevara, Kuba)

Selfie dan Fotografi

Guevara mengakui ‘sebelum menjadi ‘comandante’, ia adalah fotografer’. Ia pernah bekerja sebagai fotografer keliling di taman Mexico City. Saat bergerilya untuk revolusi Kuba, ia kerap tenteng kamera, juga ketika dalam perjalanan mewakili pemerintah Kuba. Gambar ini adalah ‘potret diri’ saat ia berkunjung ke Thailand (1964). Ibarat buku harian, Che senang mengabadikan momen lewat bidikan kamera.

Kongo Ernesto Che Guevara und kongolesische Guerrilleros (1965) (Getty Images/AFP)

Bergerilya Seorang Diri

Tahun 1965 ia berpisah dengan Fidel Castro. Guevara meninggalkan Kuba menuju Kongo dan membangun tentara gerilya untuk melawan imperialisme pasca-kolonial. Pendapat lain menyebutkan, Guevara yang memiliki semangat revolusioner yang tinggi telah dideportasi ke Kongo. Terlepas dari fakta mana yang benar, upaya gerilya Guevara di Kongo gagal.

Leiche von Che Guevara (Getty Images)

Akhir Perjalanan Che

Setelah Kongo, Che bergerilya di Bolivia. Bersama 15 pengikutnya, ia menciptakan revolusi merah di Amerika Selatan. Alih-alih mendapat dukungan, ia terisolasi di hutan. Foto perwira militer Bolivia di dekat jenazah Che ini disebarkan untuk membuktikan Guevara benar-benar telah meninggal. Tentara Bolivia bahkan memotong tangan Che, agar sidik jarinya bisa digunakan untuk membuktikan kematiannya.

Bolivien Che Guevara-Kult (picture-alliance/dpa/G. Ismar)

Ziarah untuk Santo

Di ruang binatu rumah sakit di kota Vallegrande inilah, jenazah Guevara terbaring 50 tahun lalu. Beberapa saat setelah pemotretan, Che yang tewas pada usia 39 tahun dimakamkan di kuburan masal. Di dinding tertulis: “Bahkan jika mereka menyembunyikanmu di bawah bumi, mereka tak menghalangi kami untuk menemukanmu.” 30 tahun kemudian, tulang belulang Guevara diidentifikasi, lalu dipindahkan ke Kuba.

Zeremonie der Enthüllung einer Statue von Kuba geboren argentinischen revolutionären Helden Che Guevara (AP)

Tetap Abadi

Ribuan orang menghadiri peringatan ulang tahun ke-80 tokoh revolusioner itu, ketika patung Che Guevara diresmikan di kota kelahirannya, Rosario, Argentina. Penulis biografinya, Matthias Rüb menyebutkan gerakan sosial di Amerika Latin saat ini merupakan kelanjutan perjuangan revolusi Kuba dulu kala. Rüb merujuk Paus Fransiskus – yang juga berasal dari Argentina – sebagai penerus legasi Che Guevara.

Alberto Korda (AP)

Pencipta Ikon Che

Foto Che Guevara dengan topi baret adalah karya tersohor Alberto Diaz Gutierrez atau Alberto Korda. Foto ini diambil tahun 1960, pada saat upacara berkabung atas meninggalnya 136 pekerja pelabuhan dalam sebuah ledakan. Foto ini memecahkan rekor sebagai foto yang paling banyak dicetak ulang dan diadaptasi ke berbagai tampilan visual lainnya. Tokoh revolusioner itu bahkan menjadi legenda budaya pop.

CDU-Wahlkampf: Angela Merkel T-Shirt als Che Guevara (AP)

Atas Nama Che

Ikon Che pernah diadaptasi saat kampanye Kanselir Jerman, Angela Merkel tahun 2005. Di Jerman, penulis lagu asal Jerman Timur, Wolf Biermann bahkan sebut Guevara “Kristus dengan sebuah pistol.” Pada saat demonstrasi, khususnya buruh, poster Che kerap diusung. Bahkan terkadang kegiatan yang membawa Che sudah tidak terkait sama sekali dengan perjuangannya. [U. Steinwehr/T. Siregar (Ed. ml)/dw.com/swh].

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*