Bendera Putih Tim “Oranye”, Perancis Kian Dekat ke Piala Dunia 2018, Belanda Butuh Keajaiban

Sejumlah pemain Belanda melangkah gontai setelah laga melawan Belarus di Barysaw, Belarus, Minggu (8/10) dini hari WIB, yang berakhir 3-1 untuk tim “Oranye”. Mereka (dari kiri) Memphis Depay, Arjen Robben, Ryan Babel, dan Vincent Janssen. (Sumber: KOMPAS/REUTERS/VASILY FEDOSENKO).

BORISOV, Baranews.co Arjen Robben, bintang tim nasional sepak bola Belanda, Jumat (6/10), yakin timnya masih punya kans lolos ke Piala Dunia Rusia 2018. Dua hari berselang, Minggu (8/10), ia mengubur asa itu seusai Belanda hanya sanggup menang 3-1 atas Belarus. Belanda butuh sebuah keajaiban untuk bisa tampil di Rusia.

Tidak tampak euforia kegembiraan fans dan para pemain tim “Oranye” seusai menundukkan Belarus di kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, Minggu dini hari WIB. Padahal, kemenangan itu prestasi baru mereka.

Untuk kali pertama, Belanda mencatat dua kemenangan beruntun di kualifikasi Piala Dunia 2018. Pekan lalu, mereka memukul Bulgaria, juga 3-1.

Namun, geliat kebangkitan tersebut tidak cukup menaikkan kans Belanda lolos ke Rusia. Pada saat yang sama, dua pesaingnya di Grup A zona Eropa, Perancis dan Swedia, juga meraih kemenangan penting.

Swedia bahkan berpesta gol, yaitu menang 8-0 atas Luksemburg. Itu membuat Belanda kini masih tertahan di peringkat ketiga di Grup A dengan koleksi 16 poin dari sembilan laga. Perancis dan Swedia berada di atas tim “Oranye”, dengan masing-masing poin 20 dan 19.

Celakanya, kualifikasi hanyalah menyisakan satu laga, yaitu pada Rabu (11/10) lusa. Di sisi lain, hanya dua tim teratas di setiap grup yang berhak atas tiket ke Rusia, baik lolos langsung maupun lewat play off.

Dengan demikian, Belanda kini berada di ujung tanduk. Untuk bisa lolos ke Rusia, mereka harus mengalahkan Swedia dengan keunggulan minimal tujuh gol pada Rabu (11/10) dini hari WIB di Amsterdam. Belanda butuh menang telak karena saat ini terpaut selisih 12 gol dari Swedia.

Permasalahannya, Swedia bukan tim gurem yang bisa dengan mudahnya dibobol tujuh gol. Sebaliknya, mereka tengah percaya diri berkat torehan 12 gol tanpa kebobolan pada dua laga terakhir. Di lain pihak, Belanda tidak lagi pernah menang dengan keunggulan tujuh gol sejak 2013.

Pada 2013 itu, mereka berpesta gol, yaitu 8-1, pada kualifikasi Piala Dunia 2014. Namun, lawannya relatif mudah, yaitu Hongaria. Sebaliknya, Oranye dalam kondisi prima. Belanda, yang saat itu diasuh Louis van Gaal, bahkan finis ketiga di Piala Dunia Brasil.

“Tentu kami harus tetap menjaga optimisme hingga menit terakhir laga. Namun, saya lebih baik jujur mengatakan apa yang orang-orang pikirkan kini. Tidak realistis untuk menang besar atas Swedia. Menang 7-0 atas mereka tidak akan terjadi,” kata Robben yang putus asa terkait dengan kans timnya melaju ke Rusia.

Jika gagal tampil di Rusia, tim Oranye bakal melengkapi periode “bencana” atau generasi terburuk sejak 1986. Itulah terakhir kali mereka absen beruntun di Piala Eropa dan Piala Dunia. Belanda sebelumnya absen di Piala Eropa Perancis 2016.

“Hati saya kini sangat terluka. Namun, inilah sepak bola. Hasil di Swedia (kemenangan 8-0 atas Luksemburg) meruntuhkan keyakinan kami,” ujar Robben.

Situsi buruk Belanda saat ini menjadi tamparan keras bagi Pelatih Dick Advocaat. Pekan lalu, ia mencibir wartawan yang mengungkapkan peluang Swedia menang 8-0 atas Luksemburg.

“Mereka (Swedia) tidak akan menang 8-0, saya yakin itu. Pernyataan bodoh apa ini?” tukasnya ketika itu, seperti dikutip oleh Fox Sports.

Advocaat kini merasa malu telah menjilat ludahnya sendiri terkait pernyataannya itu. Namun, ia masih yakin, Oranye bisa lolos ke Rusia. “Situasinya sangat sulit sekarang. Namun, itu belum berakhir,” kata Advocaat yang diikat kontrak hingga akhir pekan ini.

Masih sengit

Persaingan di Grup A memang masih sangat sengit. Belum satu tim pun mendapatkan tiket lolos ke Rusia. Perancis, yang kini memuncaki grup ini, hanya bisa menang tipis 1-0 atas Bulgaria.

Kemenangan itu diraih berkat gol Blaise Matuidi, menit awal laga itu. Namun, sejak itu, mereka kesulitan membongkar pertahanan Bulgaria. Kemenangan itu pun harus dibayar mahal dengan cederanya gelandang N’Golo Kante. Ia harus absen saat Perancis menjamu Belarus, Rabu ini, di Paris akibat cedera hamstring.

Padahal, Kante merupakan pemain penting yang menjaga keseimbangan serangan dan pertahanan tim berjuluk “Les Bleus” itu. Ketika Kante ditarik keluar pada menit ke-34, permainan Les Bleus menjadi sedikit limbung.

Pelatih Perancis Didier Deschamps pun menyiapkan Adrien Rabiot sebagai pengganti Kante pada laga kontra Belarus. “Rabiot bisa memegang peran vital Kante meskipun karakter mereka sedikit berbeda,” ujarnya.

Secara matematis, Perancis bisa disalip Swedia jika gagal menang atas Belarus, dan Belanda takluk dari Swedia pada laga Rabu. (AFP/Reuters/JON)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*