Buni Yani Dituntut 2 Tahun Penjara

Terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani, dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) dua tahun penjara serta denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Bandung, Baranews.co – Terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Buni Yani, dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU) dua tahun penjara serta denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Tuntutan tersebut dibacakan JPU dalam lanjutan sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Selasa (3/10).

“Perbuatan saudara secara sah dan meyakinkan telah memenuhi unsur pidana ITE berupa melakukan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum menambah, mengurangi, menghilangkan terhadap informasi elektronik atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik,” ujar jaksa Andi M Taufik saat membacakan tuntutannya.

Buni Yani didakwa melanggar Pasal 32 Ayat (1) juncto Pasal 48 Ayat (1) UU ITE.

Tuntutan tersebut dibuat berdasarkan pertimbangan terhadap hal-hal yang memberatkan dan meringankan dari terdakwa. Hal yang memberatkan, menurut Andi, terdakwa memberikan keterangan berbelit-belit, perbuatannya dapat menimbulkan perpecahan antarumat beragama, tidak bersikap sopan saat persidangan, tidak menyesali perbuatan, dan sebagai dosen tidak memberi contoh kepada masyarakat. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya.

Atas tuntutan tersebut, Buni Yani melalui penasihat hukumnya akan menyampaikan pledoi dua minggu ke depan.

Sidang yang dipimpin hakim M Saptono itu ditunda hingga 17 Oktober 2017 dengan agenda pembacaan pledoi.

 

Sumber: ANTARA

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*