Pesawat Kepresidenan Air Force One Ala Donald Trump

Trump ketika mendarat di Bandara Morristown Municipal, Mei 2017. (Sumber: BBC Indonesia/BRENDAN SMIALOWSKI/AFP).

Baranews.co – Pesawat kepresidenan yang biasa digunakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terlihat sama dengan era presiden sebelumnya, Barack Obama. Namun Trump ingin agar pesawat berjuluk Air Force One sesuai dengan seleranya.

Suatu ketika di Bandara Morristown Municipal, New Jersey, saat sudah dilantik menjadi presiden ke-45 AS, Trump menuruni anak tangga pesawat kepresidenan.

Trump lantas mengangkat jempolnya ke arah pewarta. Ketika melewati kamera, Trump membenarkan lekuk kerah jasnya.

Seiring pertunjukan citra pebisnis yang tampak disengaja itu, Trump mengumbar kemampuannya membuat kesepakatan penting. Untuk pesawat kepresidenan baru, dia ingin sesuatu yang besar dan tidak menguras pendapatan pajak.

Trump mengunggah status di akun Twitter miliknya setelah pemilihan presiden tahun 2016. Ia menyatakan ingin memotong ongkos pesawat kepresidenan.

Di sisi lain, Trump juga menyebut pimpinan Kuwait memiliki pesawat kenegaraan yang lebih besar dibandingkan Air Force One.

Personel pesawat kepresidenan Amerika Serikat pun kini berjuang mewujudkan tipe pesawat yang diinginkan Trump itu. Mereka mencari jalan tengah untuk memperbesar pesawat tapi tetap menjaga efisiensi biaya.

Boeing pekan lalu menyatakan telah ditunjuk untuk mendesain ulang Air Force One. “Kami akan berusaha keras menekan ongkos,” ujar juru bicara Boeing, Caroline Hutcheson.

Richard Nixon GETTY IMAGES
Presiden ke-37 AS Richard Nixon dan istrinya Thelma Catherine melambaikan tangan dari Air Force One di Bandara Heathrow, London, 1970.

Pengamat penerbangan dari Teal Group, Richard Aboulafia, menyebut Trump ingin menjadikan Air Force One sebagai simbol “jangkauan diplomasi dan kekuatan Amerika Serikat secara global”.

Air Force One pertama kali mengangkasa pada 1959. Presiden AS kala itu, Dwight Eisenhower, merupakan orang nomor satu AS pertama yang menikmati fasilitas itu.

Ketika menjadi Presiden ke-35 AS, John F Kennedy mengganti warna merah dan emas pada Air Force One pada era Eisenhower dengan warna biru dan putih. Warna pilihan Kennedy itu kini masih melekat di badan pesawat itu.

Armada Air Force One diparkir di hanggar yang berada di Maryland. Trump sempat mengunjungi pangkalan udara itu sebelum terbang ke New Jersey.

Trump berjalan melewati sebuah barisan pesawat dalam berbagai ukuran yang dihiasi tulisan “United States of America”. Setiap pesawat itu dapat diterbangkan sebagai Air Force One, kode pesawat yang ditumpangi presiden AS.

Sebagai kendaraan udara presiden, deretan pesawat itu memiliki fitur penting, antara lain mengenkripsi komunikasi dan menahan radiasi elektromagnetik dari ledakan nuklir.

Clinton GETTY IMAGES
Bill Clinton, presiden ke-42 AS, ketika difoto di dalam kabin Air Force One yang sesak tahun 1994.

Pesawat Air Force One yang paling terkenal adalah tipe 747-200B yang dibuat Boeing. Trump terbang dalam pesawat itu menuju Paris musim panas lalu.

Pesawat tersebut memiliki sejumlah kabin yang saling terpisah, salah satunya dilapisi karpet tebal biru muda bergradasi biru pekat, kursi putar, dan satu meja khusus untuk pejabat senior Gedung Putih.

Satu pesawat kepresidenan lainnya, tipe Boeing 747, dijuluki Baby Air Force One dan mempunyai standar keamanan yang sama dengan pesawat lain. Meskipun penumpang menyesaki pesawat itu Jumat, pekan lalu, kemewahan yang ditawarkan Air Force One mungil itu tidak luntur.

Labu madu dan pasta linguine merupakan sajian santap malam pada perjalanan itu. Setelahnya, awak kabin memberi saya dua kotak coklat M&M sebagai kenang-kenangan.

Air Force One
Kotak M&M yang biasa diberikan sebagai suvenir untuk penumpang Air Force One.

Beberapa dekade lalu, penumpang Air Force One menerima kartu remi, rokok dan barang-barang berukuran kecil lainnya.

“Mereka biasanya berisi kantong mabuk udara juga,” kata seorang perwira militer.

Hanya terdapat sejumlah perbedaan kecil antara Air Force One era Trump dan pesawat kepresidenan yang biasa ditumpangi Obama.

Pada masa Obama, penumpang akan menerima kotak cenderamata yang bertandatangan sang presiden. Selama 10 tahun pemerintahan Obama, televisi kecil yang menggantung di kabin Air Force One menyiarkan televisi berita CNN.

Sementara pada era Trump, saluran televisi itu diganti kantor berita Fox News. Selebihnya, pesawat di dua masa kepresidenan itu terlihat serupa.

Trump dapat membuat perbedaan kecil. Dia mempersoalkan handuk khusus tangan yang menurutnya terlalu lembut. Namun, menurut saya, handuk yang dikeluhkan dan yang diinginkan Trump tidak terlalu berbeda.

Bush GETTY IMAGES
George W. Bush menelepon wakilnya Dick Cheney dari kabin Air Force One pada 11 September 2001.

Perubahan besar di Air Force One membutuhkan pemeriksaan keamanan yang ketat. Itulah yang saat ini sedang dilakukan Angkatan Udara AS dalam proses mendesain ulang dan menurunkan ongkos Air Force One.

Beberapa pekan setelah pilpres, melalui akun Twitter miliknya, Trump menyebut Boeing membuat pesawat kepresidenan baru. Namun, kata Trump, “biaya pembuatan pesawat itu di luar kontrol, lebih dari empat juta dolar. Batalkan pesanan!”

Sejak saat itu, pejabat Air Force One dan Boeing telah berupaya membuat proyek itu terlihat sederhana dan murah. AS baru-baru ini membeli dua pesawat Boeing 747-8s dengan harga yang bersaing.

Itulah yang mereka katakan meski mereka belum mengungkap nominal pasti dari pembelian itu.

Pesawat baru itu akan menggantikan Air Force One tipe lama, yaitu 747-200B. Tapi pesawat itu belum dapat diterbangkan dalam beberapa tahun ke depan.

“Ketika seorang presiden membeli pesawat Air Force One baru, dia sebenarnya membeli itu untuk presiden berikutnya,” kata Richard Aboulafia.

Pesawat baru yang tersebut akan berfitur sama dengan pesawat sebelumnya, antara lain fasilitas medis dan sistem pertahanan.

Dan tentu saja pesawat itu lebih besar. Lebar sayap hampir 9,1 meter lebih panjang dari pesawat sebelumnya. Fakta itu tentunya akan menyenangkan Trump. BBC Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*