Ir. Sanggam Hutapea, MM: Danau Toba Tidak Seterkenal yang Dibayangkan bahkan Terkesan Hanya Sekedar Halusinasi

Siapa bilang Danau Toba terkenal di seantoro bumi ini? Danau yang terbentuk dari letusan supervolcano ribuan tahun lalu itu ternyata tidak seterkenal yang dibayangkan selama ini. Bahkan terkesan kepopuleran Danau Toba hanya sekedar halusinasi, karena faktanya lebih banyak yang tidak mengetahui keberadaannya.

Ir. Sanggam Hutapea, MM (foto dok)

JAKARTA, Baranews.co – Siapa bilang Danau Toba terkenal di seantoro bumi ini? Danau yang terbentuk dari letusan supervolcano ribuan tahun lalu itu ternyata tidak seterkenal yang dibayangkan selama ini. Bahkan terkesan kepopuleran Danau Toba hanya sekedar halusinasi, karena faktanya lebih banyak yang tidak mengetahui keberadaannya.

Hal ini dikatakan Ir Sanggam Hutapea MM, Pemerhati Pariwisata, melalui telepon kepada dalihannatolunews.com, Jumat 22 September 2017, di Jakarta. “Dalam tiga tahun terakhir ini, setidaknya empat kali dalam setahun, saya keliling Eropa Barat dan Eropa Timur bahkan ke Cina. Di setiap negara yang saya kunjungi dan menanyakan tentang Danau Toba, ternyata sama sekali tidak populer bahkan sangat sedikit yang mengenal,” katanya.

Dia mengaku tidak terkejut mendapatkan fakta di banyak negara, orang belum tahu akan Danau Toba hingga keindahan alam yang kini ditetapkan pemerintahan Jokowi sebagai salah satu dari 10 destinasi pariwisata Indonesia. Dia juga meyakini, di dalam negeri pun masih banyak yang tidak tahu Danau Toba.

Hal ini terjadi karena Danau Toba sebagai daerah tujuan wisata (DTW) tidak pernah serius dibenahi, dikembangkan, dan dipromosikan. Dia mencatat sudah 20 tahun pemerintah pusat maupun daerah tidak ada perhatian ke Danau Toba. “Baru tahun terakhir ini perhatian pemerintah terlihat nyata ke Danau Toba,” terangnya.

Ir Sanggam Hutapea MM (kiri) bersama teman di kawasan Dolomiti Italy

Di samping menetapkan Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata Indonesia, Presiden Jokowi juga menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba tertanggal 01 Juni 2016. “Untuk itu seluruh stakeholders harus menyambut perhatian pemerintah ini,” katanya.

Menurutnya, salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah marketing. Seluruh pemerintah daerah mulai dari gubernur dan bupati yang berkaitan dengan Danau Toba perlu bersatu padu dalam mengenalkan kembali Danau Toba ke wisatawan baik itu domestik maupun mancanegara. “Pemasaran Danau Toba harus terpadu. Jangan dilakukan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Pada saat yang sama Pemda terkait perlu duduk bersama untuk mengemas produk wisata di seluruh kawasan Danau Toba. Jangan hanya melakukan acara karnaval atau acara musik yang kesannya sangat seremonial dan hanya melibatkan masyarakat lokal, karena produk wisata tidak seremonial. “Jadi jangan bangga kalau karnaval dihadiri pejabat. Banggalah kalau karnaval dihadiri wisatawan,” tandasnya.

Ir Sanggam Hutapea MM berharap, Pemda setempat sudah harus berbenah di wilayah masing-masing. Hal-hal kecil seperti fasilitas toilet umum yang layak, jangan lagi sulit ditemukan di Danau Toba. “Untuk menyediakan fasilitas toilet umum yang layak, tidak perlu harus menunggu pembangunan infrastruktur diselesaikan,” pungkasnya.

(dalihannatolunews.com/hp)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*