SIDANG UMUM PBB: Dubes AS untuk PBB Sebut Indonesia Sebagai Teman untuk Mereformasi PBB

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (kelima dari kiri) menghadiri pertemuan tingkat tinggi membahas reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (18/9). Pertemuan itu dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (ketujuh dari kiri), Presiden AS Donald Trump (kedelapan dari kiri), dan sejumlah menteri luar negeri dari negara-negara sponsor reformasi PBB. (Sumber: KOMPAS/UN PHOTO/MARK GARTEN).

NEW YORK, Baranews.co – Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley menyebut Indonesia sebagai salah satu “teman” untuk mereformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif sejumlah negara, termasuk Indonesia, dalam upaya menggulirkan reformasi di tubuh PBB.

Hal itu disampaikan Haley saat menyampaikan sambutan pengantar sebelum Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan dalam pertemuan tingkat tinggi tentang reformasi PBB di Markas Besar PBB, New York, AS, Senin (18/9). Pertemuan ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

“Saya berterima kasih pada rekan kami para penyelenggara hari ini, (yaitu) teman-teman kami dari Kanada, Jerman, Indonesia, Jepang, Jordania, Niger, Rwanda, Senegal, Slowakia, Thailand, Inggris, dan Uruguay. Secara keseluruhan, kami menyampaikan terima kasih kepada Anda semua,” kata Haley.

Lebih dari 120 negara diundang untuk menghadiri pertemuan membahas reformasi PBB setelah negara-negara itu menandatangani 10 poin deklarasi politik yang drafnya disiapkan AS untuk mendukung upaya-upaya Guterres menginisiasi reformasi yang efektif dan bermakna di PBB. Indonesia merupakan satu dari 13 negara yang menjadi sponsor reformasi PBB.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, yang hadir dalam pertemuan itu, mengatakan, Indonesia mendapat ucapan terima kasih dari Haley. “Sangat jelas saat saya bertemu Wakil Tetap atau Dubes AS untuk PBB, tadi disampaikan kembali terima kasih atas peran aktif Indonesia dalam pertemuan tingkat tinggi mengenai reformasi PBB,” kata Retno seusai pertemuan.

Haley mengatakan, hingga Senin kemarin tercatat 128 negara telah menandatangani deklarasi politik tersebut. “Ini menjadi sinyal bahwa bukan hanya benar-benar dibutuhkan, tetapi juga (reformasi PBB) itu akan terwujud. Anda semua adalah alasan bahwa perubahan itu sudah datang,” ujar Haley.

Menurut Guterres, 10 poin deklarasi untuk mendukung reformasi PBB dimaksudkan untuk menyederhanakan prosedur dan mendesentralisasi keputusan-keputusan, dengan transparansi, efisiensi, dan pertanggungjawaban yang lebih besar.

“Tujuan bersama kita, yaitu PBB abad ke-21 yang lebih fokus pada manusia dan mengurangi (kerumitan) proses, lebih besar dalam menyampaikan dan lebih sedikit birokrasinya,” kata Guterres. (Dilaporkan dari Markas Besar PBB, New York, AS)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*