OPERASI TANGKAP TANGAN, Presiden Jokowi: Tangkap Saja kalau Ada Bukti

Polisi bersenjata berjaga di depan pintu ruang komisi DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, saat tim penyidik KPK menggeledah ruangan tersebut, Jumat (15/9). (Sumber: KOMPAS/ JUMARTO YULIANUS).

BANJARMASIN, Baranews.co – Presiden Joko Widodo turut mengomentari operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (14/9) malam. Dalam operasi kali ini ada lima orang yang ditangkap penyidik KPK.

Menurut Presiden, dirinya mempersilakan KPK melaksanakan tugasnya. ”Kalau ada bukti-bukti dan fakta-fakta hukumnya, dan memang harus ditangkap, ya, tangkap saja,” kata Presiden seusai membuka secara resmi Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) X Tingkat Nasional di Banjarmasin (15/9).

Kamis malam, tim penyidik KPK menangkap lima orang dari unsur DPRD Kota Banjarmasin, BUMD, dan swasta. Mereka diduga menerima suap terkait proses pembahasan peraturan daerah tentang penyertaan modal senilai Rp 1 triliun.

Berdasarkan info yang diterima, dua di antara lima orang yang ditangkap adalah Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali dan Direktur Utama PDAM Bandarmasih Muslih.

Wali Kota Banjarmasin membenarkan adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK. ”Saya sudah konfirmasi kepada Polda Kalsel bahwa ada bagian dari Pemkot Banjarmasin yang ditangkap. Ini sangat disesalkan,” katanya. Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*