Suap untuk Persiapan Pilkada, Total Uang yang Diduga Diterima Siti Masitha dan Amir Mirza Rp 5,1 Miliar

Wali Kota Tegal Siti Masitha yang sudah menggunakan baju tahanan meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (30/8), seusai diperiksa penyidik KPK. (Sumber: KOMPAS/ALIF ICHWAN).

JAKARTA, Baranews.co – Penangkapan Wali Kota Tegal Siti Masitha atas dugaan penerimaan suap dari program pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah, Tegal, Jawa Tengah, diduga terkait pembiayaan dirinya untuk maju kembali sebagai calon wali kota Pilkada Tegal 2018.

Wali Kota Tegal Siti Masitha yang sudah menggunakan baju tahanan meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (30/8), seusai diperiksa penyidik KPK.
KOMPAS/ALIF ICHWAN

Wali Kota Tegal Siti Masitha yang sudah menggunakan baju tahanan meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (30/8), seusai diperiksa penyidik KPK.

Komisi Pemberantasan Korupsi pun menetapkan Siti sebagai tersangka bersama bakal calon wakilnya di pilkada, Amir Mirza Hutagalung. Selain keduanya, KPK juga menetapkan Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Tegal Cahyo Supriyadi sebagai tersangka. Dalam kasus ini, Cahyo berperan sebagai penyuap Siti dan Amir untuk jasa pengelolaan dana kesehatan di RSUD Kardinah sebesar Rp 1,6 miliar.

Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota Tegal yang di-nonjobkan melakukan aksi cukur rambut di Balai Kota Tegal, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (30/8). Itu merupakan luapan kegembiraan atas ditangkapnya Wali Kota Tegal Siti Marsitha Soeparno oleh KPK.
KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA

Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota Tegal yang di-nonjobkan melakukan aksi cukur rambut di Balai Kota Tegal, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (30/8). Itu merupakan luapan kegembiraan atas ditangkapnya Wali Kota Tegal Siti Marsitha Soeparno oleh KPK.

KPK memperingatkan para calon petahana di Pilkada 2018 agar tak terlibat korupsi untuk membiayai pencalonan mereka. Terlebih mereka saat ini masih menjabat sebagai kepala daerah.

 Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti terkait operasi tangkap tangan tersangka Walikota Tegal Siti Masitha disaksikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan (kiri) dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo (kanan) di gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/8). KPK menetapkan Walikota Tegal dan tiga orang lainnya menjadi tersangka kasus dugaan suap pengadaan infrastruktur kesehatan untuk pembangunan fisik ruangan ICU di RSUD Kardinah Kota Tegal.
KOMPAS/ALIF ICHWAN

Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti terkait operasi tangkap tangan tersangka Walikota Tegal Siti Masitha disaksikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan (kiri) dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo (kanan) di gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/8). KPK menetapkan Walikota Tegal dan tiga orang lainnya menjadi tersangka kasus dugaan suap pengadaan infrastruktur kesehatan untuk pembangunan fisik ruangan ICU di RSUD Kardinah Kota Tegal.

Ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta, Rabu (30/8), mengatakan, total uang suap yang diterima Siti dan Amir selama Januari hingga Agustus mencapai Rp 5,1 miliar. Suap itu terungkap dalam komunikasi para tersangka dengan sejumlah pihak terkait transfer uang suap kepada Siti dan Amir.

Wali Kota Tegal Siti Masitha yang sudah menggunakan baju tahanan meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (30/8), seusai diperiksa penyidik KPK. Selanjutnya, dengan menggunakan mobil tahanan Siti Masitha dibawa ke Rumah Tahanan KPK di Kavling C1 Kuningan. Siti ditahan terkait kasus dugaan suap pengadaan infrastruktur kesehatan untuk pembangunan fisik ruangan ICU di RSUD Kardinah, Kota Tegal, Jawa Tengah.
KOMPAS/ALIF ICHWAN

Wali Kota Tegal Siti Masitha yang sudah menggunakan baju tahanan meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (30/8), seusai diperiksa penyidik KPK. Selanjutnya, dengan menggunakan mobil tahanan Siti Masitha dibawa ke Rumah Tahanan KPK di Kavling C1 Kuningan. Siti ditahan terkait kasus dugaan suap pengadaan infrastruktur kesehatan untuk pembangunan fisik ruangan ICU di RSUD Kardinah, Kota Tegal, Jawa Tengah.

Agus merinci, dari Rp 5,1 miliar uang suap yang diterima Siti dan Amir, sebesar Rp 1,6 miliar berasal dari dana jasa pelayanan kesehatan di RSUD Kardinah. Saat operasi tangkap tangan (OTT) di Tegal, Selasa (29/8), diperoleh barang bukti Rp 200 juta dari Posko Pemenangan Siti dan Amir di Perum Citra Bahari, Tegal, dan Rp 100 juta dari rekening bank milik Amir.

Selebihnya sebesar Rp 3,5 miliar merupakan uang imbalan yang diperoleh Siti dari sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Tegal. Ditambah dengan setoran rutin dari dinas-dinas di Pemkot Tegal kepada Siti.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengungkapkan, uang suap yang diterima Siti dan Amir itu diduga akan digunakan untuk membiayai pemenangan keduanya dalam Pilkada Kota Tegal 2018, untuk periode 2019-2024. “Dalam hal ini SMS (Siti) akan berpasangan dengan AMH (Amir),” katanya.

Basaria pun menyampaikan, agar praktik korupsi terkait pilkada itu dapat segera dihentikan oleh semua pihak, terutama bagi petahana. KPK tak akan tinggal diam terhadap setiap tindak korupsi yang dilakukan para penyelenggara negara, termasuk kepala daerah.

Basaria pun menyayangkan keterlibatan Siti dalam korupsi karena Jawa Tengah tergolong provinsi yang memiliki bupati dan wali kota dari kelompok perempuan dengan jumlah cukup banyak. “Kami harapkan pilkada dapat hasilkan pemimpin yang punya komitmen, paling tidak untuk tidak korupsi,” katanya.

Sejumlah proyek

Agus mengatakan, suap kepada Siti terjadi berkat bantuan Amir selaku pengusaha dan memiliki hubungan langsung dengan sejumlah pengusaha lain yang terlibat dalam sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa di Pemkot Tegal. Selain sebagai bakal calon wakil Siti, Amir juga orang kepercayaan Siti sejak Siti menjabat sebagai wali kota. Agus menengarai, bongkar pasang jabatan di Pemkot Tegal juga memiliki kaitan erat dengan dugaan suap terhadap Siti.

Sementara itu, seusai diperiksa, Siti menyampaikan dirinya menjadi korban Amir Mirza sehingga terjerat dalam kasus korupsi. “Salam hormat saya untuk seluruh masyarakat Kota Tegal yang saya banggakan. Saya korban Amir Mirza,” katanya.

Secara terpisah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku prihatin karena imbauan Presiden Joko Widodo agar aparatur pemerintahan, termasuk kepala daerah, agar tak korupsi diabaikan. “Sedih dan prihatin tentu saja,” kata Tjahjo.

Sementara itu, warga Tegal berharap penangkapan Siti menjadi kasus korupsi terakhir di kota itu. Hadi Siswoyo (56), warga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, mengatakan, Siti gagal menjadi contoh baik bagi warganya. “Tentu saya berharap pemimpin daerah yang benar-benar bersih, bukan memanfaatkan posisi untuk mencari peluang lain,” kata Hadi. (MDN/MHD/DIT/GRE)/Harian KOMPAS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*